Minggu, 11 November 2012

FF: At Least I Still Have You part 1-2


  Cast :
·         Kris EXO M / Wu Fan
·         Bang Min Ah
·         Aleyna Yilmaz
·         Other cast

Genre :
Romance, PG 15

Hai ‘-‘ author baru nih-_,- nyoba buat bikin ff.. hakhak mian kalo jelek, soalnya ini jg terinspirasi dari RP _-_ lagipula sebenernya ini FF lebih mengutamakan ceritanya daripada yadongnya. Sebenarnya ff ini didedikasikan(?) untuk ex-couple di RP yang hilang entah kemana -_-v maaf jg kalo ffnya kepanjangan _-_ , kalo responnya bagus bisa dilanjutin...
Dont bashing me if u dont like ma ff. It’s just for fun.. happy reading all ^^


Minah POV :
                Aku membolak-balik halaman dari sebuah novel yang daritadi kubaca, pada akhirnya aku menutup novel itu dan menghela nafas panjang. Aku bosan.
                Aku melihat ke arah appaku yang sedang terbaring lemah, appaku sedang tidur, akhir-akhir ini dia mengeluhkan kalau sakit jantungnya kambuh. Mau tak mau aku harus membawanya ke rumah sakit di kotaku, Busan. Aku sangat mencintai appaku karena aku hanya tinggal bersama appaku di sebuah apartemen sederhana, ibuku sudah lama meninggal.
                Aku menengok ke luar, dari balik jendela rumah sakit mataku menangkap sesosok namja bertubuh tinggi dan tegap sedang memandang ke arah taman, sudah 3 hari ini aku melihat namja itu selalu duduk di taman sendirian, kadang bermain bersama seorang bocah kecil di bawah pohon.
                Siapakah yang dirawat di rumah sakit? Istrinya kah? Batinku berbisik.
                Aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman dan berniat untuk melihat lelaki itu lebih dekat. Aku duduk di sebuah bangku panjang  dan memperhatikan namja itu lebih detail. Kulitnya putih dengan tubuh tegap dan tinggi, hidungnya sangat mancung dan alis tebalnya tercetak jelas di atas matanya, oh matanya sungguh tajam. Siapakah namanya? Aku tenggelam dalam lamunanku. Tiba-tiba tanpa sengaja aku menggerakkan kaki dan seseorang menyandung kakiku, aku tersentak kaget. Sejenak kulihat seorang bocah kecil menangis di sampingku, aku berusaha menenangkannya.
                “ahh..mian adik kecil, aku tidak melihatmu” aku membantu bocah itu berdiri, namun tiba-tiba sebuah lengan mencengkram tanganku.
                “apa yang kau lakukan padanya?” Aku terkejut dan melihat namja itu berdiri di sampingku, dia membantu anak kecil itu berdiri.
“Aleyna , kau tidak apa-apa huh?” tanyanya sambil membersihkan pakaian anak kecil itu. Anak kecil itu terus menangis.
                “mi..mianhaeyo...” aku memohon maaf dengan terbata. Namja itu melirik ke arahku, namun ia tidak menjawab dan menggendong bocah kecil itu pergi.
                Aku terduduk lemas di bangku taman, entah kenapa jantungku berdegup kencang. Aku takut namja itu akan membenciku karena menyakiti adiknya, atau anaknya itu. Oh Tuhan.. aku harus minta maaf sampai ia memaafkanku. Batinku.
                “sedang apa kau disini?” aku mendengar sebuah suara, lantas aku memalingkan mukaku mencari sumber suara, ternyata namja itu duduk di sampingku sambil meneliti setiap inci mukaku. Aku tersipu malu dan menundukkan muka.
                “a..aniyo..a...aku hanya berjalan-jalan disini..kebetulan appaku sedang tertidur” aku terus menundukkan mukaku. Tak ada jawaban. Aku memberanikan diri memalingkan muka dan menatapnya. Ternyata namja itu daritadi hanya menatap mukaku saja. Apakah aku terlalu jelek sehingga dia terus-terusan melayangkan tatapan menusuk itu kepadaku?
                “w...wae?” tanyaku gugup, “kenapa kau terus-terusan melihat ke arahku?”
                “kau juga kenapa daritadi terus memperhatikanku?” tatapnya dengan senyuman mengejek.
                Aku semakin gugup. Ternyata dia melihat aku melakukannya. Aku tidak menjawab.
                “apa kau salah satu fansku di kampus? haha” namja itu tertawa sambil melayangkan pandangannya ke arah taman. Lagi-lagi aku kaget dibuatnya. “kau..benar-benar...tidak cukupkah kalian terus-terusan mengikutiku di kampus? Huh? Tidak adakah lagi pekerjaan yang kalian lakukan selain menguntitku?”
                Aku tertegun mendengar ucapannya. Bagaimana bisa aku menjadi salah satu fansnya sedangkan aku baru saja melihatnya beberapa hari ini. Mataku merah, aku tersinggung. Aku langsung berdiri. “maaf tuan, aku hanya melihatmu bukan berarti aku adalah salah satu fansmu di kampus, aku bahkan tidak tau siapa namamu dan dimana kampusmu!!” mataku berair menahan amarah dan pergi meninggalkannya sebelum ia membalas ucapanku.

Kris POV :
                Aku melirik gadis yang tiba-tiba berdiri, matanya merah dan berair. “maaf tuan, aku hanya melihatmu bukan berarti aku adalah salah satu fansmu di kampus, aku bahkan tidak tau siapa namamu dan dimana kampusmu!!” aku terperanjat. Baru kali ini aku dibentak. Mataku mengekori sosoknya yang perlahan menghilang masuk ke lobby rumah sakit.

11 p.m

                Aku merebahkan diri di kamarku. Pikiranku melayang mengingat kejadian tadi siang, siapa gadis itu? Apa aku melukai hatinya? Hanya dia...hanya dia wanita yang berani membentakku. aku menyapukan pandanganku ke sudut kamar. Dia bukanlah fansku.
                “Wufan oppa...” sebuah suara manja mengusik pendengaranku. Ahh.. aleyna.
                “ne sayang, waeyo?” aku memangku Aleyna, sepupu kecilku dan mencium pipinya.
                “oppa... tadi pas yina di lumah cakit.. yina didatengin.. cama kaka yang tadi” Aleyna membenamkan mukanya di dadaku, “dia minta maaf cama yina, tadi kami mayah belteman..”
                Tubuhku mengeras, aku semakin merasa bersalah kepada gadis itu, “siapa namanya? Siapa yang sakit?” aku bertanya sambil membelai rambut Aleyna.
                “namanya Minah tadi yina liat dia cedang menyuapi appanya” jawab Aleyna polos.
                Minah.. nama yang cantik, batinku. Sepertinya aku harus benar-benar minta maaf sama dia, tapi..seumur-umur aku tak pernah memohon maaf kepada siapapun, bahkan kepada wanita-wanita yang sudah kukecewakan.
                Arrgghh.. aku terus bergelut dengan batinku. Aku melirik kepada sepupuku yang cantik ini, dia sudah tertidur, kugendong tubuhnya dan mengantarkannya ke kamarnya. Ya, Aleyna tinggal bersamaku dan kedua orangtuaku di rumah. Orangtuanya sedang berada di luar negeri.
***
Esoknya Kris kembali duduk di bangku taman dan mendapati Minah sedang duduk di bawah pohon, mulutnya terlihat sedang menggumamkan sesuatu, Kris ingin mendekatinya namun batinnya mencegahnya, tanpa pikir panjang lagi Kris langsung membuang semua gengsinya dan berjalan mendekati Minah, sebelum dirinya sempat menyentuh bahu Minah, Minah sudah berdiri dan berbalik ingin pulang, namun langkahnya terhenti saat melihat Kris.

Minah POV:
                “Ya, namja bodoh itu, aku harap aku tidak bertemu dia hari ini, bagaimana mungkin aku bisa menjadi fansnya di kampus sedangkan aku saja tidak bisa kuliah, seandainya aku kuliah pun aku akan mengejar semua mimpi-mimpiku dan aku tidak akan mengejar namja yang sok itu..grrr” aku menggertakkan gigiku saking kesalnya, aku ingin pulang ke kamar appaku sebelum namja itu menemuiku disini.
                “Ya!!” aku memekik kaget saat melihat namja itu berdiri di depanku. Dengan cepat menguasai diriku dan berjalan menghindarinya, namun tangannya kembali mencengkram lenganku, “Ya!! Apa yang kau lakukan??!!” aku berusaha melepaskan lenganku namun tangannya semakin kuat mencengkram lenganku.
                “aku ingin berbicara denganmu” katanya dingin.
                “mau menuduhku apa lagi tuan-sok-tau? Apa kali ini kau akan menuduhku menguntitmu sampai ke kamarmu? Huh?” emosi kembali menyelimutiku.
                “panggil aku Kris, Minah..” wajahnya mendekat ke wajahku dan bisa kurasakan hembusan napasnya di wajahku, matanya menatap tajam ke arahku, “aku hanya ingin minta maaf sudah berlaku kasar kepadamu nona Minah”
                Aku seperti tersihir saat melihat ke arah matanya, bagaimana mungkin dia tau namaku? Kris? Namanya kris? Aku...aku....
                “wae? Kau terpesona melihat wajahku? Huh? Jangan tunjukkan muka bodoh seperti itu lagi, haha” Kris menjauhkan mukanya dari hadapanku sambil terkekeh. Mukaku terasa panas karenanya, aku mendorong tubuhnya kuat-kuat dan pergi meninggalkannya. Sayup-sayup masih kudengar suara tawanya.
***
                Sejak saat itu Minah semakin sering bersama dengan Kris, meskipun tiada hari tanpa bertengkar, namun Minah menyadari kalau dia mulai menyayangi Kris. Minah baru saja mengetahui kalau Kris adalah anak pemilik rumah sakit ini, dan salah satu dokter yang menangani pengobatan ayahnya adalah ayahnya Kris, Minah sangat mengenal dokter itu, Dr. Fred Lee. Seorang dokter kelahiran Canada yang terkenal sangat ramah kepada para pasien dan dermawan, namun mempunyai anak semata wayang seperti Kris yang justru sangat membenci rumah sakit dan hal-hal yang berbau kesehatan, bahkan dia mengambil jurusan yang jauh dari hal-hal yang berbau kesehatan. Meskipun begitu, Kris cukup pandai untuk mengobati orang sakit dan memberikan resep kepada orang karena orangtuanya terus menerus mengajarkan hal itu kepadanya.
                Tak terasa sudah 2 minggu ini Minah tinggal di rumah sakit, uang tabungannya sudah semakin menipis, sekalipun Kris sudah membebaskan biaya perawatan ayah Minah namun Minah tetap menolak dan bersikeras membawa ayahnya pulang ke apartemen mereka.
                “kau yakin ingin pulang ke rumah?” tanya Kris.
                “ne” jawab Minah mantap, “aku bahkan sudah menemukan tempat kerja untukku.”
                “aku tak tau rumahmu dimana” Kris memandang lurus ke depan tanpa melihat wajah Minah, “dan...kau bekerja dimana?”
                “hmm.aku bekerja di sebuah cafe di dekat apartemenku” Minah menghela nafas panjang, “umm..untuk apa kau menanyakan apartemenku?? Kau ingin mengunjungiku? haha” Minah tertawa sambil melirik Kris yang terdiam di sampingnya.
                “huh? Cafe? Jelek sekali. Aku bilang kau tak usah bekerja disana, aku sudah membebaskan biaya perawatan ayahmu.. yah tapi itu semua terserah kau saja, aku bukan siapa-siapamu.” Kris menghela napas panjang. Minah terdiam mendengar kata-kata Kris, kata-katanya memang sedikit menohok batinnya, dia juga bukan siapa-siapanya Kris. “eohh.. menurutmu, secantik apakah kau sampai aku merelakan diri untuk datang ke apartemenmu?” Kris mencairkan suasana sambil menarik hidung Minah.

Minah POV :
                Aku hanya bisa diam mendengar ucapan Kris, ya dia memang bukan siapa-siapaku dan aku juga bukan siapa-siapanya. “eohh.. menurutmu, secantik apakah kau sampai aku merelakan diri untuk datang ke apartemenmu?” Kris mencairkan suasana sambil menarik hidungku.
                “Ya!! Appoo!!” aku balas menjitak kepalanya namun tidak berhasil, dia terlalu tinggi untukku, aku bahkan harus berjinjit hanya untuk sekedar memukul kepalanya. Kris berlari sambil terus mengejekku, “dasar pendek, jelek, bahkan hidungmu juga pendek.” Dia tertawa dari kejauhan. Aku hanya terdiam di bangku taman sambil memanyunkan bibirku.
                Tawa Kris terdengar sayup-sayup dan akhirnya menghilang, dia tidak mendapatkan respon dariku, ia mulai mendekat kepadaku dan duduk di sebelahku. “Kau tau, mukamu jauh lebih jelek dari seorang nenek sihir.” Kris membisikkan kata-kata itu di telingaku. Aku langsung berniat untuk memukulnya lagi, namun tangannya lebih gesit menangkap tanganku. Aku benar-benar kesal dibuatnya.
                “wu oppa, yina ingin puyang..” suara bocah kecil itu mengalihkan kekesalanku kepada Kris. Aleyna sepupu kesayangan Kris datang menemuinya.
                “Wu? nuguya?” aku mengernyitkan dahi. Bingung.
                “dia” Aleyna menunjuk Kris, “Wu Fan oppa”
                Aku melirik Kris yang daritadi terdiam, “ohh..Wu Fan-ssi. haha” aku mengejeknya, Kris sukses kubuat kesal, dia mengunci mulutnya rapat-rapat dan mengajak Aleyna pulang.
                “tapi yina mau cama Minah unnie juga.. :3:3:3” Aleyna memasang puppy eyesnya dan menatap mata Kris.
                “MWO???!!” aku dan Kris sama-sama terkejut. Pada akhirnya Kris mengiyakan permintaan Aleyna dengan berat hati.
                Di dalam mobil, aku mengikuti gaya bicara Aleyna dan memanggil Kris dengan sebutan Wu Fan oppa, Kris menatap tajam ke arahku dari cermin mobil, namun aku tak menghiraukannya dan terus mengejeknya sepanjang jalan.
                Setelah menurunkan Aleyna dari mobil, aku ingin ikut turun dari mobil dan menemani Aleyna masuk ke rumah Kris, namun Kris mengunci pintu mobilnya dan menurunkan jok mobilnya sampai aku yang masih mengenakan sabuk pengaman ikut tertarik ke belakang.
                “Ya!! Apa-apaan ini??!!” aku berusaha bangkit namun Kris menindihku, DEG!!
                Kris meneliti setiap inci wajahku, dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku.. hembusan napasnya menerpa wajahku, namja ini selalu saja membuatku hampir gila. Di dekatkannya wajahnya ke wajahku, hidungnya menyentuh hidungku. Matanya yang tajam menelusuri wajahku. Jantungku berdegup sangat kencang. Aku menutup mataku kuat-kuat.
                ....... tak terjadi apa-apa.. aku membuka mataku perlahan dan mendapati Kris masih menatapku. Cuuppp~ Kris mencium hidungku. “aku harap hidungmu akan sedikit lebih mancung ketika aku menciumnya..” Kris bangun dan berhenti menindih tubuhku, dia tersenyum puas karena berhasil membungkam mulutku.
                Aku masih syok dan bangun sambil mengelus hidungku, dengan tampang bodoh aku memperhatikan wajahku di cermin mobil, “sepertinya sulit.” Kris semakin menertawaiku, dia mengacak-acak rambutku. “babo....” ejeknya sambil membuka pintu mobil dan meninggalkanku. Aku mengekorinya dari belakang sambil terus mengumpat.
                Kulihat Kris menggendong Aley dan membawanya ke tempat tidurnya, namun Aley meminta turun dari gendongan Kris dan malah menghampiriku, “yina mau tidul sama Minah unnie ;3;3” kata Aley sambil memeluk pinggangku. Aku menatap Kris, Kris mengganggukkan kepalanya tanda setuju dan meninggalkan kami berdua di dalam kamarnya.
                Aku tersenyum kepada Aley dan menyanyikan lagu untuknya, Aleyna tertidur di sampingku, mataku terasa berat sekali, aku ikut tertidur di samping Aleyna.
3 jam kemudian...
Aku terbangun dan melirik ke arah jam dinding, sudah jam 8 malam, aku mengecup kepala Aley yang masih tertidur pulas dan meninggalkannya di kamar, namun langkahku terhenti ketika kudengar Kris sedang berbicara dengan seorang wanita di ruang tamu, pacarnya kah? Aku merapatkan tubuhku ke dinding sambil mendengarkan percakapan mereka.
                “aku..aku ingin oppa menjadi pacarku” kata gadis itu dengan bersungguh-sungguh.
                “hmmm..” Kris tidak mengatakan apa-apa. Jantungku berdegup kencang mendengarnya, gadis itu sangat cantik, tak ada seorang laki-laki yang menolaknya. “mian Geum, aku hanya menganggapmu adikku, tidak pernah lebih.”
                Aku lega sekali mendengar jawaban dari Kris, tapi batinku melarang untuk bahagia, gadis secantik itu bahkan ditolaknya, bagaimana denganku? Dia mungkin tidak pernah mempunyai perasaan kepadaku.ya! ya! Bang Min Ah kenapa kau malah berpikir yang aneh-aneh??
                Mataku terus mengawasi gadis itu sampai gadis itu pergi dari rumah Kris sambil menangis, setelah Kris mengantarkannya sampai ke depan rumahnya. Aku masih terus  bersembunyi di balik dinding.
“keluarlah babo..”
Aku terkejut saat Kris mengetahui kehadiranku. Aku keluar dengan memasang tampang innocent kepadanya , “wae oppa?”
“jangan pura-pura tidak tau, aku tau kau sedang mendengarkan percakapan kami kan?” kris mendekatiku dengan tatapannya yang mengerikan itu.
“ehee...” aku membuat huruf V dengan kedua tanganku.
“tidak sopan” PLETAKK!! Kris mendaratkan sebuah jitakan ringan ke kepalaku.
“appoo!!” aku mengelus kepalaku, “siapa gadis cantik itu? Kenapa kau menolaknya? Babo babo. Namja babo...” serbuku.
“menurutmu?” Kris mendekatkan wajahnya ke arahku dan memojokkanku ke dinding. Keningnya menempel di keningku. Tangannya membelai pipiku. Aku menahan nafas. “aku menyukaimu MinAh~” dia mengecup hidungku. “aku menyukai semua yang ada dalam dirimu”
Aku tertegun mendengar pengakuan dari seorang Wu Fan.. bagaimana bisa? Dia kembali mengecup hidungku lembut. “aku sangat menyukai hidung mungilmu, bibir mungilmu..” dia mengusap pelan bibirku. Tangannya menggenggam tanganku.
“Bang Min Ah, would u be mine? J ” Kris mengeluarkan seuntai kalung berbentuk hati dan mengalungkannya ke leherku. “ya!! Resmi menjadi milik Kris Wu Fan.” Kris tersenyum puas.
PLETAKK!! aku langsung menjitak kepalanya “babo, aku bahkan belum menjawabnya!! Aku bahkan..eummpphh...” Kris langsung membungkam mulutku dengan bibirnya. Ciuman pertamaku. Lidahnya menyapu lembut bibirku. “aku tau kau pasti menerimanya.” Dia menjawab mantap sambil mengelus bibirku yang masih basah dengan ujung jarinya. “ayo pulang..” Kris menarik tanganku dan membimbingku masuk ke dalam mobil.
***
Kris POV :
Sepanjang jalan Minah hanya terdiam, wajahnya tak berani menatapku, aku mengelus pipi Minah sambil tersenyum menang sambil membelokkan mobilku menuju apartemennya. Apartemen Minah sangatlah sederhana, mataku fokus mengikuti Minah dari belakang sampai Minah ingin masuk ke dalam apartemennya.
“mimpi indah mmm..” aku mengelus pipinya. Minah hanya mengangguk, sepertinya dia masih malu denganku.
Aku membalik badan dan berniat pulang ke rumahku, tiba-tiba aku mendengar suara Minah meneriakkan nama appanya, aku berbalik ke apartemen Minah dan mendapati dirinya sedang menangis memangku kepala appanya yang sedang pingsan.
“cepat bawa beliau ke rumah sakit” kataku sambil memeriksa denyut nadinya, aku membantu memapah appanya Minah dan membawanya ke dalam mobilku, dengan sigap Minah membuka pintu mobil dan menemani appanya. Aku melajukan mobilku dengan kencang menuju rumah sakitku.
***
Aku tak henti-hentinya memeluk Minah dan menenangkannya di pemakaman appanya, matanya sembab akibat menangis seharian. Ayahnya meninggal sebelum sampai di rumah sakit.
Berhari-hari aku terus memantau keadaan Minah yang terus bersedih, aku mengajaknya mampir ke rumahku mengingat orangtuaku akan pergi meninggalkanku sebulan bersama Aleyna. Minah langsung mengangguk dan mencoba tersenyum.
Di rumahku Minah melupakan kesedihannya sejenak setelah puas bermain dengan Aleyna, mereka benar-benar akrab, sampai eommaku datang dan menemui Minah.
“Ya, Wu Fan~ahh, akhirnya kau membawa gadis ini ke hadapanku.” Ibuku tersenyum puas sambil mengamati wajah Minah yang tertunduk malu, “Wu Fan sering menceritakan tentangmu kepadaku, ternyata kau cantik sekali..”
“ah..ji..jinjja ahjumma?”
“ne, kudengar kau juga bingung akan tinggal dimana setelah appamu meninggal, bagaimana kalau kau tinggal bersama kami?” eomma langsung menanyakan hal itu kepada Minah sambil mengedipkan sebelah matanya kepadaku, aiishhh...apa lagi rencana yang akan eomma lakukan padaku dan Minah?
“tapi ahjumma...” belum sempat Minah menjawab eommaku, beliau sudah berkata lagi, “ya Minah~ kau tidak kasihan melihat Wu Fan sendirian di rumah besar ini? Aku dan suamiku beserta Aleyna ingin ke Jepang untuk menyelesaikan suatu urusan selama sebulan”
Ya~ eommaku ternyata menyuruhku tinggal bersama dengannya, jantungku berdetak tak karuan..bersama wanita ini..di rumah...?? aku mengatup rahangku keras-keras menunggu reaksi Minah. Minah hanya mengangguk pelan sambil tersipu malu, aku bersumpah dia tak akan tega menolak permintaan eommaku yang pintar merayu ini. Eommaku langsung memeluknya dan menyuruhnya memanggilnya ‘eomma’ , setelah itu appaku datang dan menyambut kedatangan Minah.
“Ya~ Wu Fan-ahh antarkan orangtuamu ini ke bandara..” benar saja, aku disuruh mengantar kedua orangtuaku.
“kau tunggu disini” bisikku kepada Minah. Dia hanya mengangguk pelan dan memeluk kedua orangtuaku sebagai salam perpisahan, tak lupa juga ia mengecup puncak kepala Aley, aku hanya tersenyum melihat mereka.

Minah POV
                Ya~ padahal aku ingin mengantarkan mereka namun kenapa Kris menyuruhku untuk menunggu di rumah?? Aku Cuma bisa pasrah dengan semua ini, permintaan dari eommanya Kris benar-benar membuat jantungku hampir copot, satu rumah...dengan namja ini? Aku melirik Kris yang bersiap untuk mengantarkan eomma dan appanya. Aku senang dengan mereka, aku jadi merindukan eomma dan appaku yang sudah di surga.
                “untuk sementara kau istirahat di sini, karena tidak ada kamar lagi yang bisa ditempati, aku tak akan membiarkan kau tidur di kamar orangtuaku atau Aleyna, bisa-bisa kau menghancurkan perabotan mereka, dan kau jangan menyentuh barang-barang yang ada di kamar ini.” kata Kris berjalan dan membukakan sebuah kamar untukku. Aku membuat tatapan terserahmu-saja-tuan-cerewet.
                Aku mengantarkan Kris dan orangtuanya ke depan rumah, sebelum mereka pergi, aku mengeluarkan handphoneku dan memfoto Kris yang melihat ke arahku dari balik jendela mobilnya. Aku tersenyum mengejek. Toh aku tak memiliki satupun foto Kris, dia pasti tak akan keberatan. Aku puas melihat hasil jepretanku sendiri.
                Aku berbalik ke rumah itu dan masuk ke kamar yang ditunjuk Kris.
                “OMOO!! Pasti ini kamar Kris, jinjja.. berantakan sekali-_-” aku menggaruk-garukkan kepalaku yang tidak gatal itu. Tanganku gatal untuk merapikan tempat tidur yang berantakan ini dan mulai merapikan buku-buku dan kaset-kaset CD yang tertumpuk tak beraturan di sudut kamarnya. “ya! Bagaimana bisa ada banyak bola basket di sini” pekikku. Aku mengumpulkan bola basket itu dan menaruhnya di keranjang. “padahal sudah ada tempatnya..ckckkck..” aku mulai mencari-cari sapu dan pel untuk membersihkan kamar ini. Aigoo.. aku sudah membersihkan kamarnya yang besar ini selama 2 jam. Aku melirik jam dinding di kamarnya, sudah pukul 7 malam, lapaaaar~
                “mian Kris, aku lancang..” aku mulai berjalan ke dapur dan mulai membuat makanan untukku dan untuk Kris,Aku makan dengan lahap dan membersihkan tempatku makan. Kutuliskan sebuah note dan kutempel di kulkas.
                Hoaamm...aku mulai mengantuk , ini baru jam setengah 9. Aku bahkan lupa kapan terakhir aku tidur. Ya, sejak appaku meninggal, aku hanya menghabiskan waktuku untuk menangisi kepergian appaku. Aku berjalan menuju kamar Kris untuk merebahkan diriku dan menutup mataku.
                Aku bermimpi seseorang masuk ke kamar dan berkata, “huh? Gara-gara kau malam ini aku harus tidur di sofa” , aku juga bermimpi seseorang datang ke arahku dan merebahkan diri di sampingku, tangannya memeluk pinggangku.
                Hoaammm...aku terbangun dari tidurku, aku merentangkan tanganku dan langsung menyadari sesuatu.. Yaa!! Kris kenapa ada di sini sambil memeluk erat pinggangku?? Aku berusaha menjauhkan tangannya, “babo, lepaskan tanganmu dari pinggangku”
                “shireo...” jawabnya dengan suara serak, dirapatkannya tubuhnya dengan tubuhku. “dingin sekali..”
                “yaaa...aku mau mandi oppa...” keluhku.
                “hmm...mandi bersama saja..”  PLETAKK!! “yaa!! Minah, apa yang kau lakukan??” dia langsung memegang kepalanya yang sakit sehabis ku jitak. Kesempatan ini kugunakan untuk meloloskan diri dari dekapannya. Aku mengeluarkan evil smirkku sambil berlari menuju kamar mandi.
                Aishh.. aku lupa membawa handukku, baru saja aku membuka pintu kamar mandi, Kris langsung menyerobot masuk ke dalam kamar mandi dengan membawakan 2 buah handuk. “aishh..gomawo tuan pemalas” aku tersenyum dan mengambil handuk dari tangannya. Aku menunggu dia ke luar dari kamar mandi.
                “.....” Kris mulai membuka bajunya dan memperlihatkan dada bidangnya. “Ya!! Apa yang kau lakukan?” tanyaku bingung.
                “mandi bersamamu...” jawabnya enteng.
                “andwae!!” aku langsung mendorong tubuhnya keluar dari kamar mandi dan dia tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya. “Kris Wu Fan silakan anda keluar dari kamar mandi atau aku yang keluar” kataku dingin dan mulai membuka pintu kamar mandi.
                “ne ne, aku yang akan keluar” kata Kris sambil berlalu di hadapanku. Aku tersenyum menang.
                Aku keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk, aigoo.. aku lupa aku tinggal bersama pacarku yang mesum ini, aku lupa membawa baju ganti. Aku berjalan pelan dan melihat ke arah Kris yang melilitkan tubuhnya dengan selimut lagi. Aku langsung menuju koperku dan langsung mengganti bajuku secepat kilat. Beruntunglah Kris tidak melihat semua, batinku lega.
                Kris mulai menggeliat di balik selimutnya dan menatap ke arahku, “kau sudah selesai?” tanyanya.
                “hmm” jawabku sambil mengangguk. Kris mengambil handuk yang tergeletak di ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi, dia berhenti di depanku. “nona Minah~ sepertinya otakmu sudah mulai kacau hanya dengan tidur bersamaku.” Dia tersenyum mengejek dan berlalu menuju kamar mandi, aku melihatnya bingung. Mataku tak sengaja menangkap bayanganku sendiri di kaca cermin. Omoo... aku memakai baju terbalik!!
***
                “ya~ kenapa kau malah tiduran di sana??!!” bentakku sambil berlari ke arahnya. Kris sangat menyukai basket sehingga sudah 2 minggu ini setiap pagi aku dipaksanya duduk untuk menunggunya bermain basket di samping rumahnya, jujur aku sangat senang melihatnya bahagia bermain basket. Kris tidur di lapangan sambil memeluk bola basket kesayangannya. Matanya terpejam.
                “ya, oppa....” aku mengguncang-guncang tubuhnya. Dia hanya terdiam. Aku mulai berfikiran macam-macam, aku dekatkan telingaku di dadanya, kurasakan jantungnya berdetak sangat cepat. Tiba-tiba tangannya memeluk pinggangku dan membuatku jatuh menindih tubuhnya. Dia terkekeh.
                Aku langsung bangun dan berdiri, meninggalkannya sendirian. Kurasakan dia mengikutiku dan membalikkan badanku. “mau apa??” tanyaku sinis.
                “ini...” Kris menunjuk bibirnya.. aishh..namja ini, selalu saja tiap hari menggodaku.
                “kau minta dicium? Huh?”
                “ne”
                “baiklah, tutuplah matamu” aku tersenyum nakal. Kris menutupkan matanya menunggu bibirnya bertemu dengan bibirku. Kubiarkan saja dia yang menunggu. Perlahan-lahan dia menggerakkan bola matanya dan mulai membuka mata.
                “ya!! Kau tidak menciumku”
                “baboo!! Kau terlalu tinggi untuk kucium, lihat saja” aku berjinjit di hadapannya dan aku tidak berhasil mendekatkan bibirku dengan bibirnya.
                cuupp~ Kris mendaratkan ciuman pada hidungku, ya Cuma hidungku yang mampu menggapai bibirnya, “kalau begini?” dia memeluk pinggangku dan menarikku ke arahnya, bibirnya bertemu dengan bibirku. Nafasku memburu. Aku menutup mata dan kurasakan bibirnya memainkan bibirku. Tangannya yang lain memegang tengkukku berusaha memperdalam ciuman.
“eummpphh..” dia melumat bibirku. Sampai akhirnya dia berhenti menciumku dan hanya memberikan kecupan-kecupan ringan pada bibirku. Kembali di sapunya bibirku dengan ujung jarinya.
                “bibirmu manis” dia tersenyum sambil menarik hidungku.
                “ya oppa~~ kenapa kau senang sekali mempermainkan hidungku hah? Sakit!!” aku mengelus-elus hidungku. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium hidungku lagi, “mian..”
                Setiap hari Kris menggodaku dan membuatku kecanduan akan setiap sentuhan yang ia lakukan padaku, meskipun begitu, aku masih menjaga kehormatanku.
                 Malam ini aku menunggu Kris pulang dari rumah sakit. Ya meskipun dia tidak menyukai rumah sakit, namun ia tetap harus memantau perkembangan rumah sakit itu, mengambil cuti 3 bulan dari perkuliahannya hanya sekedar untuk mengawasi kerja anak buah appanya dan menemaniku seharian di rumah. Aku bosan dan memutuskan untuk memainkan laptopnya, mataku tertumbuk kepada 2 buah capture an email di folder foto Kris. Aku membaca isi email itu dengan seksama.
Wu Fan, eomma dan appamu sangaat merindukanmu disini.
Bagaimana kabarmu dan minah? Apakah kalian sudah melakukannya?
Aigoo, aku harap saat aku pulang nanti kita akan langsung menyelenggarakan pernikahanmu sebelum semuanya terlambat. Kkk~
                Mulutku sukses menganga lebar, aku membaca isi email yang satunya, balasan dari Kris.
Ne eomma, aku juga merindukanmu. Aku dan dia baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa antara kami eomma, aku menjaganya dengan sangat baik, mengenai soal pernikahan, aku tidak ingin membicarakan masalah ini di sini. Aku sayang eomma~
                Buru-buru kututup laptopnya, menjagaku?? Cih... aku bahkan merasa di terornya setiap hari, makanya aku selalu pura-pura tertidur saat dia pulang, meskipun sebenarnya aku selalu menantinya pulang ke rumah.    
                Pikiranku melayang membayangkan tentang isi email itu, seandainya dia benar-benar melakukan itu padaku.... apa yang harus kulakukan?? Menikah dengannya? Mwoo??
                Brakk!! Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, aku melihat Kris datang dengan wajah letihnya. Kris keliatan bingung melihatku, “belum tidur?” tanyanya sambil melepas jas dan dasinya. aku mengangguk dan refleks mengambil jas yang dilemparkannya ke lantai dan menggantungnya. Jantungku berdegup kencang, mukaku memerah. Kris memperhatikanku.
                “kau kenapa?” kris menatap tajam ke arahku.
                “a...anii..” jawabku terbata.
                 Kris hanya membulatkan mulutnya dan mengganti kemejanya dengan baju kaos, jantungku berdegup tak karuan, aku memalingkan mukaku. Kris yang daritadi terus memperhatikanku tersenyum nakal dan kembali menggodaku. Di tariknya tubuhku dan langsung menjatuhkanku di ranjang. Aku panik, dia tersenyum menang ketika melihat rona wajahku yang semakin memerah.
                “baby, kau mau menemaniku malam ini?” tanyanya dengan tatapan seduktif. Dadaku naik turun, detak jantungku semakin cepat, kris mulai melancarkan aksinya, dibelainya pipiku dan mulai mengecup kening dan hidungku. Aku menahan nafas dan berusaha untuk menguasai diriku. “yaa kris, menjauh dariku...” aku mendorong tubuhnya kuat-kuat sampai dia merebahkan tubuhnya di sampingku, dia terkekeh karena berhasil menggodaku malam ini.
                “padahal aku ingin memberikan kehangat....”
                “wae??” potongku dengan tatapan mematikan. “sana minta layani istrimu”
                “siapa istriku?” tanyanya bingung.
                “dia istrimuu!!” segera saja kulemparkan guling ke hadapannya. Dia menggerutu pelan, “ya~ istriku yang ini bahkan tidak pernah memberikan respon kepadaku”
                “babo!!” aku langsung berbalik memunggunginya dan langsung berniat untuk tidur.
                “sshhh...mmpphh...ssshhh...ahhh...eummpphh..nngggghh...” mataku membelalak kaget saat mendengar desahan Kris, apa yang dia lakukan?? Aku membalikkan badanku dan melihatnya sedang mendesah sambil memeluk guling. PLETAKK!! “yaa!! Apa yang kau lakukan?! Mengganggu tidurku saja” aku langsung memarahinya. Bukannya mendengarkan perkataanku dia makin mengeluarkan desahan yang lebih keras tanpa mempedulikanku. Kuraih bantal dan langsung menutup wajah Kris dengan bantal, “YAA!! RASAKAN!! KAU...BERANI SEKALI MENGGANGGU TIDURKUU!!” aku menutup muka Kris dengan gemas. Kemudian aku langsung berbalik ke posisi tidurku semula. Kris terkekeh mendengar suara amukanku. Di peluknya pinggangku....
“jaljayo” bisiknya sambil mengeratkan pelukannya..
***

Kris POV :
                Arrggghh!! Rumah sakitku ada sedikit masalah dan aku harus menyelesaikannya sendirian? Aku bahkan harus memutar otak untuk menyelesaikan masalah ini. Masalahnya memang sudah selesai namun moodku tak kunjung balik.
                Kudapati Minah menungguku di ruang tamu, dia bingung melihat keadaanku. “wae?” tanyanya.
                “ani...” jawabku singkat sambil melonggarkan dasiku. Maafkan aku sayang, aku benar-benar sedang tidak mood hari ini. Aku melemparkan kemeja dan dan celanaku ke sembarang tempat, Minah membelalakkan matanya ketika melihatku datang ke arahnya hanya dengan menggunakan celana pendek.
                “aku mau berenang, kau mau ikut?” tawarku sebelum dia mengeluarkan persepsi aneh terhadapku. Dia mengangguk dan mengikutiku sampai di kolam renang. Kuceburkan diriku ke dalam kolam..
                Ahh...aku melepaskan semua beban di otakku ketika dinginnya air menyentuh kulit kepalaku. Aku terus menyelam dan membiarkan diriku rileks di dalam air. Kulirik Minah yang hanya menungguku di pinggir kolam renang.
                “kau tidak ingin berenang huh?” tawarku.
                Minah menggelengkan kepalanya, “aku tidak bisa berenang..”
                Kontan saja pengakuan ini langsung membuatku tertawa keras, Minah hanya bisa memanyunkan bibirnya melihat tawaku yang meledak. Aku berenang mendekatinya. “kau benar-benar tidak bisa berenang?” tanyaku lagi. Minah kembali menggelengkan wajahnya, aku kembali menertawainya.
                Ku dekati Minah yang terus memanyunkan bibirnya, aku duduk di dekatnya, dia hanya tertunduk malu melihat keadaanku yang hanya memakai celana pendek.
                “kenapa kau terus menunduk? Kau tidak ingin melihat tubuh sixpackku huh?” aku mencoba menggodanya.
                “ya!!kau bahkan tidak punya...” belum sempat dia menyergah ucapanku, aku langsung membungkamnya dengan mulutku. Awalnya dia menolak perlakuanku namun akhirnya dia membalas ciumanku juga.
“eummpph...oppaa....” Nafasnya memburu. Kusapu bibirnya dengan lidahku dan kukulum bibir bawahnya. Kurapatkan tubuhku dengan tubuhnya, bajunya basah karena tubuhnya bersentuhan dengan tubuhku yang masih basah karena air. Sesekali kubiarkan dia mengambil nafas. Lalu kulumat lagi bibirnya. Kupegang tengkuknya dan memperdalam ciumanku. Tangan Minah menyentuh punggungku. Bibirnya melumat bibir atasku.  Bibirnya yang manis ini selalu membuatku kecanduan ingin mencicipinya. Tanpa sadar aku membuka kancing baju tidurnya dan meremas dadanya, tubuhnya bergetar hebat saat dadanya kuremas. Adik kecilku menegang menyentuh pahanya. Aku hampir kebablasan.
                Aku bangkit dari hadapannya, kubantu dia bangun sambil membantunya menutup kancing bajunya.
                “mian aku hampir kebablasan...” aku langsung membantunya berdiri dan meminta ijin, “ganti bajumu dan tidurlah..aku harus ke kamar mandi dahulu..”
***
                “morning baby” aku mencium kedua mata Minah yang masih terpejam, baru kali ini aku bangun pagi sekali dan masih mendapati yeoja yang kucintai tertidur dengan damainya. Minah menggerakkan matanya dan mulai membuka matanya.
                Cuup~ kukecup lagi hidung mungilnya itu, saat dia membuka matanya, dia kembali memperlihatkan rona malu di pipinya. “Mian yang kemarin..” kutatap kedua bola matanya. Aku tau dia mungkin malu atau sakit hati karena perbuatanku semalam, “mian, jangan berpikiran yang tidak-tidak, kau hanya terlalu menggoda untukku” aku berusaha menenangkannya.
                “n...ne” jawabnya. Aku tau dia masih gugup. Hari ini aku akan mengantarkannya ke rumah sahabat lamanya, Hyeri. Aku menyuruhnya untuk mandi dan bersiap-siap.
***
                Sudah jam 7 malam, namun Minah tak kunjung datang, aku mulai khawatir dan bersiap-siap untuk menjemputnya. Kudengar suara pintu di ketuk, aku langsung melompat dari sofa dan langsung membukakan pintu.
                Aku tertegun melihat sosok yeoja yang berdiri di hadapanku, Geummi, sahabat sekaligus orang yang mencintaiku sejak SMP, ya~ dia memang selalu bersamaku namun aku tak pernah menganggapnya lebih. Dia menyunggingkan senyum tipisnya dan langsung memelukku.
                “Wu Fan-ahh~ bogoshippa”
                “nado” jawabku singkat, kami tak pernah lagi bertemu saat aku menolaknya.
                Dia menyunggingkan senyumnya dan menyeretku masuk ke dalam rumah, dia mengajakku untuk makan malam, aku mengangguk setuju dan mengekorinya sampai ke dapur, dia menyuruhku menunggunya di luar.
                Aku menuruti permintaannya untuk menunggunya di depan tv, niatku untuk menjemput Minah segera ku urungkan mengingat Geummi baru saja datang ke rumahku dan aku tak tega meninggalkannya. Aku segera mengirim pesan untuk Minah dan mengatakan agar menunggunya di rumah Hyeri sampai aku menjemputnya.
                Mataku fokus menonton acara tv yang membosankan itu, sesekali aku melirik ke arah Geummi yang sibuk menyiapkan makanan untukku dengan segala macam bahan-bahan yang dibawanya dari luar, aku menghela nafas panjang, andai dia itu Minah...
                Tak lama kemudian Geummi memanggilku, aku langsung datang ke ruang makan dan terpana melihat apa yang kulihat dihadapanku, candle light dinner?
                Geummi mempersilakanku duduk dan memberikanku segelas minuman. “ya Wu Fan-ahh~ aku sangat merindukanmu, maukah kau bersulang bersamaku? Lagipula ini alkohol dengan kadar rendah, kau pasti tak akan mabuk apabila meminumnya” Geummi mengajakku bersulang.
                 Langsung saja kuhabiskan minumanku, cepat selesai acara ini, cepat juga aku menjemput Minah~ aku langsung menutup mataku menahan wine yang masuk ke tubuhku, pikiranku melayang kemana-mana, Minah..... saat kubuka mataku~ kudapati Minah di hadapanku melepas jaketnya, ia hanya memakai tanktop dan menyunggingkan senyuman kepadaku..ahh kenapa dia terlihat sangat seksi malam ini..
                 Pandanganku mengabur dan kudapati Minah datang ke arahku dan mencium lembut bibirku. Ahh..hilang sudah pertahanan diriku.. segera saja kudorong ia ke dinding dan kuciumi dia dengan ganas. Dia membalas ciumanku, tangannya bergerak liar melepas kancing kemejaku. Ciumanku berpindah ke lehernya dan kurasakan dia mendesah di telingaku.. namun ciumanku terhenti saat kudengar suara gelas pecah. Kupicingkan mataku, kulihat sosok seorang wanita sedang terduduk lemas...siapa dia? Aku berusaha mempertajam penglihatanku.. Minah? Aku melirik ke arah gadis yang kucumbu tadi, perlahan wajahnya nampak jelas di mataku.. Geummi...
                “Min Ah...” aku melepaskan pelukanku dari Geummi dan mendekati Minah, dia bangkit dan langsung lari meninggalkanku.
                Kuhempaskan tubuh Geummi ke lantai, “Kau..berani-beraninya...” aku mengacungkan telunjukku, namun pandanganku terus mengabur dan kepalaku sangat pusing. Samar-samar kulihat Geummi berlari keluar rumahku.
                “Min...ahh....” pandanganku semakin kabur...
***
Minah POV
                Sudah jam 08.30 malam. Aiissshh, Kris belum menjemputku juga jadi aku terpaksa pulang sendiri, apa mungkin dia masih sibuk menyelesaikan laporan rumah sakitnya? Ahh~ aku rasa dia akan senang kalau aku membawakan gelas couple ini. Aku menenteng 2 buah gelas yang kubeli tadi siang.
                Perlahan aku masuk ke dalam rumah Kris agar tidak mengganggunya, tiba-tiba mataku tertumbuk pada kedua orang yang bermesraan di dapur. Kris dan...gadis itu bermesraan di hadapanku! Dadaku terasa sangat sesak saat melihat Kris menciumi leher gadis itu. Tanpa terasa airmataku menitik dan gelas yang kubawa terjatuh ke lantai.
                Kris menatap ke arahku, “Min Ah...” dadaku terasa makin sesak. Aku langsung bangkit dan berlari ke luar rumahnya. Terasa seperti ada ribuan tusukan di dadaku.
                Aku berlari terus sampai di sebuah gang, tiba-tiba sebuah tangan menarik lenganku dan mendorongku ke tembok. Siapa lelaki ini? Disini sangat gelap dan bahkan aku tak bisa mengenalinya, sosok itu menodongkan sebuah silet ke arahku.
                “gadis cantik, kau sangat menggoda~” dia mulai menciumi leherku dan merobek bajuku. Tuhan...tolong akuu...
                “le...lepaskan sayaa...” jawabku terbata. Aku berusaha melepaskan tubuhku darinya, namun siletnya berhasil mengukir sayatan di dada kiriku.
                “Ya nona, aku bahkan akan melakukan hal yang lebih parah kalau kau menolakku.” Ia kembali mengukir sayatan di dada kiriku membentuk huruf X, aku meringis menahan sakit. Tidak, sakit ini bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan luka di hatiku. Siapa saja, tolong aku...
                BUKK!! Sebuah pukulan berhasil melayang ke wajah lelaki itu, aku memekik kaget. Seseorang menyelamatkanku dan berhasil membuat lelaki itu kabur. Tubuhku bergetar. Lelaki itu menolongku dan memberikan sebuah jaket kepadaku.
                “pakailah ini noona” tanganku bergetar meraih jaketnya dan berusaha dengan susah payah memakainya. Dia membantuku keluar dari gang dan langsung berusaha mengenaliku.
                “Minah?” aku langsung berusaha mengingat lelaki yang menyelamatkanku, namun aku tidak bisa mengingatnya, “noona, aku Dae yang biasanya mengantarkan Dr. Fred ke rumahnya. Nona tenangkan diri dahulu di rumahku, besok aku akan mengantarkanmu pulang” Aku hanya bisa mengangguk lemah dan menurutinya.Aku mengalami guncangan terberat dalam hidupku.

Kris POV
                Aku terbangun dan kepalaku masih terasa pusing, aku berusaha menghilangkan pusingku, aku harus mencari Minah. Aku bangkit, dingin ini terasa menusuk ke tulangku. Aku tertidur di lantai.
                Aku langsung mengenakan baju kaosku dan bergegas mencari Minah, langkahku terhenti ketika pesuruhku dan Minah berdiri di depan pintu. Tubuhku menegang melihat keadaan Minah, bajunya berlumuran darah dan tubuhnya bergetar saat melihatku.
                “apa yang terjadi?” aku berniat untuk memukul pria ini. Apa yang dia lakukan dengan yeojaku?
                “Maaf Tuan, saya akan menjelaskan semuanya kepada anda namun bisakah anda mengijinkan saya untuk mengantarkan noona Minah?” tanyanya sopan.
                Aku mengangguk dan mengekori mereka berdua di belakang. Setelah mengantarkan Minah ke kamarku, Dae menceritakan semuanya kepadaku dan menyaranku agar membuatnya nyaman dan melupakan kejadian tadi malam, aku hanya mengangguk dan mengantarkan Dae ke depan pintu.
                Setelah Dae pulang, hatiku berkecamuk saat melihat Minah menangis keras sejadi-jadinya di kamarku. Aku tak berani mendekatinya, aku membiarkan sendirian. Karena akulah penyebab dia terluka saat ini. Aku mengacak-acak rambutku. Tanganku mengepal.
***
                Sudah hampir 3 hari aku tak berbicara dengan Minah, dia terus mengurung dirinya di kamarku, sudah hampir 3 hari juga aku tak berani mendekatinya dan hanya tidur di sofa. Perlahan kudekati Minah yang duduk di atas ranjang. Dia langsung memalingkan mukanya saat mengetahui aku masuk ke kamar. aku berlutut di hadapannya. Kugenggam kedua tangannya.
                “Minah, tolong jangan menyiksaku seperti ini..” Minah hanya terdiam, airmatanya mengalir deras di pipinya.
                “Minah, mianhaeyo, aku tidak melakukan apa-apa dengannya, aku...malam itu sedang di bawah pengaruh alkohol, mian...mian...aku mohon...” pukul aku sekarang Minah, tampar aku. Aku benar-benar merasa tersiksa dengan keadaanku. Tak terasa airmataku menitik.
                Perlahan Minah memalingkan wajahnya dan melihatku, tangannya bergetar menghapus airmataku. Dia menyuruhku berdiri dan duduk di sebelahnya, bibirnya bergetar, “ne”
                Mataku melebar, aku tak menyangka dia bisa memaafkanku. Aku langsung merengkuh tubuhnya dan memeluknya, kuhirup aroma tubuhnya yang sangat kurindukan. "bogoshippo" .. aku janji.. aku akan segera menikahimu.. saranghae...

Kamis, 18 Oktober 2012

Ulzzang K.S yeong '-'











'-'

ulzzang kids daniel hyunoo '-'

ihh anakkoo imuetddd bingit doh <33
































Makalah budaya korea di Indonesia




BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Budaya korea adalah salah satu budaya yang cukup banyak memberikan pengaruh kepada para remaja Indonesia. Salah satu dampak kebudayaan korea yang nampak sekali di Indonesia adalah kemunculan boyband atau girlband Indonesia di tanah air. Boyband atau girlband tanah air ini juga turut memeriahkan perindustrian musik Indonesia dengan gaya musik dan penampilan mereka yang terinspirasi dari boyband atau girlband Korea.
Budaya korea juga memiliki dampak negatif dan positif bagi para remaja Indonesia. Salah satu dampak positif dari budaya korea adalah para remaja Indonesia dapat mengetahui kebudayaan dari negara lain. Adapun  dampak negatif dari masuknya budaya korea ke Indonesia adalah adanya beberapa kebiasaan dari Korea yang tidak bisa diterapkan di Indonesia, ditiru oleh para remaja Indonesia.
Masuknya budaya korea di Indonesia juga menjadikan beberapa orang memanfaatkan minat para remaja Indonesia sebagai ajang untuk mencari keuntungan. Mereka menjual barang-barang yang berbau korea seperti baju, jaket sampai tempat minuman.
Rasa antusias para remaja Indonesia yang sangat besar terhadap budaya Korea itulah yang mendorong kita untuk bisa meneliti tentang kehidupan mereka setelah mereka mengenal korea, apalagi kebudayaan Korea tumbuh di Indonesia dikarenakan menjamurnya serial drama Korea dan beberapa boyband dan girlband korea

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan gelombang korea?
2.      Apa saja pengaruh budaya korea bagi para remaja di Indonesia?
3.      Apa saja dampak negatif dan positif lahirnya budaya korea di Indonesia?

C.     TUJUAN
1.      Agar kita bisa mengetahui apa saja pengaruh Korea di Indonesia
2.      Agar kita dapat mengetahui dampak negatif dan positif lahirnya budaya Korea di Indonesia.

D.    MANFAAT
1.      Mengetahui berbagai budaya yang ada di Korea
2.      Mengetahui perilaku remaja akibat lahirnya budaya korea di Indonesia








BAB II
PENGARUH BUDAYA KOREA DI INDONESIA

Menurut artikel yang berjudul Hallyu menjelaskan tentang Korean Wave. Dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa Korean Wave atau gelombang Korea adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya Korea pada berbagai negara di dunia. Biasanya Hallyu memicu orang yang sudah terkena demam korea tertarik untuk mempelajari Bahasa dan Kebudayaan Korea.
Indonesia termasuk negara yang sedang terkena demam Korea. Hal ini dapat terlihat di layar televisi Indonesia yang sekarang berlomba-lomba untuk menayangkan informasi dan hiburan yang berhubungan dengan Korea.
Awal kesukaan Korea dimulai dari beberapa drama Korea yang sering disiarkan di stasiun TV Indonesia, masyarakat Indonesia mulai mengenal para artis Korea. Tentu saja mereka mulai mencari informasi tentang aktris dan aktor tersebut, sehingga akhirnya mereka pun juga mengidolakan para penyanyi, boyband dan girlband Korea. Untuk para penggemar Korea, mengenal budaya seperti memakai Hanbok atau pakaian khas Korea, belajar memasak Kimchi dan mempelajari bahasanya juga merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Akibatnya , rasa bangga dan rasa keingintahuan mereka semakin bertambah terhadap budaya Korea.
Seiring dengan perkembangan zaman, akhirnya para remaja Indonesia banyak yang mengikuti budaya Korea. Salah satu contohnya adalah dengan adanya kemunculan boyband dan girlband di Indonesia.
Artikel yang berjudul ‘Gurita’ Budaya Populer Korea di Indonesia menjelaskan tentang berbagai macam pengaruh masuknya budaya Korea di Indonesia. Dalam artikel ini menjelaskan bahwa dengan beralasan terinspirasi dengan boyband dan girlband Korea, lahirlah banyak boyband dan girlband Indonesia, diantaranya Sm*sh, Max 5, 7 Icons atau pun CherryBelle.  Acara-acara televisi pun mulai mengemas program acaranya dengan kesan Korea.  Salah satunya sinetron yang dibuat Trans TV berjudul Cinta Cenat-Cenut. Melibatkan Sm*sh sebagai pemeran utama. Sinetron tersebut menggambarkan bagaimana gaya rambut, dandanan, fashion dan pernak-pernik Korea menjadi muatan penting dalam garapan sinetron tersebut. Tidak ketinggalan iklan televisi pun ikut bermain dengan melirik kesan Korea dalam tayangan iklan di televisi. Tentunya, hal ini juga bukan merupakan hal yang buruk, karena dari ketertarikan para remaja Indonesia pada budaya Korea dapat memberikan nilai positif pada hubungan antarnegara namun janganlah pula kita terlalu menggemari budaya Korea sehingga melupakan budaya Indonesia yang sudah jauh lebih dulu dikenal sebelum budaya Korea masuk ke Indonesia.
Menurut Prasetya Pamungkas dalam artikelnya yang berjudul Memanfaatkan Demam Korea pada Remaja Indonesia, sisi positif atas fenomena kemunculan boyband dan girlband ini bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk membangkitkan sekaligus mengenalkan budaya Indonesia, salah satunya adalah batik. Artinya masih ada beberapa boyband dan girlband Indonesia yang masih ingin mempertahankan kebudayaan Indonesia dengan memakai batik dalam setiap penampilannya. Meskipun begitu, masih banyak para remaja yang tidak suka dengan kemunculan boyband dan girlband di Indonesia yang dianggap meniru boyband dan girlband Korea. Mereka beranggapan Indonesia tidaklah pantas mengikuti kebudayaan Korea yang sudah lama membudayakan boyband dan girlband di negerinya sendiri.
Bagi para remaja Indonesia yang sangat menggemari hal-hal yang berbau korea, para promotor berlomba-lomba mengundang para boyband dan girlband dari Korea untuk datang ke Indonesia, seperti acara Kimchi yang mendatangkan para boyband dan girlband Korea seperti Super Junior, X-5 dan Girl’s Day bahkan ada promotor yang mampu menyelenggarakan konser tunggal boyband Korea yang cukup terkenal di Indonesia.
Demam korea pun melanda para remaja Indonesia, berbagai stasiun televisi Indonesia bersaing untuk menayangkan berbagai macam acara televisi yang ada di Korea, seperti drama korea, film korea dan musik pop korea. Hal itu membuktikan betapa besar antusias para remaja Indonesia yang sangat menggemari Korea, bahkan mereka mulai membuat blog dan jejaring sosial yang khusus membahas Korea.
Layaknya budaya Barat yang berkembang di Indonesia, budaya demam Korea juga pasti memberikan pengaruh positif dan pengaruh negatif bagi para remaja Indonesia. Beberapa dampak positif yang dapat kita lihat adalah :
1.      Belajar menabung
Para remaja Indonesia yang begitu mencintai kebudayaan Korea pasti akan senang berburu segala hal yang berbau Korea, bahkan tak jarang mereka rela pergi ke Korea hanya sekadar untuk membeli barang asli dari negara tersebut. Tentulah mereka harus menabung untuk bisa pergi dan membeli segala hal yang berhubungan dengan Korea. Selain itu, bagi para penggemar boyband dan girlband Korea, tentu mereka sangatlah ingin menonton konser para boyband atau girlband idola mereka secara langsung, hal ini juga mendorong mereka untuk belajar menabung dan menghemat uang jajan mereka sendiri.
2.      Belajar berbisnis
Bagi para remaja yang pandai berbisnis, pasti mereka tidaklah menyia-nyiakan demam Korea ini. Mereka menyediakan barang-barang yang biasanya berhubungan dengan para penyanyi, boyband dan girlband dari Korea, seperti mug bergambar, tas lukis, sepatu lukis, jaket dan bahkan T-shirt by request. Selain bisa mendapatkan informasi tentang Korea, mereka juga bisa belajar berbisnis.

3.      Mengenal kebudayaan Korea
Rasa antusias para remaja Indonesia terhadap drama dan lagu-lagu Korea menyebabkan rasa keingintahuan mereka tentang budaya dan bahasa Korea itulah membuat mereka ingin mengenal dan mempelajari budaya dan bahasa Korea tersebut. Bahkan mereka rela kursus bahasa Korea agar bisa mempelajari huruf hangeul dan berbahasa Korea. Selain itu, mereka juga tak malu kalau harus mengikuti budaya Korea dengan memakai Hanbok atau pakaian khas Korea.
4.      Menambah teman dan pengalaman
Para remaja yang mencintai musik Korea akan membentuk komunitas yang bernama Kpopers. Biasanya mereka akan membentuk beberapa kelompok sesuai dengan nama boyband atau girlband yang mereka sukai, kelompok ini dinamakan fandom. Mereka bisa saling bertukar informasi, membuat suatu acara pertemuan sesama para Kpopers (fanmeeting), mereka bisa belajar bahasa Korea bersama-sama dan bahkan belajar dance dalam acara fanmeeting tersebut.
Selain itu, para penggemar Korea biasanya gemar sekali membaca dan membuat FF. FF atau Fan fiction adalah sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau setting yang sudah ada. Fanfic biasanya berlaku untuk film, komik, novel, selebritis dan karakter terkenal lainnya. Selain bisa menyenangkan pembaca, fanfic juga dapat membuat para penggemar Kpopers untuk bisa berimajinasi dengan membuat cerita fiksi tersebut.

Adapun dampak negatif munculnya demam Korea di Indonesia adalah sebagai berikut :
1.      Perilaku hidup boros
Para remaja yang begitu terobsesi kepada musik K-pop, drama Korea, bahkan produk-produk yang berasal dari Korea, membuat mereka mengeluarkan banyak uang hanya untuk sekadar membeli DVD, menonton konser, dan pergi ke Korea hanya untuk berburu barang-barang asli Korea. Meskipun mereka menabung untuk mendapatkan barang-barang tersebut, namun hal itu juga bukanlah hal yang baik karena uang yang begitu banyak dikumpulkan terbuang sia-sia hanya untuk sesuatu yang tidak perlu.
2.      Munculnya Fanwar
Setiap orang mempunyai selera musik yang berbeda. Karena ada perbedaan selera musik atau perbedaan suatu kegemaran itulah yang membuat masing-masing fandom pasti juga mempunyai antis atau orang yang tidak menyukai suatu boyband atau girlband tersebut. Perbedaan itulah yang memicu suatu fanwar atau peperangan antar fans. Biasanya hal ini banyak terjadi di dunia maya.
Terlebih lagi, akibat kemunculan para boyband dan girlband Indonesia yang mengikuti gaya Korea, membuat para Kpopers kurang menyukai Ipopers (pecinta boyband dan girlband Indonesia). Para Kpopers menganggap para boyband dan girlband Indonesia meniru kebudayaan Korea, sedangkan para Ipopers menuduh Kpopers tidak mencintai produk lokal. Hal ini menjadikan perseteruan yang sangat sengit antara pecinta musik Korea dengan pecinta musik Indonesia.
Tentulah hal ini bukan hal yang baik bagi para remaja karena mereka menjadi terbiasa untuk berkelahi dan merasa paling hebat dalam suatu hal.
3.      Munculnya unsur pornografi dan pornoaksi
Selain bergaya hidup boros dan sering fanwar, para pecinta Korea yang gemar sekali membaca ataupun menulis FF, mulai mengembangkan gaya fanfic yang awalnya hanya cerita fiksi biasa menjadi fanfic yang ceritanya mengandung unsur pornoaksi. FF ini dinamakan FF NC atau FF No Child, biasanya FF NC diberikan rating sesuai dengan batas usia yang boleh membacanya, mulai dari rating 17+ , 21+ sampai 25+. FF jenis ini dapat dengan mudah ditemukan di dalam blog atau bahkan di dalam situs jejaring sosial Facebook. Walaupun ada beberapa blog yang masih memperhatikan moral para remaja Indonesia dengan memberikan password untuk FF NC , namun tak jarang pula anak-anak yang masih di bawah umur memaksa untuk membacanya dan mengetahui passwordnya. Hal ini akan menjadi semakin buruk apabila yang membuat jenis cerita seperti itu adalah anak-anak di bawah usia 17 tahun.
Selain FF NC, para pecinta Korea juga gemar membuat FF yuri dan FF yaoi, FF yuri dan yaoi adalah cerita fiksi yang mengisahkan tentang percintaan sesama jenis. Tentu hal ini sangat merusak mental dan moral para remaja Indonesia yang akhirnya dapat berakibat ke dalam kehidupan mereka sehari-hari, mereka bisa menganggap percintaan sesama jenis adalah hal yang biasa.
Sedangkan bagi para Kpopers yang pandai mengedit foto, maka mereka akan mengedit foto(fanmade) yang mengandung unsur pornografi dan membagikan foto-foto tersebut ke dalam situs jejaring sosial.
Akhirnya, moral para remaja pecinta Korea mulai diracuni dengan hal yang berbau pornoaksi dan pornografi, hal ini dapat berakibat fatal  bagi para pecinta korea yang masih di bawah umur, mereka dengan cepat bisa mengerti dan belajar tentang hal-hal yang seharusnya belum perlu mereka ketahui. Kata-kata yang dianggap tabu untuk diucapkan di depan umum juga dianggap biasa oleh para remaja Indonesia yang sangat mencintai Korea itu.
Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk bisa memilah-milah apa saja yang menguntungkan dalam dunia perkpopers-an dan apa-apa saja yang harus kita hindari, apalagi dengan adanya jejaring sosial dan blog yang dapat memberikan segala sesuatu kepada para pecinta Korea menjadikan mereka semakin berhati-hati dalam memilih mana hal baik dan tidak baik.



















BAB III
PENUTUP

1.      KESIMPULAN
1.      Demam Korea  atau Korean Wave sekarang sedang berkembang di Indonesia.  Hal ini  diakibatkan karena penyebaran dan pengaruh budaya Korea di Indonesia, terutama melalui dunia entertainment seperti musik Kpop dan beberapa drama Korea.
2.      Demam korea di Indonesia juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi para remaja Indonesia seperti cara berpakaian, dan bahkan hal ini juga dappat terlihat dengan adanya kemunculan dari boyband dan girlband asal Indonesia. Kemunculan boyband dan girlband di Indonesia juga cukup memberikan pengaruh pada remaja Indonesia. Bagi remaja Indonesia yang pada dasarnya mencintai musik Indonesia, tentulah kemunculan boyband dan girlband tanah air memberikan warna baru yang dapat meramaikan industri musik Indonesia. Sebaliknya, bagi para remaja yang sudah lama menyukai musik luar daerah, banyak yang beranggapan bahwa boyband dan girlband Indonesia banyak yang menjiplak boyband dan girlband Korea yang sudah lebih dulu ada.
3.      Demam Korea tentunya juga memberikan dampak negatif dan positif bagi remaja Indonesia, mereka yang menyukai Korea cenderung lebih boros daripada para remaja yang lebih menyukai musik Indonesia, dan perilaku atau moral mereka cenderung lebih bebas dan kadang tidak sesuai dengan kebudayaan dan tata krama Indonesia. Namun, dengan adanya demam korea juga bisa dijadikan sebuah lapangan kerja yang cukup menggiurkan, mengingat para peminat musik ataupun drama Korea tidaklah sedikit. Selain itu, dampak positif lainnya adalah para pecinta Korea dapat saling berteman dan berbagi pengalaman bersama para Kpopers lain. Tentu hal ini juga dapat mengajarkan mereka agar bisa bersosialisasi yang baik dengan orang lain.

2.      SARAN-SARAN
1.      Ada baiknya para remaja pecinta Korea bisa pandai memilih mana yang baik dan buruk dalam munculnya kebudayaan Korea di Indonesia agar nantinya bisa disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia itu sendiri.
2.      Ada baiknya para orangtua memberikan pengawasan lebih kepada anak-anak mereka agar mereka tidak mudah terpengaruh dengan budaya Korea yang tidak sepantasnya dilakukan di Indonesia.









DAFTAR PUSTAKA

http://eka-karatika.blogspot.com/2011/11/karya-ilmiah-pengaruh-budaya-pop-.......korea.html.Pengaruh Budaya Pop Korea Terhadap Budaya Indonesia. 06 Feb 2012

http://hafilhafil.blogspot.com/2011/10/pengaruh-budaya-korea-terhadap.html. .......Pengaruh Budaya Korea Terhadap Indonesia. 06 Feb 2012

http://id.wikipedia.org/wiki/Hallyu. Hallyu. 06 Feb 2012

http://www.iprasblog.com/apakah-fenomena-demam-korea-di-indonesia-.......berbahaya/677. Apakah Fenomena Demam Korea di Indonesia Berbahaya? 06 Feb 2012

http://id.post.yahoo.com/s?s=QrqNBtqpT8Su9PstTbijlA/Aj3JPg.A8Q.lJC5Vly3R5W......._ Menurut Kamu Bagaimana Fenomena Korean Pop (K-POP) yang Sedang Melanda Negara Kita???? 06 Feb 2012
http://meyhero.wordpress.com/2009/10/25/kebudayaan-korea/ Kebudayaan Korea. 06     …….Feb 2012

http://nurindahadepertiwi.blogspot.com/2011/01/positif-dan-negatif-pengaruh-.......budaya.html  Positif dan Negatif Pengaruh Budaya Korea di Indonesia. 06  Feb 2012

http://pancipanic.blogspot.com/2011/03/pengaruh-kebudayaan-korea-terhadap.html .......Pengaruh Budaya Korea Terhadap Indonesia. 06 Feb 2012

surat yang tertunda.......

hai, gue datang lagi. hehe
maaf, gue minta maaf klo selama ini gue terus2an bikin lo badmood n kesel..
buat seseorang, gue bikin dia benci banget sama gue gegara gue kepo, ngeselin, nyebelin, nyalahin dia mulu, dll. sampe sekarang dia udah ga peduli lagi sama gue n punya yang baru..
oke , gue curhat sedikiiitt aja, selama gue deact, gue tiap hari nahan diri buat ga ngstalk dia, gue tau ntar pada akhirnya gue nangis n sedih makanya gue udah ga mau tau apa2 lagi tentang dia.
tapi jujur gue kangen banget sama dia, biasanya tiap hari 'tiada hari tanpa dia' itu bener2 sesuatu yang gue nikmatin tiap harinya, kadang gue bela2in nyari sinyal/ isi pulsa asalkan gue tau kabar dia...
kadang pas belajar gak kerasa gue nangis, gue langsung sms dia... gue takut dia pergi n ngelupain gue..
mungkin dia bingung gue selalu sms gajelas, gue cuma ingin dia inget sama gue, walopun cuma sedetik...
gatau kenapa, gue bener2 ngerasa kehilangan org yang bener2 gue sayang, dia tuh kaya sahabat, keluarga gue.
gue sampe ngepoin dia kemana2.. sampe fbnya, weibonya, kadang kalo gue kangen gue liatin foto2nya....
gue tau disini gue lebay, tapi jujur gue emang ngerasa sangat kehilangan orang yg selalu ada buat gue..
gue tau saking sayangnya gue sama dia gue jadi egois, makanya gue beneran nyesek pas dia punya temen baru n ngelupain gue. gue sakit hati...
gue tau ini cuma masalah RP... tapi dia selalu ada buat gue selama 2 bulan ini dan gue pengen dia inget terus sama gue..
oke gue sadar diri aja, dia gak mungkin kaya gitu lagi. gue udah terlanjur cacad di mata dia.. gue tau gue emang bener2 udah dilupain n dia gabakal peduli lg sama gue. hehe.
gapapa deh. gue ikhlas aja sama semuanya, mungkin ini yang terbaik buat dia...
ya gue tau keegoisan gue sendiri yang bikin gue sakit, nyeri di hati, bahkan sama fisik gue aja ikutan sakit...
gue gamau sakit lh gue ulangan :( tapi mau gimana lg? :"
kadang kalo gue gatahan gue nulis2 gajelas kaya gini atau kalo gue punya pulsa , gue nelp nisa sampe nangis2..hehe..sedihlah.. untung si nisa ngerti apa yang gue rasain saat ini..
kadang, gue rela jadi jjkp atau sekedar ngemis2 perhatian sama dia, seenggaknya saat itu dia inget sama gue.
gue cuma bisa bilang, beruntunglah bagi kalian yang disayang sama orang, jangan sia2in kasih sayang itu, gak sembarangan orang bsa ngasih sayang tulus...
yang bener2 dari hati ...
baekhyun haer bener2 orang pertama yg bikin gue nangis2 n galau lebih dari seminggu gegara dunia maya, gue nangis...gue nangis kehilangan....