Senin, 11 Maret 2013

Te Amo're (part 2)



Author:  Mei F.D

Main cast :

·         Kris EXO M

·         Huang Zi Tao

·         Park Minnie


·         Other cast


Length : multichapter

Genre : married life, romance, family, comedy kriuk=_= saraf , mesum mode on

PG : 17 kesamping

Holaaa~ ibarat hutang maka saya akan bayar(?) ff belum kelar maka akan saya lunasi(?) wqwq maaf ya telat dibilang  sibuk juga, jangan lupa follow twitter aku ya ^^ meiokris
Maaf juga kemaren banyak typo soalnya buru2. Semoga part ini makin baik aja ya J mohon kritik dan sarannya sodara2.
***
Kris’s POV

“yakkk!!!”

“apaa??” bentakku. Pagi-pagi Minnie sudah heboh dengan teriakannya yang hampir mencapai 11 oktaf itu. Semenjak tinggal bersama Minnie sepertinya sebentar lagi telingaku akan tuli mendengar teriakannya setiap hari!

“kau???!!” Minnie yang daritadi sibuk mengutak-atik laptopnya ternyata sibuk men-search fotoku di internet.

“apa??” tanyaku lagi, “kau mau menuduhku gay??” aku melirik sekilas ke arah laptopnya dan mendapati fotoku tengah berpelukan dengan Tao, lawan mainku.

“hampir,....” jawabnya jujur, ia menggigit bibir bawahnya.

“bodoh! Itu namanya fanart!” ujarku ketus.

“jadi? Ini asli??”

“dasar otak pentium | ! rasanya kau harus mengganti isi otakmu dengan segala hal yang lebih bermanfaat! Cari tau sendiri...” ujarku sambil melipat kedua tanganku di depan dada.

Huh?? Nilai bahasa inggrisnya berapa sih sampai aku harus menjelaskan apa arti fanart?? Minnie langsung mendelik kesal ke arahku dan terus mengetikkan sesuatu di laptopnya.

“apa maumu hah??”

“tidak, hanya sekedar memantau keadaan, memastikan apa saja pembohongan publik yang kau lakukan.” Minnie menunjuk beberapa fotoku di sebuah situs yang menunjukkan aku tengah berdansa dengan Tao.

          “ohh iya yang ini terlihat seperti mafia, yang ini terlihat seperti pangeran...yang ini....ummm....” Minnie terus saja menggumamkan kata-kata yang membuat telingaku semakin sakit saja-_-

          “heh??!! Berhenti mencari hal-hal yang tidak penting seperti itu. Lama-lama kau bisa jatuh cinta beneran sama aku!”

          “yah wufan, setidaknya aku tidak terlihat seperti mereka yang jatuh cinta dengan segala hal dari dirimu yang sok berkarisma itu..” ucap Minnie datar.

          “cih... tau apa kau tentang diriku??!!”

          “taulah karena kau terus mondar-mandir di hadapanku” bentaknya sambil berkacak pinggang.

Teng-tooong...

          Aku mendengar suara bel yang langsung menghentikan perdebatan kami di pagi ini, aku langsung mengintip dari kamera pengintai di depan rumahku, Huang Zi Tao? Mau apa dia kesini? Minnie yang daritadi berada di belakangku tiba-tiba langsung tersorot kamera, bodoh! Kenapa dia langsung membukakan pintunya tanpa mengecek keadaan??!! Bagaimana kalau itu perampok atau wartawan??!!

          Aku langsung bergegas menemui Tao, semenjak mendengar kabar aku akan menikah dari mulut nenekku, Tao memang sudah tak menghubungiku lagi..

          “hai..” sapaku datar. Duh Tuhan, kenapa ada desiran halus dari hatiku..

          Memang selama main film dengannya Tao memang meminta nomor hapeku dan berkali-kali mengajakku ketemuan dan mendekatiku dengan alasan agar bisa total dalam berakting. Tentu saja awalnya aku menerimanya dengan baik, hanya saja... kemampuannya dalam menaklukan hati semua orang itu juga berlaku padaku, bagaimana bisa aku berdebar-debar saat berhadapan dengannya. Mungkin kalau dalam masalah berakting aku masih bisa toleransi, ini kan sudah selesai dan film itu juga sudah beberapa kali tayang di televisi kenapa aura Tao masih mengikat dan terasa di hatiku??

          Brengsek. Sialan! Aku mengumpat dalam hati.. semoga ini Cuma perasaanku saja. Aku kapok aku jera menerima tawaran main film bertema homoseksual kalau akhirnya aku akan menjadi gay beneran...!!

          Wajah Tao menegang saat melihat ke arahku dan melirik sekilas kepada Minnie, dia menatapku dan Minnie bergantian..

          “dia??”

          “ahh... saya Minnie..” sahut Minnie kalem. Dia menyodorkan tangan kepada Tao hendak menyalami, tapi malah ditepisnya.

          “istri sahmu atau...istri kontrakan??” tanya Tao lagi, wajahnya berubah, mencari setitik jawaban yang keluar dari mulutku yang bisa menenangkannya.

          “dia...istri sahku...” jawabku pelan dan mantap. Jelas saja dia memang istri sahku, hanya saja dia memang belum memenuhi kriteria sebagai istriku.

          Minnie hanya melongo melihat Tao, dia masih shock ketika aktor yang sering ia lihat di layar kaca menepis tangannya.

          “....” tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulut Tao, dia hanya menatapku dan langsung berbalik pergi.

          “eh?? Loh Tao kok langsung pergi? Kenapa tidak ke dalam dulu??” Minnie yang langsung sadar dari alam bawah sadarnya kembali mengeluarkan suara 11 oktafnya.

          aku hanya mengedikkan bahuku dan langsung masuk ke dalam..

          “wufan, ternyata dunia ini kayak panggung sandiwara aja ya. Dia beneran gay? Kok ketus gitu? Kamu jangan sering-sering bergaul sama dia nanti ketularan loh.. cakep-cakep kok gay, padahal ya di sini tuh banyak banget cewek yang.....” Minnie terus saja mengekoriku yang sedang mengambil roti ke dapur. Aku yang bosaaaan sekali mendengar celotehannya langsung menyumpalkan roti itu ke mulutnya.

          “stttt!! Bisa diam gak sih? Kau bahkan jauh lebih cerewet daripada nenekku!”

          “yakk!!” Minnie langsung ingin memukulku.

          “dia tak jadi mampir ke sini karena melihat makhluk menjijikan sepertimu!”

          “hah??”

          “bodoh!”

          “hah??”

          “duuhh Minnie sayang sepertinya kau harus banyak minum biar cairan otakmu tak kekurangan cairan... bisa tidak kau tidak menyusahkanku sehariiii saja? Rasanya aku adalah makhluk paling sial di muka bumi ini yang menerima perjodohan sialan ini...”

          “oohh... kalau kau dinikahkan dengan sejenismu? Kau akan bahagia? Kau akan menjadi makhluk paling beruntung di dunia?”

          Aku hanya terdiam mendengar sanggahan dari Minnie, benar juga si Minnie Monroe ini, apa jadinya kalau aku beneran jatuh cinta sama Tao? Aku akan menikah di negara yang membolehkan pernikahan sesama jenis? Mengadopsi anak dari panti asuhan dan hidup menjadi ayah dan suami dari pasangan sesama jenisku? Saat itu juga mungkin aku akan mendengar nenekku meminum racun tikus.

          Seorang Wu Yi Fan membuat para gay patah hati?

          The real GAY?

          Wu Yi Fan jatuh cinta dengan lawan mainnya?

          Duhh sebentar lagi dunia akan kiamat rupanya..

          “aku normal..” jawanku singkat, buktinya aku masih punya malu melihat tubuh polos si Minnie waktu itu. “aku tak berani melakukan apa-apa padamu karena kau itu tidak seksi dan selalu menyusahkanku! Kalau kau bukan istriku mungkin sudah lama kutendang..”

          “iya, aku tau kau takkan mau melakukannya karena kau lebih tertarik dengan yang berotot..”

          Lagi... dia benar-benar tidak menangkap apa maksudku atau memang dia itu sangat susah diberitau? Ku getok pakai palu baru bisa kerja otaknya kira-kira.

          “sekali lagi kau menuduhku gay, aku takkan segan-segan melakukan ‘itu’ padamu..” ujarku menyeringai.

          “coba saja kalau berani..” tantangnya.

          “jadi kau menantang?” tanyaku. Berani juga rupanya...

          “ne. Wae??!!”

          “jangan menyesal kalau kau akan kehilangan keperawananmu!!” ujarku sambil memperlihatkan deretan gigiku. Entah setan apa yang mulai merasukiku... Minnie mulai merasa keadaannya mengkhawatirkan, dia mundur perlahan.

          Bagus! Hanya digertak sedikit sudah takut rupanya, lagipula aku takkan tertarik dengan tubuhnya.. goda sedikit tak apa lah~

          “mau kemana sayang?” ujarku sambil menekankan kata sayang di depannya.

          “kau mau apa?” ujar Minnie dengan suara bergetar sambil terus mendorong tubuhku.

          Aku langsung mendorongnya ke dinding dan menguncinya. Dadaku menghimpit dadanya, dari sini saja aku sudah merasakan detak jantungnya yang berpacu, sudah kubilang dia takkan kuasa menolak kekuatan seorang Wu Yi Fan..

          “tadi... kau mau kita mencobanya kan Nyonya Wu??” bisikku tepat di telinga kanannya, aku menggigit telinganya perlahan. Mendaratkan kecupan ringan di bahu dan lehernya.

          BZZZ!! Aku merasakan sebuah petir menyambar tubuhku di hari yang cerah ini. aku seperti tersengat listrik jutaan volt, kenapa tiba-tiba aku seperti mendapatkan nyawa lagi dalam ruang kosong di hatiku??

          Dia... dia...

          “hft..” aku menguasai diriku. Aku tak ingin menyakiti gadis gila ini, aku memalingkan wajahku dari hadapannya. “wajahmu tegang sekali... hahah” ejekku sambil berusaha menetralkan suasana dan menormalkan sengatan listrik yang masih mengalir di tubuhku.

“sudah kukatakan jangan macam-macam denganku” ujarku sambil mengendurkan posisi kami Aku menjauhkan diriku darinya dan langsung berjalan ke dalam kamar. sesuatu sedang tidak beres terjadi dengan hatiku.....

Minnie hanya diam membisu melihat apa yang akan aku lakukan padanya, akhirnya dia jatuh terduduk di lantai dengan keadaan setengah sadar kira-kira.
____
Minnie’s POV

         “ugh, sudah malam tapi Wu Fan belum pulang juga” aku mengintip dari balik kaca jendela menunggu kedatangan Wufan. Sudah beberapa malam ini Wufan pulang telat, entah dia pergi kemana.

         Aku jadi sering ketiduran di sofa, tapi besok paginya aku sudah tergeletak di sampingnya, kata Wufan sih aku sering tidur berjalan.. masa sih? Padahal seingatku aku Cuma mengigau saat tidur, jangan-jangan semenjak menikah aku jadi punya penyakit memalukan yang lain lagi?

         Aihh...aku menggaruk-garukkan kepalaku yang tidak gatal ini. sebenarnya ada atau tidak ada Wufan memang tak begitu berarti bagiku, hanya saja sekarang sedang musim hujan dan suara petir itu sangat keras. Hiiyyy...

         Yasudah lah sebaiknya aku mandi saja dulu. aku langsung mengambil handuk dan berjalan ke bath up.

         BYUURR.... ahh... aku langsung berendam di dalam bath up, menangkupkan kedua lututku dan membenamkan kepalaku di antara lututku.

         Aku menghela napas panjang, bisa-bisanya aku sekarang berada di sini? Sebagai istri seorang wufan? Berawal dari sebuah perjanjian konyol? Rasanya baru kemarin aku masih bersama Ryu, rasanya baru kemarin juga aku merasa sangat kesepian dengan penyakit single kronis yang mengganggu hatiku...

         Rasanya masih kemarin aku naksir sama penjual kimchi, namja imut penjual es krim dan ahjussi gula kapas kenapa sekarang nikahnya sama pangeran dari negeri bawah laut?

         Rasanya masih kemarin mikir-mikir kalau hidupku kaya di drama-drama gitu jatuh cinta sama penjual-penjual ganteng dan langsung ngenalin sama eomma kalau mereka adalah calon suamiku. Tapi... hidup tak semulus paha member girlband... haha buktinya sudah menikah dengan pangeran kera macam Wufan hidupku kaya di atas kapal terombang-ambing. Loh kok kera sih? Katanya pangeran dari negeri bawah laut? Ah sudahlah memang sosok tak jelas macam dia itu tak cocok hidup di darat maupun laut-__-

         Apalagi kalau ingat masalah beberapa hari yang lalu, si wufan kan kayanya ga main-main gitu pake nerima tantanganku buat yadongan, aduh rasanya dekat-dekat gitu sama aku, aku jadi makin lupa bagaimana caranya bernapas, jantungku saja udah kaya mau lepas dari tempatnya, untung aja katup-katup jantungku gak jebol gara-gara kebanyakan memompa darah kaya akan oksigen..

          BYAARRR!! JDEEERRR! (aduh backsound petir sama mati lampu gimana sih-_-)

         “kyaaa!!” astaga ya Tuhan itu petirnya huaaaaaaaahhh...!!
        
         Krieeett....aku merasakan pintu kamar mandiku dibuka? Siapa?
        
         “wufan?” ucapku takut-takut. Aku benar-benar gabisa ngelihat dalam gelap gini... siapa saja tolong aku...
___
Author’s POV

Wu Fan Menikah?

Wu Fan Kawin Kontrak demi Popularitas

Penculikan Isteri Wu Yi Fan

Tao enggan Berkomentar                  

Penculik Tak Kunjung Hubungi Keluarga Wu Fan

        Daaaan segudang headline news di televisi, bisa tidak aku tak disangkut pautkan dalam masalah ini? brengsek. Umpat Tao dalam hati. Ia sangat lelah hari ini karena melayani ribuan pertanyaan dari para wartawan yang meminta pendapatnya perihal penculikan Minnie.

         Matanya kembali fokus menatap ke arah layar televisi begitu melihat liputan tentang dirinya sendiri, hasil wawancara tadi siang.

         “saya tidak mau berkomentar banyak, apalagi masalah penculikan istrinya Kris atau Wu fan itu... dia sudah menikah saja saya baru tahu..”

         Akting yang bagus! Puji Tao kepada dirinya sendiri. Dia terkekeh sambil mematikan layar televisi, matanya menggenggam ke arah iPhonenya dan  mengecek situs jejaring pribadi miliknya, jejaring sosial pribadi yang sangat pribadi tentunya, hanya dia sendiri tau, jejaring sosial yang digunakannya untuk memantau perkembangan gay di seluruh dunia dan yang paling penting ialah agar dia bisa melacak keberadaan seseorang yang sudah sangat lama ia cari.

         Lagi-lagi masalah pernikahan Wu fan pun ikut diributkan dalam dunia ini, komentar miris dari berbagai kalangan gay pun bermunculan di timelinenya, “aduuuh sayang sekali ya sudah punya isteri padahal aku sudah cinta banget sama Wu fan..” ada juga yang memasang status, “akuu bahkan menggilai ketiaknya Wu fan dan bercita-cita bisa memiliki Wu fan dan menghirup aroma ketiaknya setiap pagi..mirisnya hatikuu TTT---TTT”

         Tao semakin dibuat galau dengan segala hal yang ada di timeline. Dia mengecek situs gay terbesar di seluruh dunia dan tak juga mendapati sosok yang di carinya di kolom cari jodoh.

         “need seme” “need top” “i just need top no bot” “need massage? Contact me. Just for top/seme” semuanya saja mencari top! Tak ada yang mencari uke atau bot macam dirinya ini, gumam Tao kesal, dia mengecek beberapa foto gay yang berotot dan tampan tentu saja... hanya saja... mereka tak tertarik dengan uke-uke unyu seperti dirinya.

         Lelah di jejaring sosial miliknya, Tao melirik ke arah jam dinding dan langsung berjalan ke kamarnya, menarik pintu kamar mandi miliknya. Ada kilatan api di matanya.
___
Minnie’s POV
         Ahh nasibku kaya di drama-drama aja ya masalah penculikan begini. Kenapa coba harus diculik? Seandainya Tao memang sudah lama suka sama aku harusnya ngomong dong dari awal biar aku gak nerima perjodohan dengan Wu fan yang gak aku kenal itu, kan aku agak-agak naksir gitu sama Tao sejak ngeliat dia di drama What is Love itu. Aku meringkuk dalam sebuah ruangan yang tak berpenghuni ini... bukan... bukan gudang... ini kamar mandinya Tao!!

         Huaah aku disekap dalam ruangan mesum ini... eh ga ding bukan ruangannya yang mesum tapi otakku yang mesum..huhahah

         Kata si Tao sih aku diculik sama dia, tau deh diculik kok ngomong-ngomong? Disekap di kamar mandi lagi... ga elit banget. Gimana ntar kalau si Tao mandi di sini kan aku kepaksa ngeliat anunya...huaaah... cenat-cenut hatiku duuh mas Taoooo(?)

         Emang Tao bener-bener lelaki sejati ya buktinya saking cintanya dia sama aku sampai rela merampasku dari tangan Wu Fan...
                           
         Eh... ada yang buka pintunya..krieeet....

         “mau ngapain kamu Wo(singkatan dari Tao(?))?”

         “kencing” jawabnya ketus.

         “aaaaaa” refleks saja aku menutup kedua belah mataku yang masih suci ini daripada ngeliatin ehem-ehemnya Tao, sumpah demi apapun juga aku ngerasa hidung ini bakalan ngeluarin darah alias mimisan gitu gara-gara mikirin yang engga-engga.

         Currr.... nah kan ada suaranya lagi.. duh Tuhan... kalo ngintip bukan punya suami sendiri itu dosa engga ya? Lagipula ini kan kesempatan emas.... habisnya Wu fan kan ga pernah ngeliatin itunya sama aku... /plak/

         “Wo..hidung aku berdarah kayaknya” ujarku jujur saat merasa ada yang meleleh di hidungku.. syuuttt...

         “berdarah gundulmu! Itu ingus bodoh!!”

         BZZ!! Ternyata Cuma ingus pemirsah bukan daraah.. ih aku lupa kalau aku lagi kena flu-flu ringan gitu gara-gara kelamaan di dalam kamar mandi, yaudah deh itu cukup buat mewakiliku kalau aku yaaah itu deh pokoknya sama dia(?).

         Namanya juga cewek ya normal lah agak-agak mesum sedikit kalo ngeliat cowok kencing di depan mata, mana gak boleh lihat lagi kan bikin penasaran(?)

         “malam ini kau tidur disini” ujar Tao sadis.

         “hah?? Kok kamu tega?” ujarku sambil nahan muka melas dipucat-pucatin biar dia kasihan, taunya engga...bukannya kasihan sama aku eh dianya malah ninggalin sku yang cantik ini sendirian di kamar mandi, sedih yaaa...
___
         Esok paginya...

         BRUKKK!!

         “kyaaa Wufan ahh kamu ini apa-apaan sih main dorong-dorong orang aja!” teriakku dalam keadaan setengah sadar. Duhh sakit sekali tubuhku ini jatuh dari ketinggian..

         “sejak kapan kau disini?? Tidur di sampingku lagi?? Najis.”              

         Hah?? Eohh?? Bukan suaranya Wufan.. aku berusaha mengingat-ngingat dengan membuka kedua mataku. Astaga, aku kan lagi diculik! Beuhhh, berarti selama ini yang dikatakan Wufan benar kalau aku sering jalan sendiri pas lagi tidur, kirain Wufan yang selama ini gendong aku ke kamar taunya...kretek-kretek hatiku mas...mas... nah loh..kok jadi keinget Wufan?? -__-

         “aku juga tidak tau!” sahutku, “sebenarnya niat kamu menculik aku itu apa sih??”

         “diam kamu!!” ujar Tao yang langsung meraih pisau yang entah tergeletak dimana tiba-tiba sudah berada dalam genggamannya.. ia langsung menempelkannya pada daguku..

         “berisik sekali ya...” ujarnya.. “kau mau tau alasannya apa?? Bagaimana kalau aku menjelaskannya sambil bermain-main denganmu?” Tao mulai memainkan pisau di tangannya sambil menggesekkan pisau itu di antara dagu dan leherku.

         “jangan...Tao..” sahutku pelan.. sumpah ini cerita pas banget kaya di film China yang pernah aku tonton. Alibinya sih mau nyelakain tapi ujung-ujungnya diperkosa. Hiiyy... bedanya sih kalau itu settingnya di bath up kalo ini di kamar. kan sama aja tempatnya mengundang hawa napsu. Loohh(???) /author gagal horor(?)/

         Tapi optimis aja ya dia kan artis masa mau masuk penjara gara-gara pembunuhan atau pemerkosaan. Kurang elit, harusnya kan narkoba gitu biar kece.

         “kau sudah merebut dia!!” Tao yang gak bisa mendengar isi suara hatiku yang lagi random itu kembali berujar.

         “merebut siapaaa??” ujarku bingung, ehh.. bisa-bisanya disaat genting seperti ini otak lemotku kumat.

         “wufan...” Tao menurunkan pisaunya. Fiuuhh... tapi...hah?? hah?? Apa dia bilang??

         “wufan??”

         “kau tau?? Aku baru patah hati sama namjachinguku Rey dan ingin mendekati Wufan tapi kenapa kau yang malah menikah dengan Wufan!!”

         Huaaah mulutku sukses menganga lebay saat mendengar pengakuan dari seorang Huang Zi Tao.  Dia? Rey? Wufan? Gay? Ngiikkk.. entah kiamat makin dekat atau aku yang makin dekat dengan sarang gay? Oke kedua opsi itu sama benarnya.

         “kenapa? Kau takjub? Percuma saja kau tampakkan wajah bodohmu itu. Aku takkan tertarik dengan wanita!”

         Tao bangkit dari sisiku dan langsung mendekat ke arah cermin, “kau tau? Kenapa aku membenci wanita dan menjadi gay?”

         Aku menggeleng takut-takut tapi aku penasaran.

         “ibu yang melahirkanku dan ayah yang merawatku ketika aku masih berumur 1 tahun semuanya telah tewas! Hingga akhirnya aku diasuh oleh ayah tiriku.. kau tau... aku hanya dijadikan sebagai pembantu dan pemuas napsu ayahku saat aku masih kecil!” Tao menangis dan mengusap airmatanya perlahan, “setelah ayahku meninggal karena kecelakaan aku diasuh oleh pamanku. Pamanku yang biasanya merawatku, pamanku yang dewasa dan perhatian hingga aku beranjak remaja ternyata juga menginginkan tubuhku! Bagaimana bisa aku hidup dalam lingkungan gay tapi aku bukanlah seorang gay?? Hah??!!” Tao memukul cermin di depannya sambil terus menangis.

         Sungguh tragis cerita masa kecil Tao, sangat berbeda dengan keadaan hidupku yang serba konyol ini.. mungkin lebih baik mati dalam kekonyolan ya daripada mati dengan kenistaan...

         Tao melanjutkan, “hingga aku dewasa, akhirnya aku dikenalkan pamanku dengan Rey, kita saling mencintai sampai akhirnya Rey meninggalkanku sendirian...tanpa jejak.,.sampai sekarang..” Tao balik menatapku. Wajahnya terlihat sangat kacau. Aku tahu ada luka teramat dalam yang sudah terukir di hatinya sejak ia masih kecil.

         “kau tidak mencoba membuka hatimu untuk wanita?” tanyaku memberanikan diri.

         “persetan dengan wanita! Kau tau wanita yang mendekatiku hanya menginginkan harta kekayaanku dan popularitasku saja!!” ujar Tao.

         “aku benar-benar mencintai Rey sampai dia mengenalkanku dengan dunia sekarang,. Masa depanku.. tapi kenapa ia pergi??” Tao terduduk. Ia kembali menangis.

         “tapi kan dia namja Tao....” ujarku berusaha membawa Tao kembali ke dalam akal sehatnya.

         “persetan dengan gender kalau kau bisa bahagia dengannya!” sahut Tao.
Tring...tringg...

         Perdebatan dengan dua kubu yang berbeda jenis dan berbeda pendapat ini akhirnya terhenti dengan terdengarnya bunyi bel dari luar. Tao langsung bangkit dan mengusap airmatanya. Ia mengintip dari balik jendela kamarnya.

         “dia...dia datang...” Tao setengah berbisik ketika melihat siapa yang datang berkunjung ke rumahnya. Tao berdiam mematung.

         “siapa?” aku memberanikan diri berjalan ke arah jendela kamar Tao, berharap Wufan yang datang menjemputku dan membawaku pulang dari tempat memusingkan ini, sungguh kenapa aku begitu merindukan Wufan saat ini juga?

         “Rey..” ujarnya lirih..
—TBC—
Nyahahah. Gimana ff saiiah? Aneh ya? Mohon kritik dan sarannya pokoknya demi kelangsungan ff nista ini. kkkk oia ff ini terinspirasi dari cerpen Caramello Kiss-o kesayangan saya ‘3’)/

Sabtu, 02 Maret 2013

FF: TE AMO-RE(PART I)



Author:  Mei F.D

Main cast :

·         Kris EXO M

·         Park Minnie


·         Other cast


Length : multichapter

Genre : married life, romance, family, comedy kriuk=_= saraf , mesum mode on

PG : 17 kesamping

 Hai author balik aaaaa bikin ff yang terakhir deh ini janji pls naah author kan galau mau UN gitu aaa stres aaaa pengen refreshing mau bikin ff dulu . judulnya aneh ya? Haha iya sama kan authornya juga aneh, artinya aja gatau /ketawa erotis/ silakan dibaca aja ya. Mohon kritik n sarannya. J

Jangan lupa follow twitter aku /promosi/  meiokris


***
Minnie POV

          “Minnie.... kau ini lagi-lagi ceroboh, aku bahkan takkan bisa membayangkan kalau aku tak ada di sampingku..” namja itu langsung meraih jariku yang terluka dan langsung mengisap darahnya.

          “ini harus dihisap biar darahnya berhenti keluar.” Namja itu berkata sehabis mengisap darahku dan membuangnya(?).

          Oke sebenernya dalam hal ini aku tidak mengerti, apa hubungannya antara mengisap darah dengan berhentinya luka? Berhenti terluka karena darahnya sudah habis? Atau karena dia adalah seorang vampir? Lagi-lagi vampir-_- Minnie otakmu sudah kebanyakan menelan buku fiksi sehingga semuanya disambung-sambungkan dengan dunia real.

          Tetap saja, meskipun dia tak membuat darahku habis, wajahku tetap saja pucat, sekarang ini ada banyak sekali kasus kriminal yang pelakunya adalah orang terdekat, bisa saja kan namjachinguku sendiri sebenernya tertarik untuk mengisap darahku daripada mencintaiku apa adanya. Oke ini tidak adil. Tidak adil kalau pemikiranku tentang hal-hal tidak masuk akal ini terus berlanjut.

          Aku terus saja bercengkrama dengan ingatan satu tahunku yang masih sering kuulang di benakku, segala hal tentangnya memang sangat sempurna terekam di otakku, tapi.... mungkin aku harus belajar melupakannya. Dia sudah meninggal satu tahun yang lalu karena kecelakaan maut.... sedih..iya... jelaslah-_-

          Tapi sekarang aku harus menuruti permintaan dari halmeoniku yang sebelum meninggal beliau sudah menyiapkan selembar kertas entah itu namanya pokoknya aku harus dan wajib menandatangani isi surat itu, tentu saja karena panik aku langsung menandatanganinya mengingat waktu itu halmeoniku mengatakan akan meninggal dalam waktu 1 menit.

          Setelah aku menandatanganinya, bukannya meninggal halmeoniku langsung bangkit dan ber-Harlem Shake dengan eommaku. What? Ini adalah drama-__- ya ini adalah drama yang dibuat oleh halmeoni dan temen halmeoniku yang berniat menjodohkan aku dengan cucu kandungnya.

          Seorang penerus perusahaan ternama di Korea yang terkadang juga merangkap sebagai artis yang cukup terkenal, dalam hal ini tentu saja aku bahagia, bahagia karena aku sudah jatuh cinta dengan statusnya, siapa sih gadis yang tak tergiur dengan hal ini?

          Tapi... itu hanya berselang beberapa menit setelah aku kembali menyimpang dengan segala hayalan bodohku, pemilik perusahaan?

Ya, setidaknya aku pernah melakukan observasi di beberapa kawasan elite dengan jumlah penduduk yang banyak, aku melongok dari dalam busku dan menemukan mobil-mobil mewah lewat di samping busku, tentu saja otak pemburu lelaki ganteng ku kembali beraksi, tapi bukannya aku menemukan lelaki-lelaki ganteng....aku malah menemukan perut perut buncit,tubuh-tubuh gemuk, dan hidung berbelang macan-__- tidaaaaak-_- hal ini tentu saja membuat “pemilik perusahaan” dicoret dalam kamus besar percintaanku.

          Kedua, selebriti papan atas? Yah, dalam hal ini halmeoniku memberikan clue kalau suami-ku sudah ditarik keluar dari dunia hiburan dikarenakan gosip miring yang menerpanya. Dalam hal ini aku sudah mengecek televisi beberapa hari ini dan menemukan Kang Ho Dong yang sedang ribut diberitakan. MWOO?? Bisa saja kan Kang Ho Dong atau lelaki sejenis dia yang akan dinikahkan denganku. Oke kata selebriti dicoret.

          Ganteng? Ya, tentu saja para halmeoni dan eommaku sudah pasti mengatakan kalau ia ganteng, itu merupakan penambah poin plus terhadap kecintaanku dengan suamiku kelak. Setahuku lebih mudah mencintai namja ganteng karena kau tak perlu sakit mata untuk bisa beradaptasi dengannya wajahnya. Tapi.....

          Oke, aku juga kembali melakukan penelitian dengan terjun langsung ke dunia per-gay-an maya dan menemukan namja-namja ganteng bin kece sedang bermesraan dengan seorang namja imut! Aaaaaa!! Entah dunia ini sudah terbalik atau otakku yang sudah kehabisan cairan?

Dan yang semakin membuatku stres adalah aku bahkan belum pernah melihat wajah suamiku sendiri. WAJAH SUAMIKU SENDIRI!!!

          Waktu pernikahan, mataku dan mata suamiku ditutup dikarenakan agar aku tidak lari dari segala macam pernikahan setengah cinta itu.setengah cinta karena aku tidak tau perasaan suamiku terhadapku, bisa saja dia langsung jatuh cinta karena suaraku. Oh iya, pendetanya juga ditutup matanya dikarenakan alasan khusus. Demi Tuhan, aku bahkan sempat mengira suamiku ini adalah seorang transgender!! HIIII!!!

          “sudah siap? Mulai sekarang kau akan tinggal disini...” ibuku menunjuk sebuah rumah berukuran sangaaat besar.

          “ne...” jawabku lemah, berhubung aku akan melanjutkan kuliahku diluar kota, jadi aku harus tinggal disini, ini yang juga menambah alasan halmeoniku menjodohkanku dengan namja itu.

          Aku langsung menurunkan koperku dan berbalik menghadap rumahku. Rumah mewah tapi aku tak bisa membayangkan apa yang akan membuatku nyaman. Bagaimana kalau malam tiba rumah itu berhantu? Atau ada makhluk-makhluk aneh yang berkeliaran di sekitarnya??

          “eomma...bagaimana kalau....” aku langsung menghentikan ucapanku ketika menengok ke belakang, mobil eomma ku sudah hilang! Bagaimana ini??

          Tiba-tiba aku merasakan ponselku berdering. Sms dari eomma.

          From: Eomma
        Hei! Eomma tak ingin mengganggu kau dengan suamimu jadi eomma membiarkanmu saja sendirian. Hwaiting!

Hah?  Hah? Hah? Sendirian? Eomma? Kau? Tidak? Ingin? Melihat? Anakmu? Untuk? Terakhir? Kali? Hwaaa aku sudah memikirkan kalau ini adalah hari terakhirku hidup di dunia, bisa saja namjaku ini seorang yang suka menganiaya istrinya sendiri?

Bagaimana kalau dia seorang biseksual? Kudengar gosip miring yang menimpanya itu karena ia seorang gay?? O.O

Bagaimana kalau dia mengidap Sindrom Down?

          Aaaaaaaaa Tuhan tolong akuuu;___;

Aku langsung mengumpulkan kekuatan bundadariku dan langsung berjalan menuju ke dalam rumah baruku.

Tok...tok....tok... aku mengetuk perlahan pintu depan rumahku.

          “ne..”

aku mendengar sebuah jawaban dari dalam...deg-deg-deg...

“nuguya??”

Sebuah pertanyaan langsung menyerangku saat seorang namja tampan nan seksi menggoda membukakan pintu untukku,  aku langsung kehilangan suara, darahku sudah berhenti mengalir dan jantungku sudah merosot ke pankreas....

          Bukan... bukan karena dia ganteng...

Bukan... bukan karena dia menawan..

Bukan... bukan karena dia adalah artis dan aku adalah seorang fansnya...

Tapi... dia adalah Ryu!! Aku pingsan aaaaaa.

BRUKK!!

Kris POV
           Aku mendengar seseorang yang mengetuk pintuku, nuguya?

          “ne..”

          Aku membukakan pintu untuknya dan melihat seseorang dengan segala hal yang biasa-biasa saja dari dirinya alias dia bukan dari kalangan entertainmen datang ke rumahku.

          “nuguya?”

          Aku melayangkan sebuah pertanyaan kepadanya, bukannya menjawab pertanyaanku dia malah berdiri mematung ketika melihatku. Fansku kah? Cih. Aku tidak tertarik dengan yeoja.

          BRUKK!! Tiba-tiba saja dia limbung dan jatuh tepat di depanku, dia pingsan?? Merepotkan saja!  Aku terpaksa menangkapnya dan memapahnya masuk ke dalam. Cih. Trik murahan untuk bisa jadi detektifku? Setelah dia sadar aku akan segera menendangnya dari dalam rumahku.

          Tring! Aku mendengar bunyi sms dari handphoneku. Sms dari halmeoniku.

         From: Halmeoni
Wu Fan! Kau harus menelponku sekarang! Pulsaku sudah habis, kalau kau mau selamat, cepatlah telp aku sebelum kerang ajaib murka kepadamu..

Yak! Halmeoni pecinta kartun ini masih saja menyangkutkanku dengan segala hal yang berbau Spongebob...

Aku langsung menekan speed dialku yang langsung menyambungkanku dengan halmeoniku.

Tuuut...“Wu fan! Kau sudah menerimanya? Perlakukan dia dengan baik!”

“hah?” otakku terasa sangat lambat mencerna apa yang dikatakan halmeoniku.

“itu! Dia! Dia adalah Minnie! Istrimu!” aku mendengar bentakan halmeoniku yang mempunyai hobi membentak itu-__- menurutnya, bentakan adalah sebuah ungkapan rasa kasih sayang. Entah... kalimat itu didapatkannya darimana...

“hah?” aku langsung melirik ke arah yeoja yang ternyata sudah menyandang status istriku itu...

“hah? Hoh? Hah? Hoh? Pokoknya kau harus merawatnya dengan baik dan berikan aku cicit yang manis”

          “HAH?”

TUT..TUT...TUTT... oke aku akan ber hah hah ria dengan diriku sendiri, aku langsung kembali ke arahnya dan menemukan keadaannya yang cukup acak-acakkan, bahkan kemejanya sudah setengah terbuka, apa dia hobi membuka pakaiannya sendiri?

Aku langsung bergegas ke arahnya dan langsung mengancingkan bajunya, nanti aku malah dikira sudah melakukan hal yang tidak-tidak-__-

Usai mengancingkan baju istriku itu aku langsung berlari ke kamar dan berkaca.

“Wu fan...kau adalah seorang namja tampan, kenapa kau harus bersanding dengannya di gereja yang sakral itu?” aku bergidik membayangkan diriku yang bersanding dengan dirinya yang ternyata sangat jauh berbeda dengan dugaanku.

Deg...deg...deg... aku merasakan detak jantungku yang bertalu-talu. Seingatku, aku tak pernah deg-degan melihat paha-paha mulus artis papan atas seperti SNSD atau melon menggoda milik Ailee, kenapa saat melihat bentuk tubuh I-line seperti dia jantungku langsung bertalu-talu.

Oh iya, jangan langsung menarik kesimpulan aku jatuh cinta dengannya, bukannya tadi aku dengan susah payah memapahnya ke atas sofa? Jelas saja detak jantungku berdetak lebih kencang karena insiden mengejutkan tadi-__-

Sekarang bagaimana cara aku membangunkannya? Aku mondar mandir mencari sesuatu yang bisa untuk membangunkannya.

Tring! Aku menemukan sebuah ide, sebuah benda nista yang teronggok beberapa minggu karena aku sibuk dan tak sempat mencucinya, aku mengambil benda itu dan mengibas-ngibaskannya di depan wajah wanita I-line ini. Minnie? Ah ya Minnie Monroe(?)

“eungg....” yeoja itu menggeliat pelan dan wajahnya berkerut. Perlahan dia membuka matanya, bukannya dia marah-marah saat melihat sebuah kaos kaki tergantung di depan wajahnya, ketika melihat wajahku, dia kembali pingsan.

“yak!! Jangan pingsan!!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.

Tiba-tiba Minnie Monroe langsung bangkit dari posisi pingsannya.

“kau bukan Ryu ! ” tudingnya.

“memang! Aku Wu fan!”

“aku tidak menanyakan namamu!”

“bodoh! Tapi kau menuduhku Ryu!”

Minnie langsung menatap tajam ke arahku dan meraih ponselnya.

“eomma? Kenapa wajahnya seperti Ryu....” bisa kulihat wajahnya berubah dan butiran kristal bening mengalir di pipinya.

“MWOO?? DIA KEMBARAN RYU??”

“MWOOO?? DIA SANGAT BERBEDA DENGAN RYU EOMMA!!”

Ahh... yeoja ini ternyata sangat tangguh rupanya, kupikir dia akan menangis seharian setelah mengingat hubungan dia dengan Ryu, saudara kandungku yang tak kukenal itu.

Aku dan Ryu memang tak pernah saling kenal, Ryu diadopsi oleh keluargaku yang lain karena tak memiliki anak, kebetulan keuangan keluarga waktu itu sangatlah tipis dan takkan sanggup mengurus kedua bayi sekaligus...

Hingga sekarang, berkat kerja keras dari seluruh keluargaku, aku bisa hidup dengan nyaman sebagai seseorang yang terpandang dan kaya...

Yeah, setidaknya aku tak begitu kaget mendengar reaksinya, karena aku cukup tau silsilah keluargaku.

“kau suamiku?” tanya Minnie saat ia menutup ponselnya.

“bukan, aku pembantumu...”

“terus suamiku siapa?” tanyanya dengan wajah bingung, haduh otak pentium I memang susah diajak kerjasama.

“ya jelas aku lah!! BODOH!!Cerna dulu semuanya baru dipercaya!!”

“tak usah teriak-teriak begitu kepadaku!!” Minnie malah balas meneriakiku.

“karena kau memang pantas diteriaki!!” ujarku gusar. Benar-benar ya melayani istri baruku ini semuanya dilakukan dengan menggunakan urat, urat otak dan urat pita suara(?)

Minnie Monroe mendelik kesal ke arahku, dia langsung meraih ponselnya dan langsung bertanya, “siapa namamu?”

“Wu fan.. kenapa kau menanyaiku?”

“nama panjangmu!!”

“kau tidak mengatakannya dengan lengkap. Wu Yi Fan!” terangku lagi.

“not found. Nama panggung?” tanyanya lagi, aku melirik kesal ke arahnya. Maunya apa sih?

“Kris”

“Kris Wu Fan.... hmmmm....” dia langsung mengutak atik ponselnya, “done”

“apa?” tanyaku lagi.

“tidak, hanya mengecek data diri suamiku saja dari internet...setidaknya aku bisa sedikit mengenal sosok artis kurang ajar sepertimu..”

“sial.” Umpatku, tiba-tiba ponselku berdering, “yoboseyo?”

“yak wu fan ,halmeoni sudah membeli pulsa, cepatlah kau berikan ponsel ini kepada Minnie”

“nih...halmeoni ingin berbicara denganmu..” aku menyodorkan ponselku kepadanya.

“ini bisa meledak tidak?”

“menurutmu??” tanyaku lagi, anak ini benar-benar ya-_-

Minnie langsung meraih ponsel dari tanganku dan langsung berbicara dengannya.

“MWOO?? AKU HARUS SEKAMAR DENGAN DIA??”

“APA?? SEMUA KAMAR SUDAH DI TUTUP???”

“HAH?? EOMMA SUDAH MENUKARKAN ISI KOPERKUU???!!”

Lagi-_- aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana halmeoniku dan Minnie Monroe ini bersatu, mungkin aku sudah tuli karena mereka, hebat sekali mereka saling telepon saja suaranya sudah nyaring membahana, bagaimana kalau bertemu langsung?

Usai latihan vokal dan adu urat antara Minnie Monroe dan Nori halmeoniku, Minnie langsung mengembalikan ponselku.

“basah...” dengusku sambil mengelap screen handphoneku dengan tisu.

“Sini biar aku bersihkan”  Minnie mencoba bersikap manis kepadaku, tapi gagal. Cih menjijikan.

“tidak usah, aku bisa membersihkannya sendiri, nanti handponeku semakin teroksidasi dengan gas mulut beracunmu..” terangku.

Minnie POV
          Aduh. Sistem kerja otakku berjalan agak sedikit lambat ketika berada di dekat namja ini. kenapa? Balik ke topik awal, dia kaya, artis, dan ganteng, lebih tepatnya gantengnya kelewatan karena dia mirip dengan Ryu, bahkan yang ini cetakannya lebih bagus daripada wajah Ryu. Sindrom namja ganteng pun kembali menyerang. Bagaimana pun juga aku adalah seorang gadis yang sudah lama single dan sekarang mempunyai suami dengan akreditas A. Eh bukan, B mungkin, jelas saja-_- dia kasar, sangat berbeda dengan Ryu yang rupawan tiada cacat di mataku, meskipun dia lebih kurang dari segala hal yang Wu fan miliki tetap saja aku merasa Ryu sempurna.

          Aku merasakan hawa panas menyerang tubuhku, ya, setelah senam urat dengan halmeoninya wu fan, aku merasa capek dan harus segera mandi, jelas saja aku membongkar isi koperku dan menemukan seperangkat pakaian dalam menjijikan, kau tau sekarang isinya apa? Lingerie berbagai bentuk dan corak dari corak kumbang sampai macan tutul!

          “INI APA??!!” aku kembali berteriak histeris melihat isi koperku.

          “duh shut up ur mouth-__-”

          “bagaimana bisa aku berdiam diri dengan keadaan pakaian yang serba kekurangan kain ini??” aku mulai berfantasi aneh lagi. Biasanya di cerita dewasa yang biasa disodorkan teman sepermainannya, yeoja dengan pakaian minim seperti ini akan membuat iblis-iblis berdatangan dan membuat sang namja menjadi bergairah.

          Eh tapi....dia kan namja ganteng, maksudku aku akan kehilangan segala keperawananku di tangan seorang namja ganteng kaya bin sangar ini, apalagi dia sekarang telah menjadi suamiku.

          Ya!! Park Minnie kenapa otakmu mesum begini? Kenapa semuanya jadi tidak sinkron? Maksudku, ada beberapa kemiripan dari Ryu yang juga tergambar jelas di Wu fan. Terus? Hatiku ini maunya apa? Apa aku jatuh cinta? Bukankah wajar deg-degan di hadapan orang yang sebentar lagi akan melihat setiap inci bagian tubuhmu? Tapi aku belum siaaap aaaaa demi kartun one piece dan segala isinya, dia benar-benar membuatku binguuung.

          “pakai saja, lagipula aku tak akan tertarik dengan tubuhmu...” ucapnya acuh sambil terus membaca buku,

          “hmm ya ya ya, berarti gosip tentangmu itu benar.”

          “gosip apa?”

          “gay...” aku langsung pergi ke kamar mandi dengan handukku.

          Aku berjalan ke arah kamar mandi di dalam kamarnya, yah meskipun dia akan melarang tapi biarlah. Toh aku kan sudah menjadi istrinya, menjadi istrinya.

          Aku menanggalkan pakaianku dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Hah? Apa ini? bagaimana cara menyalakannya? Aku melihat kearah sebuah box atau apalah namanya tergantung di atas kran.

          “duh bagaimana ini?? bagaimana cara menyalakannya?” aku bingung melihat tombol apa yang harus kutekan untuk bisa mengeluarkan air.

          “jangan bilang kau tidak bisa menyalakannya...” aku mendengar suara ejekan dari luar. Cih wu fan-__-

          “jangan masuk!!” aku langsung bergegas mengambil handuk untuk membalut tubuhku.

          “ooo baiklah aku akan keluar” wu fan yang entah datang dari pintu mana sudah menyembulkan kepalanya di balik dinding kamar mandi yang cukup transparan.

          “aaa jangan!!” larangku.

          “buka pintunya, bodoh!!”

          Aku membuka pintu dan membiarkan wu fan masuk dan menyalakan kran air untukku. “begini saja tidak bisa.” Ejeknya sambil melirik sekilas ke arahku. Bukan...ke dadaku.

          “apa yang kau lihat??” tanyaku berang.

          “dada rata....” ujarnya datar.

          Aku hanya bisa menganga lebar saat ia dengan tulusnya mengatakan hal itu, benar-benar ya rasanya aku akan menyiram otaknya dengan air panas..

          Wu fan langsung meninggalkanku dan membiarkanku mandi.

Author’s POV

          Wu fan langsung meninggalkan Minnie dan membiarkannya mandi. Di luar Wu fan kembali berkaca.

          “kenapa tak ada sesuatu disini?”  Wu fan meletakkan tangannya di dadanya, sudah berapa tahun dia tidak pernah merasakan sengatan listrik di tubuhnya, sebenarnya dalam hal seksi dan gairah, dia memang sudah terbiasa dengan hal itu, Wu fan sudah bolak balik dunia entertainment dan sudah melihat ratusan bahkan ribuan paha mulus dan payudara montok di hadapannya, memang tubuh Minnie cukup menggairahkan tapi tetap saja Wu fan berusaha mati-matian untuk membuktikan bahwa dia memang tidak menyukai wanita itu.

          Sudah beberapa tahun sejak kematian Mei Li dia tak juga menemukan sosok pengganti, kalau di lihat dari segala macam kelakuan yang di ciptakan si Minnie, jelas itu berbanding terbalik dengan Mei Li yang anggun dan sopan.

          Tapi, kedatangan Minnie membuat kejutan listrik tersendiri dalam hidupnya, dia berbeda.. hanya saja Wu fan belum menyadarinya. Kalau saja ia tidak jatuh cinta dengan foto Minnie, mana mungkin dia akan menerima Minnie menjadi istrinya?

          Wu fan memang sudah melihat foto istrinya, bahkan dia sudah melihat album pernikahan dia dengan Minnie, hanya saja kedatangannya yang secara tiba-tiba cukup membuat Wu fan melupakan wajah istrinya sendiri!

          “Mei Li....” Wu fan melihat sesosok bayangan yang muncul di cermin, bayangan Mei Li sekarang semakin kabur di benaknya, Wu fan sudah terlanjur mati rasa gara-gara yeoja ini, semenjak kematiannya yang secara tiba-tiba Wu fan memang benar-benar seperti mati hati dan mati rasa, hatinya sudah kebas untuk bisa merasakan getaran cinta yang lain.

          Semenjak dia menerima tawaran main film bertema percintaan sesama jenis, dia memang acapkali di timpa gosip miring tentang hubungan dia dengan Huang Zi Tao, mengingat Wu fan tak pernah terlihat menjalin kasih dengan yeoja.

          Apalagi, kemurkaan halmeoninya langsung memuncak ketika Wu fan di beritakan sebagai lelaki paling banyak diincar oleh bangsa gay di seluruh dunia. Tentu hal ini yang membuat halmeoninya ingin langsung menikahkan Wu fan dengan yeoja agar bisa menampik berita itu, meskipun belum dipublikasikan secara resmi karena hanya menikah tanpa cinta.....

          Wu fan terus berusaha mengingat wajah Mei Li, kekasih pertamanya sejak mereka masih di bangku sekolah menengah atas. Tiba-tiba bayangan itu langsung berganti dengan bayangan sosok Minnie yang keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk.

          Mata Wu fan membelalak melihat apa yang ia bayangkan, kenapa dia malah membayangkan Minnie Monroe itu hanya menggunakan handuk?

          “yak!! Jangan membelalak seperti itu!”

          BYAR!! Bagai sebuah kaset yang diputar dengan alunan lagu jazz sekarang langsung berganti dengan kaset lagu rock-__- Ternyata itu kenyataan bukan bayangan.

          Wu fan langsung saja mengembuskan nafasnya perlahan, “cih, jangan berpikir aku tertarik padamu Minnie Monroe!!”

          “sudah kukatakan namaku Park Minnie!”

          “aku tak mendengarnya.”

          “Bodoh!” Minnie langsung berbalik ke arahnya dan langsung mengacak-acak kopernya.

          Usai Minnie menemukan tshirt transparan dan hotpants hitam yang jauh lebih pantas daripada lingerie bercorak itu, dia kembali berbalik ke arah Wu fan yang menyandarkan diri di ranjang sambil membaca buku.

          “apa?” tanya Wu fan yang merasa sedang diperhatikan, “kau ingin aku memasangkan bajumu?”

          “bodoh!! Harusnya disaat seperti ini kau keluar!” bentak Minnie.

          “apa hakmu?” tanya Wu fan lagi sambil terus berkutat dengan bukunya.

          “karena aku yeoja dan kamu namja! Kau tak boleh melihat tubuhku!!”

          “jangan lupakan hak seorang suami terhadap istri, Nyonya Wu...” Wu fan menekankan panggilan Nyonya Wu kepadanya.

          Minnie hanya bisa terdiam sambil menggigit bibirnya, seandainya saja dia berlari keluar rumah atau memanjat pohon, bangunan sampai tebing yang curam pun mungkin takkan ada yang mau membelanya, mana ada orang yang melarang seorang suami melihat dan menikmati tubuh istrinya sendiri??

          “kalau begitu kau harus menutup matamu!!” suruhnya lagi.

          “hmmm...” Wu fan langsung menaikkan buku yang ia baca sejajar dengan matanya.

          “jangan mengintip!” bentak Minnie.

          “.......” Wu fan kembali berkutat dengan bukunya, dalam hatinya pikirannya terasa semakin berkecamuk, dia benar-benar bingung, kenapa saat melihat tubuh seksi yeoja lain dia tak merasa deg-degan..? kenapa saat mendapatkan peran sebagai seorang gay bersama dengan Tao dia merasa sangat deg-degan? Ah seandainya dia bukan seorang artis mungkin dia sudah benar-benar pergi ke psikolog.

          Tiba-tiba muncul ide jahil dari Wu fan, dia ingin mengecek getaran sinyal cinta yang ia dapat dari Minnie, dia mulai munurunkan buku dari hadapannya dan terpampanglah sosok polos Minnie yang masih sibuk menggunakan branya.

          Ahh~ tiba-tiba rasa malu mulai menyergapi Wu fan,dia kembali menaikkan bukunya dan mengecek keadaan jantungnya.

          “normal.”

           Lagi. Dia mengecek keadaannya adik kecilnya di balik celana pendek yang ia kenakan.

          “stabil.”

          Hmmm. Wu fan masih berpikir keras tentang keadaan dirinya, apakah dia benar-benar sudah mati rasa atau dia benar-benar seorang gay?

***
          Aaaa jelek yaaa ia?? Waaa iya gapapa deh aku kangen nulis soalnya ntar kalo banyak yang minta lanjutin ff nya aku lanjutin ‘3’)/ tapi nanti...aokaok.... tring! /menghilang/