Minggu, 17 Maret 2013

FF : One Day with Lazy Appa



Author:  Mei F.D

Main cast :

·         Wu Yi Fan/ Kris EXO M

·         Min ah


·         Dennis Kane

·         Lee Hyuk Jae


·         Other cast

Length : oneshot

Genre : married life, family, romance, comedy kriuk=_= , mesum mode on, series

PG : 17+(?) bawahan dikit(?)

Hai author datang lagi dengan segala kegajean dari keluarganya Kris dan ditengah segala mcam pemikiran yang alay ini(?)  ._.  udah gausah bacot lets cekidoooot.

Jangan lupa follow twitter ane :3 meiokris
***
Author’s PoV
             Malam yang dingin ini Kris memarkir mobilnya masuk ke dalam garasinya, hari sudah menunjukkan pukul 11 malam, Kris baru saja pulang kerja, dia langsung bergegas masuk ke rumahnya.

            Seperti biasa Kris masuk ke dalam rumah dengan cara mengendap-endap untuk mengagetkan istrinya.

            “hmmm...” Kris langsung memeluk istrinya yang duduk di sofa dengan tiba-tiba.

            Biasanya Kris akan mendapat sebuah pukulan dari istrinya karena sudah mengagetkannya, tapi kali ini istrinya tak bergeming dari tempat duduknya. Dia masih sibuk berkonsentrasi dengan drama yang ia tonton..

“baru pulang?” hanya itu yang diucapkan Minah...

“ne,lembur.. ” Kris merasa putus asa karena tak mendapat respon yang cukup memuaskan dari Minah, dia meloncat melewati sofa dan memutuskan untuk duduk di samping Minah.

“yaaakk hidung pendeeek...” Kris mulai melancarkan aksinya mencubit hidungnya Minah.

“appo!!” Minah langsung berteriak sambil terus mengelus hidungnya.

“mana Dennis?” Kris melihat keadaan sekitar sambil melonggarkan dasinya.

“sudah tidur,  Oppa... besok kan libur.. kau harus membantuku besok...”

“bantu apa?”

“membersihkan rumah Oppa~ ” Minah mulai memasang tampang memelasnya kepada Kris.

“ahh ne... tapi aku mau menonton pertandingan sepak bola dulu~” Kris langsung meraih remote di samping sofa dan mulai mengganti channel.

“tapi kau harus janji membantuku... kalau tidak kau tak akan dapat jatah makan siang” ancam Minah kepada Kris.

“iyaa pendeek...” Kris langsung mencium pipi Minah.

            “yakk!!” Minah kembali memukul Kris, kali dengan melemparkan bantal kepadanya. Tiba-tiba dia melirik bungkusan merah yang dibawa oleh Kris, “apaini?” tangan mungilnya membuka bungkusan yang dibawa oleh Kris.

Satu lusin lingerie belang macan tutul, harimau, leopard,serigala, beruang dan kucing.

“yakk !! apaini??” Minah membelalak ketika menemukan benda yang di bawa oleh Kris.

“ahh, itu dari eomma.. tadi aku bertemu dengan eomma di rumah sakit dan dia menyuruhku memberikanmu ini..”  Kris langsung meneliti setiap inci wajah Minah sambil menjilat bibirnya.

Minah merasakan atmosfer mesum langsung menyergapi dirinya, “apa yang kau lihat??”

“ani... hanya ingin....” Kris langsung merapatkan dirinya kepada Minah, dia meniup telinga Minah sambil berbisik, “kau akan terlihat jauh lebih seksi kalau memakai itu..”

Mendengar hal itu Minah langsung menyilangkan tangan di dadanya,“hentikan otak mesummu Kris ahh~~”  Minah langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Kris.

            “ya! Kau mau kemana?” mata Kris mengekori kepergian Minah.

            “aku mau tidur~~ jaljayoo~ ” Minah berkata sambil terus berjalan menuju ke kamar.

4 jam kemudian....
            “oaahhhmmm...” Kris melirik ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi dan dia belum juga tidur.

            “besok aku akan minum suplemen supaya bisa membantu Minah..” Kris berjalan menuju ke dalam kamarnya.

            “jaljayo... :** ” Kris memberikan kecupan selamat malam kepada istrinya sebelum merebahkan diri di sampingnya.

Esok harinya....

            “uhmmm...” Minah terbangun dari tidurnya, tiba-tiba dia merasakan beban berat di dadanya.

            “Kris..??” Minah mendapati suaminya sedang tertidur pulasnya dengan kepalanya yang menindih dada Minah dan tangannya yang melingkar di pinggang Minah.

            “sayang....” Minah mencoba membangunkannya dengan menepuk-nepuk pipi Kris..

            “eummm...” Kris menggeliat perlahan dan kembali tidur sambil membenamkan kepalanya ke dalam dada Minah.

            “yakk! Apa-apaan ini!!!” Minah kaget dengan perlakuan Kris, dengan susah payah dia mendorong tubuh Kris.

            “hhhh...” Kris terbangun dari tidurnya saat kepalanya menyentuh kasur, “sudah pagi?” tanyanya dengan suara parau. Matanya berusaha memfokuskan pandangannya ke arah jam dinding.

            “sudah-__-” jawab Minah singkat, dia merasa tubuhnya terasa sakit sehabis di tindihi oleh setengah dari tubuh Kris.

            “ahh..sial... padahal aku sedang mimpi indah..” gerutu Kris.

            “mimpi apa?” Minah langsung menginterogasi Kris.

            “aku bermimpi sedang bersandar di dadamu...” jawab Kris mantap.

            “Yak!! Itu bukan mimpi tapi kenyataan!!” Minah langsung mencubit lengan Kris, “aku akan membangunkan Dennis, kau harus membantuku membersihkan rumah hari ini..” Minah langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar.

            “ne sayang~” jawab Kris malas, dia benar-benar merasa sangat mengantuk hari ini..
***
            “yakk!! Dennis-ahh!!” Minah berlari mengejar Dennis yang usai selesai mandi kembali memulai aktivitas rutinnya, tak ingin memakai baju.

            “Kris-ahh kau sudah selesai mandi??” Minah terus mengejar Dennis saat ia melewati kamarnya dia kembali meneriaki suaminya.

            “.....” tak ada jawaban dari Kris membuat Minah berhenti mengejar Dennis dan langsung berjalan ke arah kamarnya.

            Brak! Saat Minah membuka pintu kamarnya, ia mendapati suaminya yang tengah asik tertidur pulas sambil memeluk guling.“Yak!! Kau harus membantuku pagi ini...”

            Minah mulai melancarkan aksinya dengan menyeret tubuh Kris secara paksa.

            Mengingat Kris jauh lebih besar daripada Minah, tentu saja Minah tak kuasa membuat tubuh Kris bergeser dari tempatnya.

            “sayang....bangun....” Minah tak kehabisan akal, dia mulai membangunkan Kris dengan cara membisikkan kata-kata itu di depan telinga Kris, tangannya halusnya mulai menyentuh hidung Kris kemudian mulai menuruni bibir dan mengusap bibirnya dengan lembut.

            Benar saja, Kris langsung bangun dari tidurnya dan menggulingkan Minah ke tempat tidur.

            “yak!! Apa-apaan ini.. ”

            “kau tadi menggodaku..” ujar Kris.

            “lepaskan aaa aku mau membersihkan rumah..” Minah mulai berontak di bawah Kris

            “Shireo...” tolaknya.

            “eommaaa!!! Kyaaaa appa tak boleh menyentuh eomma!!” Dennis yang entah datang darimana langsung memasuki arena pertandingan(?) dan langsung menjauhkan Minah dari tubuh Kris.

            “appa nakal tak boleh menindih eomma..!!” Dennis langsung memukul lengan Kris.

            “ne...ne....” ujar Kris yang menahan serangan dari anaknya sendiri.

            “nahkan...makanya kau harus mandi dan membantuku..” sungut Minah. Dia langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung membawa Dennis pergi menjauhi Kris.
***
            “eumm...” Kris duduk di atas sofa sambil terus menerus menahan rasa kantuk yang menyerangnya.

            “Kris...kau sudah mandi??” tanya Minah dari kamar Dennis.

            “sudah sayang...” jawab Kris malas-malasan.

            “masih mengantuk?”

            “ne...aku akan minum suplemen dahulu..” ujar Kris yang langsung berjalan ke dapur. Matanya berusaha mencari-cari obat suplemen di kotak obat.

            Sementara itu Minah yang masih sibuk membenahi kamar Dennis langsung teringat dengan lingerie yang diberikan ibu mertuanya.

            “dimana aku menaruh benda itu ya?” Minah berusaha mengingat-ingat tempat ia menaruh barang itu.

            Ia berjalan keluar kamar, “Kris..kau ingat tidak dimana aku menaruh.....” tiba-tiba ucapannya langsung terhenti ketika mendengar sosok suaminya yang kembali tertidur pulas di atas sofa dengan mulut menganga.

            “yakk!! Kris banguuunn aduuuhhh-___-” Minah kembali berusaha membangunkan Kris, tetap saja Kris tak bergeming dari tempatnya, jangankan untuk membuka mata, menjawab ucapan Minah saja dengan dengkuran!

            “kau benar-benar tidak akan dapat jatah makan malam ini Kris...” gerutu Minah kesal.

            “eomma!! Tada!!”

            Minah langsung mendapati sebuah kejutan yang tak kalah menarik dari anaknya. Dennis memakai lingerie bermotif leopard.

            “yakk.. apa-apaan itu.. itu punya eomma...” racau Minah.

            “ini apa eomma? Pakaiannya kayak tarzan di tipi...” Dennis mulai bergaya seperti tarzan yang kelaparan.

            “auwoo..uwoo...”

            “dennis-ahh...itu bukan punya tarzan itu punya eomma...” Minah langsung mendekati Dennis, “lepaskan sayang....”

            “shireo... Dennis mau nunjukin ini sama Nessa..” Dennis langsung berlari keluar.

            “Dennis-aahh jangan ...!!” pekiknya. Minah langsung berlari mengejar Dennis sebelum Dennis sampai meraih pintu depan.

            “kyaaaa...kyaa.... eomma tangkap Dennis lah auwoo...uwooo...” Dennis langsung berlari-lari mengitari ruang tamu..

            “Dennis.. sini!!”

            “shireoo... appa..tolong Dennis...” Dennis langsung berlari mendekati Kris dan langsung membangunkan appanya.

            “appa... banguuun... palli appa palli nanti eomma datang ke sini...” Dennis mulai mengguncang-guncang tubuh Kris namun Kris tetap saja mati suri.

            “appa... ” Dennis tak kehabisan akal, dia mengambil sesuatu di dekat tipi dan langsung menempelkannya di atas hidung Kris, “appa!! Ada cicak di hidung appa...”

            “kyaaaa!!” pekik Minah.

            “kenapa malah eomma yang takut..” gerutu Dennis kesal, ia tetap tak mendapatkan respon dari appanya, malah Kris memalingkan wajahnya ke arah sofa.

            “Dennis jauhkan mainan menjijikan itu” perintah Minah.           

            “shireo... ” Dennis langsung mulai berlari lagi dan saat Minah mencoba mengejar Dennis tiba-tiba kakinya tersandung karpet dan langsung jatuh di atas dada Kris.

            “eungg..” Kris menggeliat pelan saat Minah jatuh menindih tubuhnya, ia melingkarkan kedua lengannya di pinggang Minah, “jangan sekarang sayang..aku sangat mengantuk...” gumamnya pelan sambil terus mengeratkan pelukannya.

            “maksudmu apa Kris??!! Lepaskan..”  Minah berusaha menurunkan lingkaran lengan Kris dari tubuhnya.

            Kris tidak menjawab, ia menurunkan sebelah tangannya dan meremas pantat isterinya perlahan, “tunggu..aku tidur sebentar lagi...”

            Ngeeeng... Minah merasa ada yang tidak beres dari otak suaminya ini, ia merebahkan kepalanya di atas dada Kris dan menghirup napas perlahan, ia kehabisan napas setelah mencoba mengejar Dennis dan mencoba melepaskan diri dari Kris.

            Kring....Kring....

            “Dennis angkat teleponnya sebentar..” teriak Minah sambil terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Kris yang masih tertidur pulas.

            “auwooo....yoboseyo...” Dennis mengangkat telepon sambil terus bergaya ala tarzan.

            “............”

            “halmeoniiiii......”

            “...............”

            “ne. Appa? Appa lagi tidur di sofa”

            “............???”

            “eomma?? Eomma lagi nindihin appa..”

            “.........??!!!”

            “Dennis lihat kok .. tadi eomma teriak-teriak di hadapan Dennis terus sekarang eommanya lagi kecapekan” ujar Dennis polos.

            “hah....hah...” Minah langsung merebut telepon dari Dennis setelah ia bisa melepaskan diri dari Kris.

            “eomma...hah...hah...” ngos-ngosan ni(c)h.

            “jadi...kau melakukan itu di hadapan Dennis?”

            “ahh...ne... soalnya Kris benar-benar menyebalkan hari ini, hari ini dia berjanji membantuku membersihkan rumah tapi malah tidur seharian.” Ia kan? Aku harus membangunkan Kris yang memang sudah sangat keterlaluan ini, biar saja Dennis melihatnya. Pikir Minah.

            “dia kan masih kecil...........”

            “hah?? Maksud eomma??” Minah yang mulai menyadari arah pembicaraan ini langsung gelagapan.

            “kau bercinta di atas sofa? Di hadapan anakmu yang polos itu?? Daebak!!” teriak seseorang dari seberang telepon. Hyukjae.

            “aniyoo...bukan itu maksudnya...” sanggah Minah.

            “apanya yang bukan Minah? Tidur? Sofa? Tindih... keringat... kehabisan napas... hah....” sekarang malah Hyukjae yang sedang berbicara dengannya sambil menghembuskan napas melalui mulutnya di telepon.

            “yak!! Jangan berpikiran yang tidak-tidak Hyukjae-ssi... tadi eomma mau berbicara apa denganku?”

            “ahh itu.. dia Cuma menanyakan lingerie pembeliannya sudah kau pakai belum...”

            “hngg... belum.. aku tak sempat memakainya=_=” dustanya. Minh merasa jijik jika memakai benda aneh itu.

            “ohh.. oiya, aku mau ke sana, aku ada urusan dengan Kris..”

            “tapi Krisnya masih tidur, aku sudah susah payah membangunkannya dari tadi pagi.. kalau kau bisa membangunkannya akan kuberi kau jatah makan malam gratis hari ini...” tantang Minah, dia benar-benar kehabisan cara untuk bisa membangunkan Kris.

            “ok. Tunggu aku 2 jam lagi setelah aku menyelesaikan urusanku dengan tuan Fred...”

            “hmmm” Minah mengangguk, kemudian menutup teleponnya, matanya mencari ke seluruh penjuru ruangan.

            “Dennis?? Dennis dimana??”
***
            Sementara Minah sibuk mengangkat telepon, ternyata Dennis pergi keluar sambil menyeret bungkusan berisi lingerie dengan motif berbagai macam corak binatang itu.

            Ia –masih dengan memakai lingerie corak leopardnya—  berjalan ke rumah Nessa.

            “Nessa...main yokkk...” Dennis meneriaki Nessa.

            “Denniss....” Nessa yang merasa senang pujaan hatinya(?) datang ke rumahnya langsung melonjak kegirangan.

            “kau mau main tarzan-tarzanan tidak?” tanya Dennis sambil mengeluarkan sebuah lingerie bercorak beruang.

            “apaini?”

            “itu baju beruang punya eomma, Nessa.. kau cantik kalau memakai itu...” puji Dennis yang berusaha membujuk Nessa.

            “jinjayooo??”

            “ne..noona neomu yeppeo...” senandung Dennis.

            Nessa yang setahun lebih tua daripada Dennis pun langsung melonjak kegirangan ketika Dennis menyanyikan lagu itu padanya. Mereka pun bermain bersama di pekarangan rumah Nessa.

            “kruyuuukkk...krucukkk...” Dennis merasakan perutnya sudah berbunyi, “Nessa, Dennis pulang dulu ne...”

            “ne Dennis”

             Dennis tersenyum manis ke arah Nessa kemudian berlari keluardari pekarangan Nessa sambil menjinjing baju-baju lingerie Minah.

            “Nessa makan siang dahu.....lu..” mata ibunya Nessa membelalak melihat benda yang Nessa  kenakan.

            “Nessa...kau dapat benda ini darimana.....”

            “Nessa dikasih sama Dennis eomma, kita main tarzan-tarzanan tadi...” jawab Nessa jujur.

            Ibunya Nessa yang merasa ada yang tidak beres dengan keluarga Dennis pun langsung menyuruh Nessa masuk. Benar-benar keluarga mesum. Pikirnya.
*
            “darimana saja kamu sayang?” Minah yang masih sibuk membersihkan rumah melirik Dennis sekilas.

            “eng....Dennis abis ketiduran di dalam lemari...” dustanya. Ia tau kalau Minah akan marah kalau ia ketahuan memberikan baju tarzan itu kepada Nessa.

Tring...tring....

            “ahh.. ada tamu..” Minah langsung melepas semua pekerjaannya dan langsung berjalan menuju ruang tamu.

            Dennis pun langsung mengekori Minah di belakang.

            Tereeerereeeet...teeett.... (backsound SPY) ketika Minah membuka pintu depan dan mendapati Hyukjae datang sambil membawa sebuah kaca pembesar.

            “hai Minah...” Hyukjae langsung memainkan kaca pembesarnya dan menyorotnya di bagian dada Minah.

            “apa yang kau lakukan Hyukjae-ssi?” tanya Minah yang langsung menutupi dadanya.

            “uuhh...terlihat jauh lebih besar...” gumam Hyukjae, “hyaaah!! Apa yang kau lakukan dengan anak ini??” pekik Hyukjae begitu melihat Dennis yang masih mengenakan lingerie.

            “sudah eomma katakan berapa kali lepaskan benda itu,...” keluh Minah, ia memijat keningnya melihat kelakuan anak semata wayangnya itu.

            “sebentar... eomma..” Dennis memasang tampang muka memelas ke arah Minah.

            “dimana Kris? Kajja..aku ada urusan dengannya. Dia benar-benar masih tertidur?” tanya Hyukjae yang daritadi tak melihat Kris.

            “ne... dia tidur di kamar, aku susah payah menggotongnya ke dalam kamar.” keluh Minah.

            Hyukjae pun langsung nyelonong masuk ke dalam rumah Minah dan mencari kamar Kris, Minah dan Dennis pun mengikuti dari belakang.

“cih...menjijikan sekali..” sindir Hyukjae begitu melihat Kris tertidur dengan mulut menganga dan dengkurannya yang keras.

“padahal dulu dia jadi namja paling populer, paling perfect di kampusnya, tak kusangka dia semenjijikan ini...” gumam Hyukjae prihatin.

“dia memang seperti itu..aku bahkan tak percaya dia pernah menjadi orang terkenal di kampus” ceeletuk Minah.

“ayo kita membangunkan Kris dan mendapat makanan gratis..” ujar Hyukjae semangat

Hyukjae mulai meneliti setiap inci tubuh Kris dengan menggunakan kaca pembesar, dari ujung kaki, lutut, sampai akhirnya Hyukjae meneliti lebih spesifik di bagian kelamin Kris=__= yang tertutup oleh celana pendek Kris.

“Apa yang kau lihat?” tanya Minah bingung.

“tidak, aku hanya membandingkan seberapa kuat dia menghadapimu, ternyata...besar juga ya...hehe...” komentar Hyukjae yang langsung mendapat pukulan di kepala oleh Minah.

“fokus dengan rencana awalmu Hyukjae...” desis Minah.

“oke..” Hyukjae menurunkan kaca pembesar itu dari hadapannya, “jam berapa tadi malam Kris tertidur?”

“molla...aku tidur lebih dulu..”

“seandainya dia Cuma telat tidur, dia tidak akan semengantuk ini... ” gumam Hyukjae, dia berpikir keras, “apa yang terakhir ia makan??”

            “dia tak sarapan pagi ini saking mengantuknya, terakhir yang aku ingat tadi pagi ia meminum suplemen supaya bisa membantuku membersihkan rumah.”

            “nah!” Hyukjae menjentikkan jarinya, “antarkan aku ke dapur..”

            Minah yang masih dalam keadaan bingung akhirnya mengantarkan Hyukjae ke dapur.

            “mana obat suplemen yang biasanya Kris minum?” tanya Hyukjae.

            “di dalam kotak obat situ...” Minah menunjukkan tempat kotak obatnya. Hyukjae kembali memasang kaca pembesarnya dan mneliti setiap obat di sana.

            “aku tahu!” ujarnya.

            “apa??” tanya Minah.

            “Kris salah meminum obat, mungkin dia tadi dalam keadaan mengantuk jadi tak membaca yang mana suplemen dan yang mana obat tidur, bungkusnya sama lagi. hahha” Hyukjae terkekeh karena berhasil memecahkan misteri ini dan berhasil memenangkan makanan gratis malam ini.

            “mwoo? Jinjayo...” gerutu Minah kesal. Mereka pun kembali ke kamar Kris.

            “sudah berapa jam ia tertidur?”

            “hampir 4 jam... wae?”

            “sebentar lagi dia akan bangun karena obat itu Cuma bertahan 4 jam..” Hyukjae mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

            “sebentar lagi Kris akan bangun, siap-siap ya... hana dul set....” Hyukjae mencabut bulu kaki Kris dengan jepitan ketek yang biasa ia pakai.

            “awww....!!” Kris langsung terbangun dan langsung memukul kepala Hyukjae.

            PLETAKK!!!

            “hyuunngg!!” teriaknya, “apa yang kau lakukan disini??”

            “APPO..!!” Hyukjae mengelus kepalanya yang terkena hantaman dari tangan Kris., “aku ada urusan denganmu dan kau terus tertidur seperti itu jadi terpaksa aku membangunkanmu...” rintihnya pilu.

            “hngg...aku sudah tertidur sudah berapa lama?” Kris langsung melirik ke arah Minah yang sudah memasang wajah cemberutnya.

            “4 jam dan aku sekarang kecapekan membersihkan rumah sendirian....” sungutnya.

            “Mianhae sayang...” Kris langsung memasang tampang bersalahnya kepada Minah, sudut matanya melihat Hyukjae yang sepertinya tengah memperhatikan dada Minah.

            “apa yang kau lihat dari isteriku?? Hah?? ” Kris kembali memukul kepala Hyukjae.

            “ani...hanya semuanya terlihat lebih besar kalau dilihat dengan kaca pembesar..”
            PLETAK!!PLETAK!!PLETAK!!

            “jadi...apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?” tanya Kris kepada Minah yang masih memasang wajah cemberutnya.

            “aku capek, kau masak sendiri untuk makanmu nanti... nasi dan lauk pauk hanya cukup untuk aku dan Dennis...”

            “w...whaatt?? bagaimana denganku?” tanya Hyukjae menunjuk dirinya sendiri.

            “kau dapat jatah makan gratis masakan Kris...” ujar Minah sadis.

            “andwae...!!” lolong Hyukjae, makan masakan Kris sama saja dengan menabur racun di dalam makanan sendiri.

Tring...Tring...

            Pertengkaran mereka terhenti ketika mendengar bunyi bel dari luar.

            “eh... Ibunya Nessa... ada apa kesini?” tanya Minah begitu melihat siapa tamu yang datang ke rumahnya.

            “annyeong Dennis eomma...” Ibunya Nessa membungkuk ke arah Minah dan di sambut dengan bungkukan dari Minah.

            “mari masuk” tawar Minah.

            “ahh... tidak perlu Dennis eomma. Aku kesini hanya untuk mengantarkan ini...” ibunya Nessa menyodorkan sesuatu ke arah Minah.

            “apaini....”

            “lingerie yang tadi di bawa Dennis dan dipinjam Nessa....”

            “ohh..engg..gomapseumnida” Minah langsung menyambut bingkisan dari Ibunya Nessa.

            “ne, kalau begitu aku permisi dulu..salam untuk Dennis dan suamimu..” ibunya Nessa pun langsung memohon diri dan langsung kembali ke rumahnya.

            “ne..ne” jawab Minah.

            Awalnya Minah masih tersenyum ketika Ibunya Nessa mampir, tapi tiba-tiba senyuman itu berubah jadi seringaian dan geraman.

            BRAKK!! “DENNISSSS!!! KAU TIDAK DAPAT JATAH MAKAN DARI EOMMA!! MAKAN MASAKAN APPA SAJA!!”
           
            Dennis yang bersembunyi di kamar Kris, bersama Hyuk dan appanya langsung berpandangan satu sama lain, mereka menelan ludah.

            “sebentar lagi akan ada tiga buah makam lelaki-lelaki ganteng di pekarangan rumah ini...” gumam Hyukjae begitu mendengar teriakan murka dari Minah.
-THE END-

Bagaiman teman-teman dengan sekuel krisminah saya yang ini? aneh ya? Iya. Pulang sana /ditendang ke korea/ kritik dan sarannya jangan lupa ya ^^

4 komentar:

  1. kyaaaaaaaaaaaaaaaaa, lucu beud :))
    suka sama Kris-nya !!
    eh Hyukjae istri lo disini, klo mau meneliti pake kaca pembesar, teliti punya (?) gue aja *plaaaakkkkkk*
    keep writing thor ^_^

    BalasHapus
  2. lucu banget, aku ngakak haha :D kris di sini pervert banget ya XD

    BalasHapus
  3. lucu banget, aku ngakak haha :D kris di sini pervert banget ya XD

    BalasHapus
  4. aigoo, denis kamu polos sekali kayak aku ^.^

    BalasHapus