Kamis, 18 Oktober 2012

makalah osmosis dan difusi


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup. Dengan kata lain, sel juga merupakan penyusun jaringan tubuh hewan maupun tumbuhan. Jaringan dapat berfungsi  secara optimal adalah karena mekanisme kerja sel yang baik.
Dalam melakukan fungsinya , sel memerlukan interaksi antara sel satu dengan sel yang lainnya, terutama dalam hal transpor  zat-zat yang diperlukan untuk proses metabolisme tubuh.
Proses transport  zat-zat tersebut dilakukan oleh membrane plasma yang bersifat  selektif permeable , yang artinya hanya dapat dilalui oleh molekul molekul tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion tertentu.
Transpor zat melalui membran dibedakan atas 2, yaitu transpor zat yang memerlukan energi (transpor aktif) dan transpor yang tidak memerlukan energi (transpor pasif). Transpor aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis.  Sedangkan transpor pasif meliputi proses difusi dan osmosis.
Berdasarkan penjelasan  singkat yang kami dapat tentang tranpor zat tersebut, kami terdorong untuk melakukan penelitian ini guna  mengetahui lebih dalam tentang tranpor zat tersebut terutama tentang transport pasif  dan ingin menyaksikan secara nyata bagaimana transport zat tersebut berlangsung serta untuk dapat lebih mengagumi betapa besar kekuasaan ALLAH yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sangat sempurna beserta masing-masing fungsinya.
B.     Rumusan Masalah
1.         Apakah yang dimaksud dengan transport pasif ?
2.         Apakah yang dimaksud dengan difusi?
3.         Apakah yang dimaksud dengan osmosis?

C.     Tujuan Penelitian
1.      Agar siswa dapat mengetahui tentang transport pasif secara lebih mendalam
2.      Agar siswa dapat mengamati bagaimana proses transport pasif terjadi secara langsung
3.      Agar siswa dapat membedakan antara difusi dan osmosis serta memahaminya

D.    Manfaat Penelitian
1.      Siswa dapat memahami secara lebih mendalam tentang transport pasif
2.      Siswa dapat membedakan  antara difusi dan osmosis
3.      Menambah kekaguman  siswa terhadap ALLAH SWT.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Membran Sel
sel merupakan penyusun jaringan tumbuhan dan hewan. Segala aktivitas terjadi dalam sel, sehingga fungsi jaringan pun dapat dilakukan dengan baik. Tentunya di sini ada hubungan antara sel satu dengan yang lain, terutama dalam hal transpor zat-zat untuk proses metabolisme tumbuhan. Zat-zat tersebut keluar masuk sel dengan melewati membran sel. Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-10 nm Apabila diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat jelas, tetapi keberadaannya dapat dibuktikan
pada waktu sel mengalami plasmolisis.
S. Singer dan E.Nicolson (1972) menyampaikan teori tentang membran
sel. Teori ini disebut teori membran mozaik cair, yang menjelaskan bahwa
membran sel terdiri atas protein yang tersusun seperti mozaik (tersebar) dan
masing-masing tersisip di antara dua lapis fosfolipid.
Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapislapis.
Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan
gabungan antara lemak dan protein.
Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid
yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Fosfolipid
memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung
fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan
ujung polar. Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang
disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis. Dalam
hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.
a. Protein Ekstrinsik (Perifer)
Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Protein
ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik
yaitu mudah larut dalam air.
b. Protein Intrinsik (Integral)
Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein
intrinsik bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu
tidak mudah larut dalam air.
Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan
molekul protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein.
Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik
disebut dengan glikopolid.
Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat
dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya. Membran
sel memiliki fungsi antara lain:
a. sebagai pelindung sel,
b. mengendalikan pertukaran zat, dan
c. tempat terjadinya reaksi kimia.
Untuk menunjang fungsinya ini, membran sel memiliki kemampuan
untuk mengenali zat. Zat yang dibutuhkan akan diizinkan masuk,
sedangkan zat yang sudah tidak digunakan berupa sampah akan dibuang.
Ada juga zat tertentu yang dikeluarkan untuk diekspor ke sel lain.
Masuknya zat dari luar melalui membran sel yaitu melalui peristiwa
transpor pasif dan transport aktif.
B.     Sistem Transfer Membran
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus. Lalu lintas membran akan membuat perbedaan konsentrasi ion sebagai akibat dari dua proses yang berbeda yaitu difusi dan transpor aktif, yang dikenal sebagai gradien ion. Lebih lanjut, gradien ion tersebut membuat sel memiliki tegangan listrik seluler.





BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

PROSES TERJADINYA OSMOSIS DAN DIFUSI
Alat :
ü  Neraca Ohaus
ü  Gelas kimia (2 buah)
ü  Pipet
ü  Pisau
Bahan :
ü  Kentang
ü  Larutan gula 10%
ü  Sirup
ü  Air

Cara kerja :     
A)    Percobaan pertama
1.      Kupas kentang terlebih dahulu kemudian dipotong dadu
2.      Timbanglah kentang tersebut kemudian hasilnya di catat
3.      Masukkan kentang ke dalam larutan gula, kentang direndam selama 30 menit
4.      Timbanglah kembali berat kentang dan hasilnya di catat
5.      Bandingkan berat kentang sebelum dan sesudah dimasukkan ke dalam larutan gula

B)    Percobaan kedua
1.      Siapkan air ke dalam gelas kimia
2.      Tetesi air tersebut dengan sirup menggunakan pipet
3.      Amatilah penyebaran molekul sirup setelah jatuh ke dalam air

Waktu penelitian :
Untuk percobaan pertama dilakukan kurang dari 30 menit sedangkan waktu penelitian kedua dilakukan beberapa menit












BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.    Hasil penelitian
A)    Setelah dilakukan percobaan dan pengamatan, kentang yang sebelumnya mempunyai berat 11,80gram telah direndam ke dalam larutan gula, berat kentang menjadi bertambah menjadi 12,025gram, hal ini berarti telah menunjukkan bahwa percobaan yang saya lakukan kali ini belum berhasil karena menurut teori, peristiwa osmosis menyebabkan berat kentang setelah direndam dalam larutan gula menjadi berkurang.
B)    Setelah dilakukan percobaan dan penelitian, sirup yang jatuh ke dalam air, molekulnya jatuh kedasar gelas dan menyebar. Hal ini mengakibatkan peristiwa difusi yaitu perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah

B.     Pembahasan :
Pada percobaan pertama dapat membuktikan peristiwa osmosis. Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Peristiwa osmosis dapat menyebabkan kerusakan membrane sel maupun dinding sel. Apabila konsentrasi larutan dalam sel tinggi, air akan masuk ke dalam sel dan terjadi peristiwa endosmosis. Endosmosis ini menyebabkan kehancuran sel karena membrane plasmanya robek. Apabila konsentrasi larutan di luar sel tinggi, air di dalam sel akan keluar dan terjadi eksosmosis. Eksosmosis pada hewan akan menyebabkan pengerutan sel. Eksosmosis pada tumbuhan akan menyebabkan terlepasnya membrane dari dinding sel yang disebut plasmolisis. Namun percobaan saya kali ini mengalami kegagalan, kegagalan mungkin terjadi karena kurangnya waktu percobaan.

Pada percobaan kedua dapat membuktikan peristiwa difusi.  Yaitu peristiwa perpindahan molekul-molekul  dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah melalui membrane plasma atau tidak. Molekul sirup akan berdifusi menyebar ke seluruh ruang sampai mencapai keseimbangan. Keseimbangan ini ditandai dengan kerapatan zat yang seragam di seluruh bagian ruang. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Difusi dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. difusi dipermudah dengan saluran protein(difusi sederhana) Substansi seperti asam amino, gula, dan substansi bermuatan tidak dapat berdifusi melalui membrane plasma. Substansi-substansi tersebut melewati membran plasma melalui saluran yang di bentuk oleh protein. Protein yang membentuk saluran ini merupakan protein integral.
b. difusi dipermudah dengan protein pembawa(difusi terbantu) proses difusi ini melibatkan protein yang membentuk suatu salauran dan mengikat substansi yang ditranspor. Protein ini disebut protein pembawa. Protein pembawa biasanya mengangkut molekul polar, misalnya asam amino dan glukosa.














BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan :
Melalui percobaan ini dapat kita simpulkan bahwa transport pasif merupakan perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energie sel. Perpindahan ini terjaid secara spontan mengikuti gradien konsentrasi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Contoh tanspor pasif yaitu difusi dan osmosis.
Difusi adalah perpindahan molekul-molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrai rendah baik memalui membrane plasma maupun tidak. Difusi dibedakan menjadi dua yaitu difusi sederhana dan difusi terbantu :
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu:[1]
  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.[2
Osmosis adalah perpindahan molekul dari larutan berkepekatan rendah ke larutan berkepekatan tinggi melalui selaput semipermeabel. Osmosis juga berarti perpindahan molekul air melalui membrane semipermeabel dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi ke konsentrasi airnya rendah yang menyebabkan rusaknya dinding dan membrane sel.
Osmosis adalah kasus khusus dari transpor pasif, dimana molekul air berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel. Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah), dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama). Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang.
Dalam proses osmosis, pada larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. Oleh sebab itu, dalam osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik. Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup di alam.

B.     Saran :
·         Sebaiknya pada percobaan waktu melakukan percobaan bisa lebih diperpanjang agar hasil percobaan menjadi maksimal.
·         Sebaiknya ada penjelasan lebih lengkap tentang peristiwa osmosis dan difusi dengan beberapa peneliatian lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar