Sabtu, 02 Maret 2013

FF: TE AMO-RE(PART I)



Author:  Mei F.D

Main cast :

·         Kris EXO M

·         Park Minnie


·         Other cast


Length : multichapter

Genre : married life, romance, family, comedy kriuk=_= saraf , mesum mode on

PG : 17 kesamping

 Hai author balik aaaaa bikin ff yang terakhir deh ini janji pls naah author kan galau mau UN gitu aaa stres aaaa pengen refreshing mau bikin ff dulu . judulnya aneh ya? Haha iya sama kan authornya juga aneh, artinya aja gatau /ketawa erotis/ silakan dibaca aja ya. Mohon kritik n sarannya. J

Jangan lupa follow twitter aku /promosi/  meiokris


***
Minnie POV

          “Minnie.... kau ini lagi-lagi ceroboh, aku bahkan takkan bisa membayangkan kalau aku tak ada di sampingku..” namja itu langsung meraih jariku yang terluka dan langsung mengisap darahnya.

          “ini harus dihisap biar darahnya berhenti keluar.” Namja itu berkata sehabis mengisap darahku dan membuangnya(?).

          Oke sebenernya dalam hal ini aku tidak mengerti, apa hubungannya antara mengisap darah dengan berhentinya luka? Berhenti terluka karena darahnya sudah habis? Atau karena dia adalah seorang vampir? Lagi-lagi vampir-_- Minnie otakmu sudah kebanyakan menelan buku fiksi sehingga semuanya disambung-sambungkan dengan dunia real.

          Tetap saja, meskipun dia tak membuat darahku habis, wajahku tetap saja pucat, sekarang ini ada banyak sekali kasus kriminal yang pelakunya adalah orang terdekat, bisa saja kan namjachinguku sendiri sebenernya tertarik untuk mengisap darahku daripada mencintaiku apa adanya. Oke ini tidak adil. Tidak adil kalau pemikiranku tentang hal-hal tidak masuk akal ini terus berlanjut.

          Aku terus saja bercengkrama dengan ingatan satu tahunku yang masih sering kuulang di benakku, segala hal tentangnya memang sangat sempurna terekam di otakku, tapi.... mungkin aku harus belajar melupakannya. Dia sudah meninggal satu tahun yang lalu karena kecelakaan maut.... sedih..iya... jelaslah-_-

          Tapi sekarang aku harus menuruti permintaan dari halmeoniku yang sebelum meninggal beliau sudah menyiapkan selembar kertas entah itu namanya pokoknya aku harus dan wajib menandatangani isi surat itu, tentu saja karena panik aku langsung menandatanganinya mengingat waktu itu halmeoniku mengatakan akan meninggal dalam waktu 1 menit.

          Setelah aku menandatanganinya, bukannya meninggal halmeoniku langsung bangkit dan ber-Harlem Shake dengan eommaku. What? Ini adalah drama-__- ya ini adalah drama yang dibuat oleh halmeoni dan temen halmeoniku yang berniat menjodohkan aku dengan cucu kandungnya.

          Seorang penerus perusahaan ternama di Korea yang terkadang juga merangkap sebagai artis yang cukup terkenal, dalam hal ini tentu saja aku bahagia, bahagia karena aku sudah jatuh cinta dengan statusnya, siapa sih gadis yang tak tergiur dengan hal ini?

          Tapi... itu hanya berselang beberapa menit setelah aku kembali menyimpang dengan segala hayalan bodohku, pemilik perusahaan?

Ya, setidaknya aku pernah melakukan observasi di beberapa kawasan elite dengan jumlah penduduk yang banyak, aku melongok dari dalam busku dan menemukan mobil-mobil mewah lewat di samping busku, tentu saja otak pemburu lelaki ganteng ku kembali beraksi, tapi bukannya aku menemukan lelaki-lelaki ganteng....aku malah menemukan perut perut buncit,tubuh-tubuh gemuk, dan hidung berbelang macan-__- tidaaaaak-_- hal ini tentu saja membuat “pemilik perusahaan” dicoret dalam kamus besar percintaanku.

          Kedua, selebriti papan atas? Yah, dalam hal ini halmeoniku memberikan clue kalau suami-ku sudah ditarik keluar dari dunia hiburan dikarenakan gosip miring yang menerpanya. Dalam hal ini aku sudah mengecek televisi beberapa hari ini dan menemukan Kang Ho Dong yang sedang ribut diberitakan. MWOO?? Bisa saja kan Kang Ho Dong atau lelaki sejenis dia yang akan dinikahkan denganku. Oke kata selebriti dicoret.

          Ganteng? Ya, tentu saja para halmeoni dan eommaku sudah pasti mengatakan kalau ia ganteng, itu merupakan penambah poin plus terhadap kecintaanku dengan suamiku kelak. Setahuku lebih mudah mencintai namja ganteng karena kau tak perlu sakit mata untuk bisa beradaptasi dengannya wajahnya. Tapi.....

          Oke, aku juga kembali melakukan penelitian dengan terjun langsung ke dunia per-gay-an maya dan menemukan namja-namja ganteng bin kece sedang bermesraan dengan seorang namja imut! Aaaaaa!! Entah dunia ini sudah terbalik atau otakku yang sudah kehabisan cairan?

Dan yang semakin membuatku stres adalah aku bahkan belum pernah melihat wajah suamiku sendiri. WAJAH SUAMIKU SENDIRI!!!

          Waktu pernikahan, mataku dan mata suamiku ditutup dikarenakan agar aku tidak lari dari segala macam pernikahan setengah cinta itu.setengah cinta karena aku tidak tau perasaan suamiku terhadapku, bisa saja dia langsung jatuh cinta karena suaraku. Oh iya, pendetanya juga ditutup matanya dikarenakan alasan khusus. Demi Tuhan, aku bahkan sempat mengira suamiku ini adalah seorang transgender!! HIIII!!!

          “sudah siap? Mulai sekarang kau akan tinggal disini...” ibuku menunjuk sebuah rumah berukuran sangaaat besar.

          “ne...” jawabku lemah, berhubung aku akan melanjutkan kuliahku diluar kota, jadi aku harus tinggal disini, ini yang juga menambah alasan halmeoniku menjodohkanku dengan namja itu.

          Aku langsung menurunkan koperku dan berbalik menghadap rumahku. Rumah mewah tapi aku tak bisa membayangkan apa yang akan membuatku nyaman. Bagaimana kalau malam tiba rumah itu berhantu? Atau ada makhluk-makhluk aneh yang berkeliaran di sekitarnya??

          “eomma...bagaimana kalau....” aku langsung menghentikan ucapanku ketika menengok ke belakang, mobil eomma ku sudah hilang! Bagaimana ini??

          Tiba-tiba aku merasakan ponselku berdering. Sms dari eomma.

          From: Eomma
        Hei! Eomma tak ingin mengganggu kau dengan suamimu jadi eomma membiarkanmu saja sendirian. Hwaiting!

Hah?  Hah? Hah? Sendirian? Eomma? Kau? Tidak? Ingin? Melihat? Anakmu? Untuk? Terakhir? Kali? Hwaaa aku sudah memikirkan kalau ini adalah hari terakhirku hidup di dunia, bisa saja namjaku ini seorang yang suka menganiaya istrinya sendiri?

Bagaimana kalau dia seorang biseksual? Kudengar gosip miring yang menimpanya itu karena ia seorang gay?? O.O

Bagaimana kalau dia mengidap Sindrom Down?

          Aaaaaaaaa Tuhan tolong akuuu;___;

Aku langsung mengumpulkan kekuatan bundadariku dan langsung berjalan menuju ke dalam rumah baruku.

Tok...tok....tok... aku mengetuk perlahan pintu depan rumahku.

          “ne..”

aku mendengar sebuah jawaban dari dalam...deg-deg-deg...

“nuguya??”

Sebuah pertanyaan langsung menyerangku saat seorang namja tampan nan seksi menggoda membukakan pintu untukku,  aku langsung kehilangan suara, darahku sudah berhenti mengalir dan jantungku sudah merosot ke pankreas....

          Bukan... bukan karena dia ganteng...

Bukan... bukan karena dia menawan..

Bukan... bukan karena dia adalah artis dan aku adalah seorang fansnya...

Tapi... dia adalah Ryu!! Aku pingsan aaaaaa.

BRUKK!!

Kris POV
           Aku mendengar seseorang yang mengetuk pintuku, nuguya?

          “ne..”

          Aku membukakan pintu untuknya dan melihat seseorang dengan segala hal yang biasa-biasa saja dari dirinya alias dia bukan dari kalangan entertainmen datang ke rumahku.

          “nuguya?”

          Aku melayangkan sebuah pertanyaan kepadanya, bukannya menjawab pertanyaanku dia malah berdiri mematung ketika melihatku. Fansku kah? Cih. Aku tidak tertarik dengan yeoja.

          BRUKK!! Tiba-tiba saja dia limbung dan jatuh tepat di depanku, dia pingsan?? Merepotkan saja!  Aku terpaksa menangkapnya dan memapahnya masuk ke dalam. Cih. Trik murahan untuk bisa jadi detektifku? Setelah dia sadar aku akan segera menendangnya dari dalam rumahku.

          Tring! Aku mendengar bunyi sms dari handphoneku. Sms dari halmeoniku.

         From: Halmeoni
Wu Fan! Kau harus menelponku sekarang! Pulsaku sudah habis, kalau kau mau selamat, cepatlah telp aku sebelum kerang ajaib murka kepadamu..

Yak! Halmeoni pecinta kartun ini masih saja menyangkutkanku dengan segala hal yang berbau Spongebob...

Aku langsung menekan speed dialku yang langsung menyambungkanku dengan halmeoniku.

Tuuut...“Wu fan! Kau sudah menerimanya? Perlakukan dia dengan baik!”

“hah?” otakku terasa sangat lambat mencerna apa yang dikatakan halmeoniku.

“itu! Dia! Dia adalah Minnie! Istrimu!” aku mendengar bentakan halmeoniku yang mempunyai hobi membentak itu-__- menurutnya, bentakan adalah sebuah ungkapan rasa kasih sayang. Entah... kalimat itu didapatkannya darimana...

“hah?” aku langsung melirik ke arah yeoja yang ternyata sudah menyandang status istriku itu...

“hah? Hoh? Hah? Hoh? Pokoknya kau harus merawatnya dengan baik dan berikan aku cicit yang manis”

          “HAH?”

TUT..TUT...TUTT... oke aku akan ber hah hah ria dengan diriku sendiri, aku langsung kembali ke arahnya dan menemukan keadaannya yang cukup acak-acakkan, bahkan kemejanya sudah setengah terbuka, apa dia hobi membuka pakaiannya sendiri?

Aku langsung bergegas ke arahnya dan langsung mengancingkan bajunya, nanti aku malah dikira sudah melakukan hal yang tidak-tidak-__-

Usai mengancingkan baju istriku itu aku langsung berlari ke kamar dan berkaca.

“Wu fan...kau adalah seorang namja tampan, kenapa kau harus bersanding dengannya di gereja yang sakral itu?” aku bergidik membayangkan diriku yang bersanding dengan dirinya yang ternyata sangat jauh berbeda dengan dugaanku.

Deg...deg...deg... aku merasakan detak jantungku yang bertalu-talu. Seingatku, aku tak pernah deg-degan melihat paha-paha mulus artis papan atas seperti SNSD atau melon menggoda milik Ailee, kenapa saat melihat bentuk tubuh I-line seperti dia jantungku langsung bertalu-talu.

Oh iya, jangan langsung menarik kesimpulan aku jatuh cinta dengannya, bukannya tadi aku dengan susah payah memapahnya ke atas sofa? Jelas saja detak jantungku berdetak lebih kencang karena insiden mengejutkan tadi-__-

Sekarang bagaimana cara aku membangunkannya? Aku mondar mandir mencari sesuatu yang bisa untuk membangunkannya.

Tring! Aku menemukan sebuah ide, sebuah benda nista yang teronggok beberapa minggu karena aku sibuk dan tak sempat mencucinya, aku mengambil benda itu dan mengibas-ngibaskannya di depan wajah wanita I-line ini. Minnie? Ah ya Minnie Monroe(?)

“eungg....” yeoja itu menggeliat pelan dan wajahnya berkerut. Perlahan dia membuka matanya, bukannya dia marah-marah saat melihat sebuah kaos kaki tergantung di depan wajahnya, ketika melihat wajahku, dia kembali pingsan.

“yak!! Jangan pingsan!!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.

Tiba-tiba Minnie Monroe langsung bangkit dari posisi pingsannya.

“kau bukan Ryu ! ” tudingnya.

“memang! Aku Wu fan!”

“aku tidak menanyakan namamu!”

“bodoh! Tapi kau menuduhku Ryu!”

Minnie langsung menatap tajam ke arahku dan meraih ponselnya.

“eomma? Kenapa wajahnya seperti Ryu....” bisa kulihat wajahnya berubah dan butiran kristal bening mengalir di pipinya.

“MWOO?? DIA KEMBARAN RYU??”

“MWOOO?? DIA SANGAT BERBEDA DENGAN RYU EOMMA!!”

Ahh... yeoja ini ternyata sangat tangguh rupanya, kupikir dia akan menangis seharian setelah mengingat hubungan dia dengan Ryu, saudara kandungku yang tak kukenal itu.

Aku dan Ryu memang tak pernah saling kenal, Ryu diadopsi oleh keluargaku yang lain karena tak memiliki anak, kebetulan keuangan keluarga waktu itu sangatlah tipis dan takkan sanggup mengurus kedua bayi sekaligus...

Hingga sekarang, berkat kerja keras dari seluruh keluargaku, aku bisa hidup dengan nyaman sebagai seseorang yang terpandang dan kaya...

Yeah, setidaknya aku tak begitu kaget mendengar reaksinya, karena aku cukup tau silsilah keluargaku.

“kau suamiku?” tanya Minnie saat ia menutup ponselnya.

“bukan, aku pembantumu...”

“terus suamiku siapa?” tanyanya dengan wajah bingung, haduh otak pentium I memang susah diajak kerjasama.

“ya jelas aku lah!! BODOH!!Cerna dulu semuanya baru dipercaya!!”

“tak usah teriak-teriak begitu kepadaku!!” Minnie malah balas meneriakiku.

“karena kau memang pantas diteriaki!!” ujarku gusar. Benar-benar ya melayani istri baruku ini semuanya dilakukan dengan menggunakan urat, urat otak dan urat pita suara(?)

Minnie Monroe mendelik kesal ke arahku, dia langsung meraih ponselnya dan langsung bertanya, “siapa namamu?”

“Wu fan.. kenapa kau menanyaiku?”

“nama panjangmu!!”

“kau tidak mengatakannya dengan lengkap. Wu Yi Fan!” terangku lagi.

“not found. Nama panggung?” tanyanya lagi, aku melirik kesal ke arahnya. Maunya apa sih?

“Kris”

“Kris Wu Fan.... hmmmm....” dia langsung mengutak atik ponselnya, “done”

“apa?” tanyaku lagi.

“tidak, hanya mengecek data diri suamiku saja dari internet...setidaknya aku bisa sedikit mengenal sosok artis kurang ajar sepertimu..”

“sial.” Umpatku, tiba-tiba ponselku berdering, “yoboseyo?”

“yak wu fan ,halmeoni sudah membeli pulsa, cepatlah kau berikan ponsel ini kepada Minnie”

“nih...halmeoni ingin berbicara denganmu..” aku menyodorkan ponselku kepadanya.

“ini bisa meledak tidak?”

“menurutmu??” tanyaku lagi, anak ini benar-benar ya-_-

Minnie langsung meraih ponsel dari tanganku dan langsung berbicara dengannya.

“MWOO?? AKU HARUS SEKAMAR DENGAN DIA??”

“APA?? SEMUA KAMAR SUDAH DI TUTUP???”

“HAH?? EOMMA SUDAH MENUKARKAN ISI KOPERKUU???!!”

Lagi-_- aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana halmeoniku dan Minnie Monroe ini bersatu, mungkin aku sudah tuli karena mereka, hebat sekali mereka saling telepon saja suaranya sudah nyaring membahana, bagaimana kalau bertemu langsung?

Usai latihan vokal dan adu urat antara Minnie Monroe dan Nori halmeoniku, Minnie langsung mengembalikan ponselku.

“basah...” dengusku sambil mengelap screen handphoneku dengan tisu.

“Sini biar aku bersihkan”  Minnie mencoba bersikap manis kepadaku, tapi gagal. Cih menjijikan.

“tidak usah, aku bisa membersihkannya sendiri, nanti handponeku semakin teroksidasi dengan gas mulut beracunmu..” terangku.

Minnie POV
          Aduh. Sistem kerja otakku berjalan agak sedikit lambat ketika berada di dekat namja ini. kenapa? Balik ke topik awal, dia kaya, artis, dan ganteng, lebih tepatnya gantengnya kelewatan karena dia mirip dengan Ryu, bahkan yang ini cetakannya lebih bagus daripada wajah Ryu. Sindrom namja ganteng pun kembali menyerang. Bagaimana pun juga aku adalah seorang gadis yang sudah lama single dan sekarang mempunyai suami dengan akreditas A. Eh bukan, B mungkin, jelas saja-_- dia kasar, sangat berbeda dengan Ryu yang rupawan tiada cacat di mataku, meskipun dia lebih kurang dari segala hal yang Wu fan miliki tetap saja aku merasa Ryu sempurna.

          Aku merasakan hawa panas menyerang tubuhku, ya, setelah senam urat dengan halmeoninya wu fan, aku merasa capek dan harus segera mandi, jelas saja aku membongkar isi koperku dan menemukan seperangkat pakaian dalam menjijikan, kau tau sekarang isinya apa? Lingerie berbagai bentuk dan corak dari corak kumbang sampai macan tutul!

          “INI APA??!!” aku kembali berteriak histeris melihat isi koperku.

          “duh shut up ur mouth-__-”

          “bagaimana bisa aku berdiam diri dengan keadaan pakaian yang serba kekurangan kain ini??” aku mulai berfantasi aneh lagi. Biasanya di cerita dewasa yang biasa disodorkan teman sepermainannya, yeoja dengan pakaian minim seperti ini akan membuat iblis-iblis berdatangan dan membuat sang namja menjadi bergairah.

          Eh tapi....dia kan namja ganteng, maksudku aku akan kehilangan segala keperawananku di tangan seorang namja ganteng kaya bin sangar ini, apalagi dia sekarang telah menjadi suamiku.

          Ya!! Park Minnie kenapa otakmu mesum begini? Kenapa semuanya jadi tidak sinkron? Maksudku, ada beberapa kemiripan dari Ryu yang juga tergambar jelas di Wu fan. Terus? Hatiku ini maunya apa? Apa aku jatuh cinta? Bukankah wajar deg-degan di hadapan orang yang sebentar lagi akan melihat setiap inci bagian tubuhmu? Tapi aku belum siaaap aaaaa demi kartun one piece dan segala isinya, dia benar-benar membuatku binguuung.

          “pakai saja, lagipula aku tak akan tertarik dengan tubuhmu...” ucapnya acuh sambil terus membaca buku,

          “hmm ya ya ya, berarti gosip tentangmu itu benar.”

          “gosip apa?”

          “gay...” aku langsung pergi ke kamar mandi dengan handukku.

          Aku berjalan ke arah kamar mandi di dalam kamarnya, yah meskipun dia akan melarang tapi biarlah. Toh aku kan sudah menjadi istrinya, menjadi istrinya.

          Aku menanggalkan pakaianku dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Hah? Apa ini? bagaimana cara menyalakannya? Aku melihat kearah sebuah box atau apalah namanya tergantung di atas kran.

          “duh bagaimana ini?? bagaimana cara menyalakannya?” aku bingung melihat tombol apa yang harus kutekan untuk bisa mengeluarkan air.

          “jangan bilang kau tidak bisa menyalakannya...” aku mendengar suara ejekan dari luar. Cih wu fan-__-

          “jangan masuk!!” aku langsung bergegas mengambil handuk untuk membalut tubuhku.

          “ooo baiklah aku akan keluar” wu fan yang entah datang dari pintu mana sudah menyembulkan kepalanya di balik dinding kamar mandi yang cukup transparan.

          “aaa jangan!!” larangku.

          “buka pintunya, bodoh!!”

          Aku membuka pintu dan membiarkan wu fan masuk dan menyalakan kran air untukku. “begini saja tidak bisa.” Ejeknya sambil melirik sekilas ke arahku. Bukan...ke dadaku.

          “apa yang kau lihat??” tanyaku berang.

          “dada rata....” ujarnya datar.

          Aku hanya bisa menganga lebar saat ia dengan tulusnya mengatakan hal itu, benar-benar ya rasanya aku akan menyiram otaknya dengan air panas..

          Wu fan langsung meninggalkanku dan membiarkanku mandi.

Author’s POV

          Wu fan langsung meninggalkan Minnie dan membiarkannya mandi. Di luar Wu fan kembali berkaca.

          “kenapa tak ada sesuatu disini?”  Wu fan meletakkan tangannya di dadanya, sudah berapa tahun dia tidak pernah merasakan sengatan listrik di tubuhnya, sebenarnya dalam hal seksi dan gairah, dia memang sudah terbiasa dengan hal itu, Wu fan sudah bolak balik dunia entertainment dan sudah melihat ratusan bahkan ribuan paha mulus dan payudara montok di hadapannya, memang tubuh Minnie cukup menggairahkan tapi tetap saja Wu fan berusaha mati-matian untuk membuktikan bahwa dia memang tidak menyukai wanita itu.

          Sudah beberapa tahun sejak kematian Mei Li dia tak juga menemukan sosok pengganti, kalau di lihat dari segala macam kelakuan yang di ciptakan si Minnie, jelas itu berbanding terbalik dengan Mei Li yang anggun dan sopan.

          Tapi, kedatangan Minnie membuat kejutan listrik tersendiri dalam hidupnya, dia berbeda.. hanya saja Wu fan belum menyadarinya. Kalau saja ia tidak jatuh cinta dengan foto Minnie, mana mungkin dia akan menerima Minnie menjadi istrinya?

          Wu fan memang sudah melihat foto istrinya, bahkan dia sudah melihat album pernikahan dia dengan Minnie, hanya saja kedatangannya yang secara tiba-tiba cukup membuat Wu fan melupakan wajah istrinya sendiri!

          “Mei Li....” Wu fan melihat sesosok bayangan yang muncul di cermin, bayangan Mei Li sekarang semakin kabur di benaknya, Wu fan sudah terlanjur mati rasa gara-gara yeoja ini, semenjak kematiannya yang secara tiba-tiba Wu fan memang benar-benar seperti mati hati dan mati rasa, hatinya sudah kebas untuk bisa merasakan getaran cinta yang lain.

          Semenjak dia menerima tawaran main film bertema percintaan sesama jenis, dia memang acapkali di timpa gosip miring tentang hubungan dia dengan Huang Zi Tao, mengingat Wu fan tak pernah terlihat menjalin kasih dengan yeoja.

          Apalagi, kemurkaan halmeoninya langsung memuncak ketika Wu fan di beritakan sebagai lelaki paling banyak diincar oleh bangsa gay di seluruh dunia. Tentu hal ini yang membuat halmeoninya ingin langsung menikahkan Wu fan dengan yeoja agar bisa menampik berita itu, meskipun belum dipublikasikan secara resmi karena hanya menikah tanpa cinta.....

          Wu fan terus berusaha mengingat wajah Mei Li, kekasih pertamanya sejak mereka masih di bangku sekolah menengah atas. Tiba-tiba bayangan itu langsung berganti dengan bayangan sosok Minnie yang keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk.

          Mata Wu fan membelalak melihat apa yang ia bayangkan, kenapa dia malah membayangkan Minnie Monroe itu hanya menggunakan handuk?

          “yak!! Jangan membelalak seperti itu!”

          BYAR!! Bagai sebuah kaset yang diputar dengan alunan lagu jazz sekarang langsung berganti dengan kaset lagu rock-__- Ternyata itu kenyataan bukan bayangan.

          Wu fan langsung saja mengembuskan nafasnya perlahan, “cih, jangan berpikir aku tertarik padamu Minnie Monroe!!”

          “sudah kukatakan namaku Park Minnie!”

          “aku tak mendengarnya.”

          “Bodoh!” Minnie langsung berbalik ke arahnya dan langsung mengacak-acak kopernya.

          Usai Minnie menemukan tshirt transparan dan hotpants hitam yang jauh lebih pantas daripada lingerie bercorak itu, dia kembali berbalik ke arah Wu fan yang menyandarkan diri di ranjang sambil membaca buku.

          “apa?” tanya Wu fan yang merasa sedang diperhatikan, “kau ingin aku memasangkan bajumu?”

          “bodoh!! Harusnya disaat seperti ini kau keluar!” bentak Minnie.

          “apa hakmu?” tanya Wu fan lagi sambil terus berkutat dengan bukunya.

          “karena aku yeoja dan kamu namja! Kau tak boleh melihat tubuhku!!”

          “jangan lupakan hak seorang suami terhadap istri, Nyonya Wu...” Wu fan menekankan panggilan Nyonya Wu kepadanya.

          Minnie hanya bisa terdiam sambil menggigit bibirnya, seandainya saja dia berlari keluar rumah atau memanjat pohon, bangunan sampai tebing yang curam pun mungkin takkan ada yang mau membelanya, mana ada orang yang melarang seorang suami melihat dan menikmati tubuh istrinya sendiri??

          “kalau begitu kau harus menutup matamu!!” suruhnya lagi.

          “hmmm...” Wu fan langsung menaikkan buku yang ia baca sejajar dengan matanya.

          “jangan mengintip!” bentak Minnie.

          “.......” Wu fan kembali berkutat dengan bukunya, dalam hatinya pikirannya terasa semakin berkecamuk, dia benar-benar bingung, kenapa saat melihat tubuh seksi yeoja lain dia tak merasa deg-degan..? kenapa saat mendapatkan peran sebagai seorang gay bersama dengan Tao dia merasa sangat deg-degan? Ah seandainya dia bukan seorang artis mungkin dia sudah benar-benar pergi ke psikolog.

          Tiba-tiba muncul ide jahil dari Wu fan, dia ingin mengecek getaran sinyal cinta yang ia dapat dari Minnie, dia mulai munurunkan buku dari hadapannya dan terpampanglah sosok polos Minnie yang masih sibuk menggunakan branya.

          Ahh~ tiba-tiba rasa malu mulai menyergapi Wu fan,dia kembali menaikkan bukunya dan mengecek keadaan jantungnya.

          “normal.”

           Lagi. Dia mengecek keadaannya adik kecilnya di balik celana pendek yang ia kenakan.

          “stabil.”

          Hmmm. Wu fan masih berpikir keras tentang keadaan dirinya, apakah dia benar-benar sudah mati rasa atau dia benar-benar seorang gay?

***
          Aaaa jelek yaaa ia?? Waaa iya gapapa deh aku kangen nulis soalnya ntar kalo banyak yang minta lanjutin ff nya aku lanjutin ‘3’)/ tapi nanti...aokaok.... tring! /menghilang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar