Minggu, 17 Maret 2013

FF : One Day with Lazy Appa



Author:  Mei F.D

Main cast :

·         Wu Yi Fan/ Kris EXO M

·         Min ah


·         Dennis Kane

·         Lee Hyuk Jae


·         Other cast

Length : oneshot

Genre : married life, family, romance, comedy kriuk=_= , mesum mode on, series

PG : 17+(?) bawahan dikit(?)

Hai author datang lagi dengan segala kegajean dari keluarganya Kris dan ditengah segala mcam pemikiran yang alay ini(?)  ._.  udah gausah bacot lets cekidoooot.

Jangan lupa follow twitter ane :3 meiokris
***
Author’s PoV
             Malam yang dingin ini Kris memarkir mobilnya masuk ke dalam garasinya, hari sudah menunjukkan pukul 11 malam, Kris baru saja pulang kerja, dia langsung bergegas masuk ke rumahnya.

            Seperti biasa Kris masuk ke dalam rumah dengan cara mengendap-endap untuk mengagetkan istrinya.

            “hmmm...” Kris langsung memeluk istrinya yang duduk di sofa dengan tiba-tiba.

            Biasanya Kris akan mendapat sebuah pukulan dari istrinya karena sudah mengagetkannya, tapi kali ini istrinya tak bergeming dari tempat duduknya. Dia masih sibuk berkonsentrasi dengan drama yang ia tonton..

“baru pulang?” hanya itu yang diucapkan Minah...

“ne,lembur.. ” Kris merasa putus asa karena tak mendapat respon yang cukup memuaskan dari Minah, dia meloncat melewati sofa dan memutuskan untuk duduk di samping Minah.

“yaaakk hidung pendeeek...” Kris mulai melancarkan aksinya mencubit hidungnya Minah.

“appo!!” Minah langsung berteriak sambil terus mengelus hidungnya.

“mana Dennis?” Kris melihat keadaan sekitar sambil melonggarkan dasinya.

“sudah tidur,  Oppa... besok kan libur.. kau harus membantuku besok...”

“bantu apa?”

“membersihkan rumah Oppa~ ” Minah mulai memasang tampang memelasnya kepada Kris.

“ahh ne... tapi aku mau menonton pertandingan sepak bola dulu~” Kris langsung meraih remote di samping sofa dan mulai mengganti channel.

“tapi kau harus janji membantuku... kalau tidak kau tak akan dapat jatah makan siang” ancam Minah kepada Kris.

“iyaa pendeek...” Kris langsung mencium pipi Minah.

            “yakk!!” Minah kembali memukul Kris, kali dengan melemparkan bantal kepadanya. Tiba-tiba dia melirik bungkusan merah yang dibawa oleh Kris, “apaini?” tangan mungilnya membuka bungkusan yang dibawa oleh Kris.

Satu lusin lingerie belang macan tutul, harimau, leopard,serigala, beruang dan kucing.

“yakk !! apaini??” Minah membelalak ketika menemukan benda yang di bawa oleh Kris.

“ahh, itu dari eomma.. tadi aku bertemu dengan eomma di rumah sakit dan dia menyuruhku memberikanmu ini..”  Kris langsung meneliti setiap inci wajah Minah sambil menjilat bibirnya.

Minah merasakan atmosfer mesum langsung menyergapi dirinya, “apa yang kau lihat??”

“ani... hanya ingin....” Kris langsung merapatkan dirinya kepada Minah, dia meniup telinga Minah sambil berbisik, “kau akan terlihat jauh lebih seksi kalau memakai itu..”

Mendengar hal itu Minah langsung menyilangkan tangan di dadanya,“hentikan otak mesummu Kris ahh~~”  Minah langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Kris.

            “ya! Kau mau kemana?” mata Kris mengekori kepergian Minah.

            “aku mau tidur~~ jaljayoo~ ” Minah berkata sambil terus berjalan menuju ke kamar.

4 jam kemudian....
            “oaahhhmmm...” Kris melirik ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi dan dia belum juga tidur.

            “besok aku akan minum suplemen supaya bisa membantu Minah..” Kris berjalan menuju ke dalam kamarnya.

            “jaljayo... :** ” Kris memberikan kecupan selamat malam kepada istrinya sebelum merebahkan diri di sampingnya.

Esok harinya....

            “uhmmm...” Minah terbangun dari tidurnya, tiba-tiba dia merasakan beban berat di dadanya.

            “Kris..??” Minah mendapati suaminya sedang tertidur pulasnya dengan kepalanya yang menindih dada Minah dan tangannya yang melingkar di pinggang Minah.

            “sayang....” Minah mencoba membangunkannya dengan menepuk-nepuk pipi Kris..

            “eummm...” Kris menggeliat perlahan dan kembali tidur sambil membenamkan kepalanya ke dalam dada Minah.

            “yakk! Apa-apaan ini!!!” Minah kaget dengan perlakuan Kris, dengan susah payah dia mendorong tubuh Kris.

            “hhhh...” Kris terbangun dari tidurnya saat kepalanya menyentuh kasur, “sudah pagi?” tanyanya dengan suara parau. Matanya berusaha memfokuskan pandangannya ke arah jam dinding.

            “sudah-__-” jawab Minah singkat, dia merasa tubuhnya terasa sakit sehabis di tindihi oleh setengah dari tubuh Kris.

            “ahh..sial... padahal aku sedang mimpi indah..” gerutu Kris.

            “mimpi apa?” Minah langsung menginterogasi Kris.

            “aku bermimpi sedang bersandar di dadamu...” jawab Kris mantap.

            “Yak!! Itu bukan mimpi tapi kenyataan!!” Minah langsung mencubit lengan Kris, “aku akan membangunkan Dennis, kau harus membantuku membersihkan rumah hari ini..” Minah langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar.

            “ne sayang~” jawab Kris malas, dia benar-benar merasa sangat mengantuk hari ini..
***
            “yakk!! Dennis-ahh!!” Minah berlari mengejar Dennis yang usai selesai mandi kembali memulai aktivitas rutinnya, tak ingin memakai baju.

            “Kris-ahh kau sudah selesai mandi??” Minah terus mengejar Dennis saat ia melewati kamarnya dia kembali meneriaki suaminya.

            “.....” tak ada jawaban dari Kris membuat Minah berhenti mengejar Dennis dan langsung berjalan ke arah kamarnya.

            Brak! Saat Minah membuka pintu kamarnya, ia mendapati suaminya yang tengah asik tertidur pulas sambil memeluk guling.“Yak!! Kau harus membantuku pagi ini...”

            Minah mulai melancarkan aksinya dengan menyeret tubuh Kris secara paksa.

            Mengingat Kris jauh lebih besar daripada Minah, tentu saja Minah tak kuasa membuat tubuh Kris bergeser dari tempatnya.

            “sayang....bangun....” Minah tak kehabisan akal, dia mulai membangunkan Kris dengan cara membisikkan kata-kata itu di depan telinga Kris, tangannya halusnya mulai menyentuh hidung Kris kemudian mulai menuruni bibir dan mengusap bibirnya dengan lembut.

            Benar saja, Kris langsung bangun dari tidurnya dan menggulingkan Minah ke tempat tidur.

            “yak!! Apa-apaan ini.. ”

            “kau tadi menggodaku..” ujar Kris.

            “lepaskan aaa aku mau membersihkan rumah..” Minah mulai berontak di bawah Kris

            “Shireo...” tolaknya.

            “eommaaa!!! Kyaaaa appa tak boleh menyentuh eomma!!” Dennis yang entah datang darimana langsung memasuki arena pertandingan(?) dan langsung menjauhkan Minah dari tubuh Kris.

            “appa nakal tak boleh menindih eomma..!!” Dennis langsung memukul lengan Kris.

            “ne...ne....” ujar Kris yang menahan serangan dari anaknya sendiri.

            “nahkan...makanya kau harus mandi dan membantuku..” sungut Minah. Dia langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung membawa Dennis pergi menjauhi Kris.
***
            “eumm...” Kris duduk di atas sofa sambil terus menerus menahan rasa kantuk yang menyerangnya.

            “Kris...kau sudah mandi??” tanya Minah dari kamar Dennis.

            “sudah sayang...” jawab Kris malas-malasan.

            “masih mengantuk?”

            “ne...aku akan minum suplemen dahulu..” ujar Kris yang langsung berjalan ke dapur. Matanya berusaha mencari-cari obat suplemen di kotak obat.

            Sementara itu Minah yang masih sibuk membenahi kamar Dennis langsung teringat dengan lingerie yang diberikan ibu mertuanya.

            “dimana aku menaruh benda itu ya?” Minah berusaha mengingat-ingat tempat ia menaruh barang itu.

            Ia berjalan keluar kamar, “Kris..kau ingat tidak dimana aku menaruh.....” tiba-tiba ucapannya langsung terhenti ketika mendengar sosok suaminya yang kembali tertidur pulas di atas sofa dengan mulut menganga.

            “yakk!! Kris banguuunn aduuuhhh-___-” Minah kembali berusaha membangunkan Kris, tetap saja Kris tak bergeming dari tempatnya, jangankan untuk membuka mata, menjawab ucapan Minah saja dengan dengkuran!

            “kau benar-benar tidak akan dapat jatah makan malam ini Kris...” gerutu Minah kesal.

            “eomma!! Tada!!”

            Minah langsung mendapati sebuah kejutan yang tak kalah menarik dari anaknya. Dennis memakai lingerie bermotif leopard.

            “yakk.. apa-apaan itu.. itu punya eomma...” racau Minah.

            “ini apa eomma? Pakaiannya kayak tarzan di tipi...” Dennis mulai bergaya seperti tarzan yang kelaparan.

            “auwoo..uwoo...”

            “dennis-ahh...itu bukan punya tarzan itu punya eomma...” Minah langsung mendekati Dennis, “lepaskan sayang....”

            “shireo... Dennis mau nunjukin ini sama Nessa..” Dennis langsung berlari keluar.

            “Dennis-aahh jangan ...!!” pekiknya. Minah langsung berlari mengejar Dennis sebelum Dennis sampai meraih pintu depan.

            “kyaaaa...kyaa.... eomma tangkap Dennis lah auwoo...uwooo...” Dennis langsung berlari-lari mengitari ruang tamu..

            “Dennis.. sini!!”

            “shireoo... appa..tolong Dennis...” Dennis langsung berlari mendekati Kris dan langsung membangunkan appanya.

            “appa... banguuun... palli appa palli nanti eomma datang ke sini...” Dennis mulai mengguncang-guncang tubuh Kris namun Kris tetap saja mati suri.

            “appa... ” Dennis tak kehabisan akal, dia mengambil sesuatu di dekat tipi dan langsung menempelkannya di atas hidung Kris, “appa!! Ada cicak di hidung appa...”

            “kyaaaa!!” pekik Minah.

            “kenapa malah eomma yang takut..” gerutu Dennis kesal, ia tetap tak mendapatkan respon dari appanya, malah Kris memalingkan wajahnya ke arah sofa.

            “Dennis jauhkan mainan menjijikan itu” perintah Minah.           

            “shireo... ” Dennis langsung mulai berlari lagi dan saat Minah mencoba mengejar Dennis tiba-tiba kakinya tersandung karpet dan langsung jatuh di atas dada Kris.

            “eungg..” Kris menggeliat pelan saat Minah jatuh menindih tubuhnya, ia melingkarkan kedua lengannya di pinggang Minah, “jangan sekarang sayang..aku sangat mengantuk...” gumamnya pelan sambil terus mengeratkan pelukannya.

            “maksudmu apa Kris??!! Lepaskan..”  Minah berusaha menurunkan lingkaran lengan Kris dari tubuhnya.

            Kris tidak menjawab, ia menurunkan sebelah tangannya dan meremas pantat isterinya perlahan, “tunggu..aku tidur sebentar lagi...”

            Ngeeeng... Minah merasa ada yang tidak beres dari otak suaminya ini, ia merebahkan kepalanya di atas dada Kris dan menghirup napas perlahan, ia kehabisan napas setelah mencoba mengejar Dennis dan mencoba melepaskan diri dari Kris.

            Kring....Kring....

            “Dennis angkat teleponnya sebentar..” teriak Minah sambil terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Kris yang masih tertidur pulas.

            “auwooo....yoboseyo...” Dennis mengangkat telepon sambil terus bergaya ala tarzan.

            “............”

            “halmeoniiiii......”

            “...............”

            “ne. Appa? Appa lagi tidur di sofa”

            “............???”

            “eomma?? Eomma lagi nindihin appa..”

            “.........??!!!”

            “Dennis lihat kok .. tadi eomma teriak-teriak di hadapan Dennis terus sekarang eommanya lagi kecapekan” ujar Dennis polos.

            “hah....hah...” Minah langsung merebut telepon dari Dennis setelah ia bisa melepaskan diri dari Kris.

            “eomma...hah...hah...” ngos-ngosan ni(c)h.

            “jadi...kau melakukan itu di hadapan Dennis?”

            “ahh...ne... soalnya Kris benar-benar menyebalkan hari ini, hari ini dia berjanji membantuku membersihkan rumah tapi malah tidur seharian.” Ia kan? Aku harus membangunkan Kris yang memang sudah sangat keterlaluan ini, biar saja Dennis melihatnya. Pikir Minah.

            “dia kan masih kecil...........”

            “hah?? Maksud eomma??” Minah yang mulai menyadari arah pembicaraan ini langsung gelagapan.

            “kau bercinta di atas sofa? Di hadapan anakmu yang polos itu?? Daebak!!” teriak seseorang dari seberang telepon. Hyukjae.

            “aniyoo...bukan itu maksudnya...” sanggah Minah.

            “apanya yang bukan Minah? Tidur? Sofa? Tindih... keringat... kehabisan napas... hah....” sekarang malah Hyukjae yang sedang berbicara dengannya sambil menghembuskan napas melalui mulutnya di telepon.

            “yak!! Jangan berpikiran yang tidak-tidak Hyukjae-ssi... tadi eomma mau berbicara apa denganku?”

            “ahh itu.. dia Cuma menanyakan lingerie pembeliannya sudah kau pakai belum...”

            “hngg... belum.. aku tak sempat memakainya=_=” dustanya. Minh merasa jijik jika memakai benda aneh itu.

            “ohh.. oiya, aku mau ke sana, aku ada urusan dengan Kris..”

            “tapi Krisnya masih tidur, aku sudah susah payah membangunkannya dari tadi pagi.. kalau kau bisa membangunkannya akan kuberi kau jatah makan malam gratis hari ini...” tantang Minah, dia benar-benar kehabisan cara untuk bisa membangunkan Kris.

            “ok. Tunggu aku 2 jam lagi setelah aku menyelesaikan urusanku dengan tuan Fred...”

            “hmmm” Minah mengangguk, kemudian menutup teleponnya, matanya mencari ke seluruh penjuru ruangan.

            “Dennis?? Dennis dimana??”
***
            Sementara Minah sibuk mengangkat telepon, ternyata Dennis pergi keluar sambil menyeret bungkusan berisi lingerie dengan motif berbagai macam corak binatang itu.

            Ia –masih dengan memakai lingerie corak leopardnya—  berjalan ke rumah Nessa.

            “Nessa...main yokkk...” Dennis meneriaki Nessa.

            “Denniss....” Nessa yang merasa senang pujaan hatinya(?) datang ke rumahnya langsung melonjak kegirangan.

            “kau mau main tarzan-tarzanan tidak?” tanya Dennis sambil mengeluarkan sebuah lingerie bercorak beruang.

            “apaini?”

            “itu baju beruang punya eomma, Nessa.. kau cantik kalau memakai itu...” puji Dennis yang berusaha membujuk Nessa.

            “jinjayooo??”

            “ne..noona neomu yeppeo...” senandung Dennis.

            Nessa yang setahun lebih tua daripada Dennis pun langsung melonjak kegirangan ketika Dennis menyanyikan lagu itu padanya. Mereka pun bermain bersama di pekarangan rumah Nessa.

            “kruyuuukkk...krucukkk...” Dennis merasakan perutnya sudah berbunyi, “Nessa, Dennis pulang dulu ne...”

            “ne Dennis”

             Dennis tersenyum manis ke arah Nessa kemudian berlari keluardari pekarangan Nessa sambil menjinjing baju-baju lingerie Minah.

            “Nessa makan siang dahu.....lu..” mata ibunya Nessa membelalak melihat benda yang Nessa  kenakan.

            “Nessa...kau dapat benda ini darimana.....”

            “Nessa dikasih sama Dennis eomma, kita main tarzan-tarzanan tadi...” jawab Nessa jujur.

            Ibunya Nessa yang merasa ada yang tidak beres dengan keluarga Dennis pun langsung menyuruh Nessa masuk. Benar-benar keluarga mesum. Pikirnya.
*
            “darimana saja kamu sayang?” Minah yang masih sibuk membersihkan rumah melirik Dennis sekilas.

            “eng....Dennis abis ketiduran di dalam lemari...” dustanya. Ia tau kalau Minah akan marah kalau ia ketahuan memberikan baju tarzan itu kepada Nessa.

Tring...tring....

            “ahh.. ada tamu..” Minah langsung melepas semua pekerjaannya dan langsung berjalan menuju ruang tamu.

            Dennis pun langsung mengekori Minah di belakang.

            Tereeerereeeet...teeett.... (backsound SPY) ketika Minah membuka pintu depan dan mendapati Hyukjae datang sambil membawa sebuah kaca pembesar.

            “hai Minah...” Hyukjae langsung memainkan kaca pembesarnya dan menyorotnya di bagian dada Minah.

            “apa yang kau lakukan Hyukjae-ssi?” tanya Minah yang langsung menutupi dadanya.

            “uuhh...terlihat jauh lebih besar...” gumam Hyukjae, “hyaaah!! Apa yang kau lakukan dengan anak ini??” pekik Hyukjae begitu melihat Dennis yang masih mengenakan lingerie.

            “sudah eomma katakan berapa kali lepaskan benda itu,...” keluh Minah, ia memijat keningnya melihat kelakuan anak semata wayangnya itu.

            “sebentar... eomma..” Dennis memasang tampang muka memelas ke arah Minah.

            “dimana Kris? Kajja..aku ada urusan dengannya. Dia benar-benar masih tertidur?” tanya Hyukjae yang daritadi tak melihat Kris.

            “ne... dia tidur di kamar, aku susah payah menggotongnya ke dalam kamar.” keluh Minah.

            Hyukjae pun langsung nyelonong masuk ke dalam rumah Minah dan mencari kamar Kris, Minah dan Dennis pun mengikuti dari belakang.

“cih...menjijikan sekali..” sindir Hyukjae begitu melihat Kris tertidur dengan mulut menganga dan dengkurannya yang keras.

“padahal dulu dia jadi namja paling populer, paling perfect di kampusnya, tak kusangka dia semenjijikan ini...” gumam Hyukjae prihatin.

“dia memang seperti itu..aku bahkan tak percaya dia pernah menjadi orang terkenal di kampus” ceeletuk Minah.

“ayo kita membangunkan Kris dan mendapat makanan gratis..” ujar Hyukjae semangat

Hyukjae mulai meneliti setiap inci tubuh Kris dengan menggunakan kaca pembesar, dari ujung kaki, lutut, sampai akhirnya Hyukjae meneliti lebih spesifik di bagian kelamin Kris=__= yang tertutup oleh celana pendek Kris.

“Apa yang kau lihat?” tanya Minah bingung.

“tidak, aku hanya membandingkan seberapa kuat dia menghadapimu, ternyata...besar juga ya...hehe...” komentar Hyukjae yang langsung mendapat pukulan di kepala oleh Minah.

“fokus dengan rencana awalmu Hyukjae...” desis Minah.

“oke..” Hyukjae menurunkan kaca pembesar itu dari hadapannya, “jam berapa tadi malam Kris tertidur?”

“molla...aku tidur lebih dulu..”

“seandainya dia Cuma telat tidur, dia tidak akan semengantuk ini... ” gumam Hyukjae, dia berpikir keras, “apa yang terakhir ia makan??”

            “dia tak sarapan pagi ini saking mengantuknya, terakhir yang aku ingat tadi pagi ia meminum suplemen supaya bisa membantuku membersihkan rumah.”

            “nah!” Hyukjae menjentikkan jarinya, “antarkan aku ke dapur..”

            Minah yang masih dalam keadaan bingung akhirnya mengantarkan Hyukjae ke dapur.

            “mana obat suplemen yang biasanya Kris minum?” tanya Hyukjae.

            “di dalam kotak obat situ...” Minah menunjukkan tempat kotak obatnya. Hyukjae kembali memasang kaca pembesarnya dan mneliti setiap obat di sana.

            “aku tahu!” ujarnya.

            “apa??” tanya Minah.

            “Kris salah meminum obat, mungkin dia tadi dalam keadaan mengantuk jadi tak membaca yang mana suplemen dan yang mana obat tidur, bungkusnya sama lagi. hahha” Hyukjae terkekeh karena berhasil memecahkan misteri ini dan berhasil memenangkan makanan gratis malam ini.

            “mwoo? Jinjayo...” gerutu Minah kesal. Mereka pun kembali ke kamar Kris.

            “sudah berapa jam ia tertidur?”

            “hampir 4 jam... wae?”

            “sebentar lagi dia akan bangun karena obat itu Cuma bertahan 4 jam..” Hyukjae mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

            “sebentar lagi Kris akan bangun, siap-siap ya... hana dul set....” Hyukjae mencabut bulu kaki Kris dengan jepitan ketek yang biasa ia pakai.

            “awww....!!” Kris langsung terbangun dan langsung memukul kepala Hyukjae.

            PLETAKK!!!

            “hyuunngg!!” teriaknya, “apa yang kau lakukan disini??”

            “APPO..!!” Hyukjae mengelus kepalanya yang terkena hantaman dari tangan Kris., “aku ada urusan denganmu dan kau terus tertidur seperti itu jadi terpaksa aku membangunkanmu...” rintihnya pilu.

            “hngg...aku sudah tertidur sudah berapa lama?” Kris langsung melirik ke arah Minah yang sudah memasang wajah cemberutnya.

            “4 jam dan aku sekarang kecapekan membersihkan rumah sendirian....” sungutnya.

            “Mianhae sayang...” Kris langsung memasang tampang bersalahnya kepada Minah, sudut matanya melihat Hyukjae yang sepertinya tengah memperhatikan dada Minah.

            “apa yang kau lihat dari isteriku?? Hah?? ” Kris kembali memukul kepala Hyukjae.

            “ani...hanya semuanya terlihat lebih besar kalau dilihat dengan kaca pembesar..”
            PLETAK!!PLETAK!!PLETAK!!

            “jadi...apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?” tanya Kris kepada Minah yang masih memasang wajah cemberutnya.

            “aku capek, kau masak sendiri untuk makanmu nanti... nasi dan lauk pauk hanya cukup untuk aku dan Dennis...”

            “w...whaatt?? bagaimana denganku?” tanya Hyukjae menunjuk dirinya sendiri.

            “kau dapat jatah makan gratis masakan Kris...” ujar Minah sadis.

            “andwae...!!” lolong Hyukjae, makan masakan Kris sama saja dengan menabur racun di dalam makanan sendiri.

Tring...Tring...

            Pertengkaran mereka terhenti ketika mendengar bunyi bel dari luar.

            “eh... Ibunya Nessa... ada apa kesini?” tanya Minah begitu melihat siapa tamu yang datang ke rumahnya.

            “annyeong Dennis eomma...” Ibunya Nessa membungkuk ke arah Minah dan di sambut dengan bungkukan dari Minah.

            “mari masuk” tawar Minah.

            “ahh... tidak perlu Dennis eomma. Aku kesini hanya untuk mengantarkan ini...” ibunya Nessa menyodorkan sesuatu ke arah Minah.

            “apaini....”

            “lingerie yang tadi di bawa Dennis dan dipinjam Nessa....”

            “ohh..engg..gomapseumnida” Minah langsung menyambut bingkisan dari Ibunya Nessa.

            “ne, kalau begitu aku permisi dulu..salam untuk Dennis dan suamimu..” ibunya Nessa pun langsung memohon diri dan langsung kembali ke rumahnya.

            “ne..ne” jawab Minah.

            Awalnya Minah masih tersenyum ketika Ibunya Nessa mampir, tapi tiba-tiba senyuman itu berubah jadi seringaian dan geraman.

            BRAKK!! “DENNISSSS!!! KAU TIDAK DAPAT JATAH MAKAN DARI EOMMA!! MAKAN MASAKAN APPA SAJA!!”
           
            Dennis yang bersembunyi di kamar Kris, bersama Hyuk dan appanya langsung berpandangan satu sama lain, mereka menelan ludah.

            “sebentar lagi akan ada tiga buah makam lelaki-lelaki ganteng di pekarangan rumah ini...” gumam Hyukjae begitu mendengar teriakan murka dari Minah.
-THE END-

Bagaiman teman-teman dengan sekuel krisminah saya yang ini? aneh ya? Iya. Pulang sana /ditendang ke korea/ kritik dan sarannya jangan lupa ya ^^

Senin, 11 Maret 2013

Te Amo're (part 2)



Author:  Mei F.D

Main cast :

·         Kris EXO M

·         Huang Zi Tao

·         Park Minnie


·         Other cast


Length : multichapter

Genre : married life, romance, family, comedy kriuk=_= saraf , mesum mode on

PG : 17 kesamping

Holaaa~ ibarat hutang maka saya akan bayar(?) ff belum kelar maka akan saya lunasi(?) wqwq maaf ya telat dibilang  sibuk juga, jangan lupa follow twitter aku ya ^^ meiokris
Maaf juga kemaren banyak typo soalnya buru2. Semoga part ini makin baik aja ya J mohon kritik dan sarannya sodara2.
***
Kris’s POV

“yakkk!!!”

“apaa??” bentakku. Pagi-pagi Minnie sudah heboh dengan teriakannya yang hampir mencapai 11 oktaf itu. Semenjak tinggal bersama Minnie sepertinya sebentar lagi telingaku akan tuli mendengar teriakannya setiap hari!

“kau???!!” Minnie yang daritadi sibuk mengutak-atik laptopnya ternyata sibuk men-search fotoku di internet.

“apa??” tanyaku lagi, “kau mau menuduhku gay??” aku melirik sekilas ke arah laptopnya dan mendapati fotoku tengah berpelukan dengan Tao, lawan mainku.

“hampir,....” jawabnya jujur, ia menggigit bibir bawahnya.

“bodoh! Itu namanya fanart!” ujarku ketus.

“jadi? Ini asli??”

“dasar otak pentium | ! rasanya kau harus mengganti isi otakmu dengan segala hal yang lebih bermanfaat! Cari tau sendiri...” ujarku sambil melipat kedua tanganku di depan dada.

Huh?? Nilai bahasa inggrisnya berapa sih sampai aku harus menjelaskan apa arti fanart?? Minnie langsung mendelik kesal ke arahku dan terus mengetikkan sesuatu di laptopnya.

“apa maumu hah??”

“tidak, hanya sekedar memantau keadaan, memastikan apa saja pembohongan publik yang kau lakukan.” Minnie menunjuk beberapa fotoku di sebuah situs yang menunjukkan aku tengah berdansa dengan Tao.

          “ohh iya yang ini terlihat seperti mafia, yang ini terlihat seperti pangeran...yang ini....ummm....” Minnie terus saja menggumamkan kata-kata yang membuat telingaku semakin sakit saja-_-

          “heh??!! Berhenti mencari hal-hal yang tidak penting seperti itu. Lama-lama kau bisa jatuh cinta beneran sama aku!”

          “yah wufan, setidaknya aku tidak terlihat seperti mereka yang jatuh cinta dengan segala hal dari dirimu yang sok berkarisma itu..” ucap Minnie datar.

          “cih... tau apa kau tentang diriku??!!”

          “taulah karena kau terus mondar-mandir di hadapanku” bentaknya sambil berkacak pinggang.

Teng-tooong...

          Aku mendengar suara bel yang langsung menghentikan perdebatan kami di pagi ini, aku langsung mengintip dari kamera pengintai di depan rumahku, Huang Zi Tao? Mau apa dia kesini? Minnie yang daritadi berada di belakangku tiba-tiba langsung tersorot kamera, bodoh! Kenapa dia langsung membukakan pintunya tanpa mengecek keadaan??!! Bagaimana kalau itu perampok atau wartawan??!!

          Aku langsung bergegas menemui Tao, semenjak mendengar kabar aku akan menikah dari mulut nenekku, Tao memang sudah tak menghubungiku lagi..

          “hai..” sapaku datar. Duh Tuhan, kenapa ada desiran halus dari hatiku..

          Memang selama main film dengannya Tao memang meminta nomor hapeku dan berkali-kali mengajakku ketemuan dan mendekatiku dengan alasan agar bisa total dalam berakting. Tentu saja awalnya aku menerimanya dengan baik, hanya saja... kemampuannya dalam menaklukan hati semua orang itu juga berlaku padaku, bagaimana bisa aku berdebar-debar saat berhadapan dengannya. Mungkin kalau dalam masalah berakting aku masih bisa toleransi, ini kan sudah selesai dan film itu juga sudah beberapa kali tayang di televisi kenapa aura Tao masih mengikat dan terasa di hatiku??

          Brengsek. Sialan! Aku mengumpat dalam hati.. semoga ini Cuma perasaanku saja. Aku kapok aku jera menerima tawaran main film bertema homoseksual kalau akhirnya aku akan menjadi gay beneran...!!

          Wajah Tao menegang saat melihat ke arahku dan melirik sekilas kepada Minnie, dia menatapku dan Minnie bergantian..

          “dia??”

          “ahh... saya Minnie..” sahut Minnie kalem. Dia menyodorkan tangan kepada Tao hendak menyalami, tapi malah ditepisnya.

          “istri sahmu atau...istri kontrakan??” tanya Tao lagi, wajahnya berubah, mencari setitik jawaban yang keluar dari mulutku yang bisa menenangkannya.

          “dia...istri sahku...” jawabku pelan dan mantap. Jelas saja dia memang istri sahku, hanya saja dia memang belum memenuhi kriteria sebagai istriku.

          Minnie hanya melongo melihat Tao, dia masih shock ketika aktor yang sering ia lihat di layar kaca menepis tangannya.

          “....” tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulut Tao, dia hanya menatapku dan langsung berbalik pergi.

          “eh?? Loh Tao kok langsung pergi? Kenapa tidak ke dalam dulu??” Minnie yang langsung sadar dari alam bawah sadarnya kembali mengeluarkan suara 11 oktafnya.

          aku hanya mengedikkan bahuku dan langsung masuk ke dalam..

          “wufan, ternyata dunia ini kayak panggung sandiwara aja ya. Dia beneran gay? Kok ketus gitu? Kamu jangan sering-sering bergaul sama dia nanti ketularan loh.. cakep-cakep kok gay, padahal ya di sini tuh banyak banget cewek yang.....” Minnie terus saja mengekoriku yang sedang mengambil roti ke dapur. Aku yang bosaaaan sekali mendengar celotehannya langsung menyumpalkan roti itu ke mulutnya.

          “stttt!! Bisa diam gak sih? Kau bahkan jauh lebih cerewet daripada nenekku!”

          “yakk!!” Minnie langsung ingin memukulku.

          “dia tak jadi mampir ke sini karena melihat makhluk menjijikan sepertimu!”

          “hah??”

          “bodoh!”

          “hah??”

          “duuhh Minnie sayang sepertinya kau harus banyak minum biar cairan otakmu tak kekurangan cairan... bisa tidak kau tidak menyusahkanku sehariiii saja? Rasanya aku adalah makhluk paling sial di muka bumi ini yang menerima perjodohan sialan ini...”

          “oohh... kalau kau dinikahkan dengan sejenismu? Kau akan bahagia? Kau akan menjadi makhluk paling beruntung di dunia?”

          Aku hanya terdiam mendengar sanggahan dari Minnie, benar juga si Minnie Monroe ini, apa jadinya kalau aku beneran jatuh cinta sama Tao? Aku akan menikah di negara yang membolehkan pernikahan sesama jenis? Mengadopsi anak dari panti asuhan dan hidup menjadi ayah dan suami dari pasangan sesama jenisku? Saat itu juga mungkin aku akan mendengar nenekku meminum racun tikus.

          Seorang Wu Yi Fan membuat para gay patah hati?

          The real GAY?

          Wu Yi Fan jatuh cinta dengan lawan mainnya?

          Duhh sebentar lagi dunia akan kiamat rupanya..

          “aku normal..” jawanku singkat, buktinya aku masih punya malu melihat tubuh polos si Minnie waktu itu. “aku tak berani melakukan apa-apa padamu karena kau itu tidak seksi dan selalu menyusahkanku! Kalau kau bukan istriku mungkin sudah lama kutendang..”

          “iya, aku tau kau takkan mau melakukannya karena kau lebih tertarik dengan yang berotot..”

          Lagi... dia benar-benar tidak menangkap apa maksudku atau memang dia itu sangat susah diberitau? Ku getok pakai palu baru bisa kerja otaknya kira-kira.

          “sekali lagi kau menuduhku gay, aku takkan segan-segan melakukan ‘itu’ padamu..” ujarku menyeringai.

          “coba saja kalau berani..” tantangnya.

          “jadi kau menantang?” tanyaku. Berani juga rupanya...

          “ne. Wae??!!”

          “jangan menyesal kalau kau akan kehilangan keperawananmu!!” ujarku sambil memperlihatkan deretan gigiku. Entah setan apa yang mulai merasukiku... Minnie mulai merasa keadaannya mengkhawatirkan, dia mundur perlahan.

          Bagus! Hanya digertak sedikit sudah takut rupanya, lagipula aku takkan tertarik dengan tubuhnya.. goda sedikit tak apa lah~

          “mau kemana sayang?” ujarku sambil menekankan kata sayang di depannya.

          “kau mau apa?” ujar Minnie dengan suara bergetar sambil terus mendorong tubuhku.

          Aku langsung mendorongnya ke dinding dan menguncinya. Dadaku menghimpit dadanya, dari sini saja aku sudah merasakan detak jantungnya yang berpacu, sudah kubilang dia takkan kuasa menolak kekuatan seorang Wu Yi Fan..

          “tadi... kau mau kita mencobanya kan Nyonya Wu??” bisikku tepat di telinga kanannya, aku menggigit telinganya perlahan. Mendaratkan kecupan ringan di bahu dan lehernya.

          BZZZ!! Aku merasakan sebuah petir menyambar tubuhku di hari yang cerah ini. aku seperti tersengat listrik jutaan volt, kenapa tiba-tiba aku seperti mendapatkan nyawa lagi dalam ruang kosong di hatiku??

          Dia... dia...

          “hft..” aku menguasai diriku. Aku tak ingin menyakiti gadis gila ini, aku memalingkan wajahku dari hadapannya. “wajahmu tegang sekali... hahah” ejekku sambil berusaha menetralkan suasana dan menormalkan sengatan listrik yang masih mengalir di tubuhku.

“sudah kukatakan jangan macam-macam denganku” ujarku sambil mengendurkan posisi kami Aku menjauhkan diriku darinya dan langsung berjalan ke dalam kamar. sesuatu sedang tidak beres terjadi dengan hatiku.....

Minnie hanya diam membisu melihat apa yang akan aku lakukan padanya, akhirnya dia jatuh terduduk di lantai dengan keadaan setengah sadar kira-kira.
____
Minnie’s POV

         “ugh, sudah malam tapi Wu Fan belum pulang juga” aku mengintip dari balik kaca jendela menunggu kedatangan Wufan. Sudah beberapa malam ini Wufan pulang telat, entah dia pergi kemana.

         Aku jadi sering ketiduran di sofa, tapi besok paginya aku sudah tergeletak di sampingnya, kata Wufan sih aku sering tidur berjalan.. masa sih? Padahal seingatku aku Cuma mengigau saat tidur, jangan-jangan semenjak menikah aku jadi punya penyakit memalukan yang lain lagi?

         Aihh...aku menggaruk-garukkan kepalaku yang tidak gatal ini. sebenarnya ada atau tidak ada Wufan memang tak begitu berarti bagiku, hanya saja sekarang sedang musim hujan dan suara petir itu sangat keras. Hiiyyy...

         Yasudah lah sebaiknya aku mandi saja dulu. aku langsung mengambil handuk dan berjalan ke bath up.

         BYUURR.... ahh... aku langsung berendam di dalam bath up, menangkupkan kedua lututku dan membenamkan kepalaku di antara lututku.

         Aku menghela napas panjang, bisa-bisanya aku sekarang berada di sini? Sebagai istri seorang wufan? Berawal dari sebuah perjanjian konyol? Rasanya baru kemarin aku masih bersama Ryu, rasanya baru kemarin juga aku merasa sangat kesepian dengan penyakit single kronis yang mengganggu hatiku...

         Rasanya masih kemarin aku naksir sama penjual kimchi, namja imut penjual es krim dan ahjussi gula kapas kenapa sekarang nikahnya sama pangeran dari negeri bawah laut?

         Rasanya masih kemarin mikir-mikir kalau hidupku kaya di drama-drama gitu jatuh cinta sama penjual-penjual ganteng dan langsung ngenalin sama eomma kalau mereka adalah calon suamiku. Tapi... hidup tak semulus paha member girlband... haha buktinya sudah menikah dengan pangeran kera macam Wufan hidupku kaya di atas kapal terombang-ambing. Loh kok kera sih? Katanya pangeran dari negeri bawah laut? Ah sudahlah memang sosok tak jelas macam dia itu tak cocok hidup di darat maupun laut-__-

         Apalagi kalau ingat masalah beberapa hari yang lalu, si wufan kan kayanya ga main-main gitu pake nerima tantanganku buat yadongan, aduh rasanya dekat-dekat gitu sama aku, aku jadi makin lupa bagaimana caranya bernapas, jantungku saja udah kaya mau lepas dari tempatnya, untung aja katup-katup jantungku gak jebol gara-gara kebanyakan memompa darah kaya akan oksigen..

          BYAARRR!! JDEEERRR! (aduh backsound petir sama mati lampu gimana sih-_-)

         “kyaaa!!” astaga ya Tuhan itu petirnya huaaaaaaaahhh...!!
        
         Krieeett....aku merasakan pintu kamar mandiku dibuka? Siapa?
        
         “wufan?” ucapku takut-takut. Aku benar-benar gabisa ngelihat dalam gelap gini... siapa saja tolong aku...
___
Author’s POV

Wu Fan Menikah?

Wu Fan Kawin Kontrak demi Popularitas

Penculikan Isteri Wu Yi Fan

Tao enggan Berkomentar                  

Penculik Tak Kunjung Hubungi Keluarga Wu Fan

        Daaaan segudang headline news di televisi, bisa tidak aku tak disangkut pautkan dalam masalah ini? brengsek. Umpat Tao dalam hati. Ia sangat lelah hari ini karena melayani ribuan pertanyaan dari para wartawan yang meminta pendapatnya perihal penculikan Minnie.

         Matanya kembali fokus menatap ke arah layar televisi begitu melihat liputan tentang dirinya sendiri, hasil wawancara tadi siang.

         “saya tidak mau berkomentar banyak, apalagi masalah penculikan istrinya Kris atau Wu fan itu... dia sudah menikah saja saya baru tahu..”

         Akting yang bagus! Puji Tao kepada dirinya sendiri. Dia terkekeh sambil mematikan layar televisi, matanya menggenggam ke arah iPhonenya dan  mengecek situs jejaring pribadi miliknya, jejaring sosial pribadi yang sangat pribadi tentunya, hanya dia sendiri tau, jejaring sosial yang digunakannya untuk memantau perkembangan gay di seluruh dunia dan yang paling penting ialah agar dia bisa melacak keberadaan seseorang yang sudah sangat lama ia cari.

         Lagi-lagi masalah pernikahan Wu fan pun ikut diributkan dalam dunia ini, komentar miris dari berbagai kalangan gay pun bermunculan di timelinenya, “aduuuh sayang sekali ya sudah punya isteri padahal aku sudah cinta banget sama Wu fan..” ada juga yang memasang status, “akuu bahkan menggilai ketiaknya Wu fan dan bercita-cita bisa memiliki Wu fan dan menghirup aroma ketiaknya setiap pagi..mirisnya hatikuu TTT---TTT”

         Tao semakin dibuat galau dengan segala hal yang ada di timeline. Dia mengecek situs gay terbesar di seluruh dunia dan tak juga mendapati sosok yang di carinya di kolom cari jodoh.

         “need seme” “need top” “i just need top no bot” “need massage? Contact me. Just for top/seme” semuanya saja mencari top! Tak ada yang mencari uke atau bot macam dirinya ini, gumam Tao kesal, dia mengecek beberapa foto gay yang berotot dan tampan tentu saja... hanya saja... mereka tak tertarik dengan uke-uke unyu seperti dirinya.

         Lelah di jejaring sosial miliknya, Tao melirik ke arah jam dinding dan langsung berjalan ke kamarnya, menarik pintu kamar mandi miliknya. Ada kilatan api di matanya.
___
Minnie’s POV
         Ahh nasibku kaya di drama-drama aja ya masalah penculikan begini. Kenapa coba harus diculik? Seandainya Tao memang sudah lama suka sama aku harusnya ngomong dong dari awal biar aku gak nerima perjodohan dengan Wu fan yang gak aku kenal itu, kan aku agak-agak naksir gitu sama Tao sejak ngeliat dia di drama What is Love itu. Aku meringkuk dalam sebuah ruangan yang tak berpenghuni ini... bukan... bukan gudang... ini kamar mandinya Tao!!

         Huaah aku disekap dalam ruangan mesum ini... eh ga ding bukan ruangannya yang mesum tapi otakku yang mesum..huhahah

         Kata si Tao sih aku diculik sama dia, tau deh diculik kok ngomong-ngomong? Disekap di kamar mandi lagi... ga elit banget. Gimana ntar kalau si Tao mandi di sini kan aku kepaksa ngeliat anunya...huaaah... cenat-cenut hatiku duuh mas Taoooo(?)

         Emang Tao bener-bener lelaki sejati ya buktinya saking cintanya dia sama aku sampai rela merampasku dari tangan Wu Fan...
                           
         Eh... ada yang buka pintunya..krieeet....

         “mau ngapain kamu Wo(singkatan dari Tao(?))?”

         “kencing” jawabnya ketus.

         “aaaaaa” refleks saja aku menutup kedua belah mataku yang masih suci ini daripada ngeliatin ehem-ehemnya Tao, sumpah demi apapun juga aku ngerasa hidung ini bakalan ngeluarin darah alias mimisan gitu gara-gara mikirin yang engga-engga.

         Currr.... nah kan ada suaranya lagi.. duh Tuhan... kalo ngintip bukan punya suami sendiri itu dosa engga ya? Lagipula ini kan kesempatan emas.... habisnya Wu fan kan ga pernah ngeliatin itunya sama aku... /plak/

         “Wo..hidung aku berdarah kayaknya” ujarku jujur saat merasa ada yang meleleh di hidungku.. syuuttt...

         “berdarah gundulmu! Itu ingus bodoh!!”

         BZZ!! Ternyata Cuma ingus pemirsah bukan daraah.. ih aku lupa kalau aku lagi kena flu-flu ringan gitu gara-gara kelamaan di dalam kamar mandi, yaudah deh itu cukup buat mewakiliku kalau aku yaaah itu deh pokoknya sama dia(?).

         Namanya juga cewek ya normal lah agak-agak mesum sedikit kalo ngeliat cowok kencing di depan mata, mana gak boleh lihat lagi kan bikin penasaran(?)

         “malam ini kau tidur disini” ujar Tao sadis.

         “hah?? Kok kamu tega?” ujarku sambil nahan muka melas dipucat-pucatin biar dia kasihan, taunya engga...bukannya kasihan sama aku eh dianya malah ninggalin sku yang cantik ini sendirian di kamar mandi, sedih yaaa...
___
         Esok paginya...

         BRUKKK!!

         “kyaaa Wufan ahh kamu ini apa-apaan sih main dorong-dorong orang aja!” teriakku dalam keadaan setengah sadar. Duhh sakit sekali tubuhku ini jatuh dari ketinggian..

         “sejak kapan kau disini?? Tidur di sampingku lagi?? Najis.”              

         Hah?? Eohh?? Bukan suaranya Wufan.. aku berusaha mengingat-ngingat dengan membuka kedua mataku. Astaga, aku kan lagi diculik! Beuhhh, berarti selama ini yang dikatakan Wufan benar kalau aku sering jalan sendiri pas lagi tidur, kirain Wufan yang selama ini gendong aku ke kamar taunya...kretek-kretek hatiku mas...mas... nah loh..kok jadi keinget Wufan?? -__-

         “aku juga tidak tau!” sahutku, “sebenarnya niat kamu menculik aku itu apa sih??”

         “diam kamu!!” ujar Tao yang langsung meraih pisau yang entah tergeletak dimana tiba-tiba sudah berada dalam genggamannya.. ia langsung menempelkannya pada daguku..

         “berisik sekali ya...” ujarnya.. “kau mau tau alasannya apa?? Bagaimana kalau aku menjelaskannya sambil bermain-main denganmu?” Tao mulai memainkan pisau di tangannya sambil menggesekkan pisau itu di antara dagu dan leherku.

         “jangan...Tao..” sahutku pelan.. sumpah ini cerita pas banget kaya di film China yang pernah aku tonton. Alibinya sih mau nyelakain tapi ujung-ujungnya diperkosa. Hiiyy... bedanya sih kalau itu settingnya di bath up kalo ini di kamar. kan sama aja tempatnya mengundang hawa napsu. Loohh(???) /author gagal horor(?)/

         Tapi optimis aja ya dia kan artis masa mau masuk penjara gara-gara pembunuhan atau pemerkosaan. Kurang elit, harusnya kan narkoba gitu biar kece.

         “kau sudah merebut dia!!” Tao yang gak bisa mendengar isi suara hatiku yang lagi random itu kembali berujar.

         “merebut siapaaa??” ujarku bingung, ehh.. bisa-bisanya disaat genting seperti ini otak lemotku kumat.

         “wufan...” Tao menurunkan pisaunya. Fiuuhh... tapi...hah?? hah?? Apa dia bilang??

         “wufan??”

         “kau tau?? Aku baru patah hati sama namjachinguku Rey dan ingin mendekati Wufan tapi kenapa kau yang malah menikah dengan Wufan!!”

         Huaaah mulutku sukses menganga lebay saat mendengar pengakuan dari seorang Huang Zi Tao.  Dia? Rey? Wufan? Gay? Ngiikkk.. entah kiamat makin dekat atau aku yang makin dekat dengan sarang gay? Oke kedua opsi itu sama benarnya.

         “kenapa? Kau takjub? Percuma saja kau tampakkan wajah bodohmu itu. Aku takkan tertarik dengan wanita!”

         Tao bangkit dari sisiku dan langsung mendekat ke arah cermin, “kau tau? Kenapa aku membenci wanita dan menjadi gay?”

         Aku menggeleng takut-takut tapi aku penasaran.

         “ibu yang melahirkanku dan ayah yang merawatku ketika aku masih berumur 1 tahun semuanya telah tewas! Hingga akhirnya aku diasuh oleh ayah tiriku.. kau tau... aku hanya dijadikan sebagai pembantu dan pemuas napsu ayahku saat aku masih kecil!” Tao menangis dan mengusap airmatanya perlahan, “setelah ayahku meninggal karena kecelakaan aku diasuh oleh pamanku. Pamanku yang biasanya merawatku, pamanku yang dewasa dan perhatian hingga aku beranjak remaja ternyata juga menginginkan tubuhku! Bagaimana bisa aku hidup dalam lingkungan gay tapi aku bukanlah seorang gay?? Hah??!!” Tao memukul cermin di depannya sambil terus menangis.

         Sungguh tragis cerita masa kecil Tao, sangat berbeda dengan keadaan hidupku yang serba konyol ini.. mungkin lebih baik mati dalam kekonyolan ya daripada mati dengan kenistaan...

         Tao melanjutkan, “hingga aku dewasa, akhirnya aku dikenalkan pamanku dengan Rey, kita saling mencintai sampai akhirnya Rey meninggalkanku sendirian...tanpa jejak.,.sampai sekarang..” Tao balik menatapku. Wajahnya terlihat sangat kacau. Aku tahu ada luka teramat dalam yang sudah terukir di hatinya sejak ia masih kecil.

         “kau tidak mencoba membuka hatimu untuk wanita?” tanyaku memberanikan diri.

         “persetan dengan wanita! Kau tau wanita yang mendekatiku hanya menginginkan harta kekayaanku dan popularitasku saja!!” ujar Tao.

         “aku benar-benar mencintai Rey sampai dia mengenalkanku dengan dunia sekarang,. Masa depanku.. tapi kenapa ia pergi??” Tao terduduk. Ia kembali menangis.

         “tapi kan dia namja Tao....” ujarku berusaha membawa Tao kembali ke dalam akal sehatnya.

         “persetan dengan gender kalau kau bisa bahagia dengannya!” sahut Tao.
Tring...tringg...

         Perdebatan dengan dua kubu yang berbeda jenis dan berbeda pendapat ini akhirnya terhenti dengan terdengarnya bunyi bel dari luar. Tao langsung bangkit dan mengusap airmatanya. Ia mengintip dari balik jendela kamarnya.

         “dia...dia datang...” Tao setengah berbisik ketika melihat siapa yang datang berkunjung ke rumahnya. Tao berdiam mematung.

         “siapa?” aku memberanikan diri berjalan ke arah jendela kamar Tao, berharap Wufan yang datang menjemputku dan membawaku pulang dari tempat memusingkan ini, sungguh kenapa aku begitu merindukan Wufan saat ini juga?

         “Rey..” ujarnya lirih..
—TBC—
Nyahahah. Gimana ff saiiah? Aneh ya? Mohon kritik dan sarannya pokoknya demi kelangsungan ff nista ini. kkkk oia ff ini terinspirasi dari cerpen Caramello Kiss-o kesayangan saya ‘3’)/