Kamis, 18 Oktober 2012

Kandungan Gizi Berbagai Zat Makanan


 

Kandungan Gizi Berbagai Zat Makanan

XI IPA 2



BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Setiap makhluk hidup, termasuk manusia membutuhkan makanan sepanjang hidupnya. Zat makanan terdiri dari karbohidat , lemak , protein , mineral , dan vitamin .Makanan yan kita makan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energy, pertumbuhan,  dan untuk menjaga kesehatan . kita membutuhkan makanan dalam jumlah tepat dan mengandung zat nutris lengkap , seperti karbohidrat , protein , lemak , vitamin , mineral dan air .
Kekurangan / kelebihan salah satu dari zat makanan diatas dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada tubuh. Sebaliknya , kelebihan zat makanan akan membawa dampak yang kurang baik juga bagi tubuh kita. Keadaan tubuh dimana komposisi zat makanan tidak seimbang disebut malnutrisi . 
Kebutuhan zat makanan masing-masing orang berbeda , akan tetapi disarankan bahwa kita sebaiknya mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung protein sekitar          10-15%, lemak sebesar 20% dan karbohidrat sebesar 65-70% .
Untuk itu , Praktikum isi perlu kita lakukan guna  mengetahui kandungan dari berbagai bahan makanan yang sering kita konsumsi , agar kita dapat mengatur komposisi zat makanan kita agar kita tidak mengalami malnutrisi  dan dapat mengatur keseimbangan jumlah bahan makanan didalam tubuh kita agar sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG)

B. RUMUSAN MASALAH
1.      Bahan makanan apa saja yang banyak mengandung karbohidrat ?
2.      Bahan makanan apa saja yang banyak mengandung protein ?
3.      Bahan makanan apa saja yang banyak mengandung  glukosa ?
4.      Bahan makanan apa saja yang banyak mengandung lemak ?
C. TUJUAN PENELITIAN
1.      Agar kita mengetahui berbagai kandungan gizi zat makanan dari berbagai bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari .
2.      Agar siswa lebih mahir dalam menguji berbagai kandungan zat makanan melalui praktikum yang dilakukan.
D. MANFAAT PENELITIAN
1.      Siswa dapat mengetahui berbagai kandungan zat dalam berbagai bahan makanan.
2.      Siswa dapat mengetahui bagaimana cara menguji kandungan zat yang terkandung dalam bahan makanan.
3.      Menambah kekaguman siswa terhadap ciptaan serta kekuasaan  ALLAH SWT .



.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
            Zat makanan disebut juga biomolekul karena merupakan senyawa atau molekul kimia yang dibutuhkan untuk dapat hidup dengan baik (bio = hidup; molekul = senyawa). Zat makanan tersebut dapat dikelompokkan menurut jumlah yang dibutuhkan oleh makhluk hidup yaitu zat makanan makro dan zat makanan mikro. Zat makanan makro, yaitu zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar, antara lain berupa karbohidrat, protein, lemak, dan air. Zat makanan mikro, yaitu zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, antara lain berupa vitamin dan mineral.          
1.      Karbohidrat (Hidrat Arang)
Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi bagi tubuh antara lain sebagai berikut.
a. Sumber energi utama dan tidak dapat diganti dengan sumber energi yang lain pada beberapa organ, yaitu otak, lensa mata, dan sel saraf.
b. Menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.
c. Membantu proses penyerapan kalsium.
d. Bahan pembentuk senyawa kimia yang lain, misalnya lemak dan protein.
e. Berperan penting dalam penurunan sifat, misalnya karbohidrat dengan atom C lima buah merupakan komponen asam nukleat (DNA, RNA).

Jika diuraikan, ternyata karbohidrat hanya terdiri dari 3 unsur, yaitu karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Senyawa yang termasuk karbohidrat sangat banyak mulai dari senyawa sederhana hingga senyawa dengan berat molekul 500.000 atau lebih. Karbohidrat mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Dengan mengonsumsi karbohidrat yang cukup kita bisa memperoleh energi untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat maka kita harus mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat.
Karbohidrat disimpan di dalam tubuh dalam dua bentuk, yaitu tersimpan dalam otot dan hati berupa glikogen dan tersimpan dalam darah berupa glukosa. Untuk menjadi dua bentukan seperti itu, karbohidrat melalui serangkaian proses metabolisme dalam tubuh.
MACAM-MACAM KARBOHIDRAT
No
Macam Karbohidrat
Keterangan
1
Monosakarida
Merupakan golongan gula sederhana yang
memiliki satu gugus gula. Golongan ini memiliki
karakteristik mudah larut dalam air dan terasa
manis. Monosakarida terdiri atas glukosa,
fruktosa, dan galaktosa
2
Disakarida
Merupakan golongan gula majemuk, yang
memiliki dua gugus gula. Golongan ini memiliki
karakteristik sama seperti pada monosakarida.
Disakarida terdiri atas dua monosakarida.
3
Polisakarida
Merupakan golongan gula majemuk yang
memiliki lebih dari sepuluh gugusan gula.
Golongan ini memiliki karakteristik tidak terasa
manis, tidak dapat larut dalam air, tetapi larut
dalam koloid dan tidak dapat melewati membran
semipermiabel.
Apabila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, maka karbohidrat akan masuk dalam sistem pencernaan dan akhirnya sampai pada usus halus sehingga terjadi penyerapan karbohidrat. Selanjutnya, karbohidrat masuk ke dalam aliran darah dalam bentuk glukosa (B), kemudian melalui vena porta glukosa dibawa ke hati dan diubah menjadi glikogen (C). Pembentukan glikogen ini terbatas, sehingga kelebihan glukosa akan diubah menjadi asam lemak yang akan disimpan di dalam jaringan lemak (D). Dari peristiwa ini kita dapat menjelaskan, penyebab seseorang yang kelebihan karbohidrat menjadi gemuk. Glukosa dapat diubah menjadi glikogen dengan bantuan hormon insulin. Pada kasus seseorang kekurangan hormon insulin, maka proses pembentukan glikogen menjadi glukosa terhambat, akibatnya kadar glukosa dalam darah meningkat dan inilah yang mengakibatkan seseorang menderita penyakit diabetes melitus.
Glikogen juga dapat diubah menjadi glukosa apabila dibutuhkan dengan
adanya hormon adrenalin. Melalui proses glikolisis dan rangkaian proses kimiawi, maka glukosa dan glikogen akan diubah menjadi asam piruvat (E) dan kemudian melalui proses siklis masuk siklus krebs menghasilkan karbon dioksida dan air kemudian melepaskan energi berupa ATP. Proses ini berlangsung dengan dibantu enzim sitokrom (F). Asam piruvat tidak semuanya masuk dalam siklus krebs, sebagian lagi diubah menjadi asam laktat yang disimpan di dalam jaringan otot. Inilah yang menyebabkan pegal dan lelah pada otot kita (G). Dari jaringan otot, asam laktat ini akan diangkut oleh darah menuju hati dan diubah menjadi asam piruvat, kemudian diubah kedalam bentuk glikogen kembali (H).
2.      Protein
Tahu, tempe, atau kedelai merupakan makanan yang banyak mengandung protein Protein merupakan senyawa organik kompleks yang terdiri atas unsur C, H, O dan kadang-kadang mengandung unsur S dan P (belerang dan fosfor).
Protein hewani antara lain berasal dari ikan, susu, daging, telur dan lain-lain, sedangkan protein nabati diperoleh dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan juga sayuran. Protein hewani lebih baik daripada protein nabati karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap, baik macam dan jumlahnya, sehingga disebut protein yang sempurna. Protein nabati kurang sempurna karena walaupun mengandung asam amino esensial yang lengkap tetapi jumlahnya sedikit, sehingga jumlahnya tidak dapat mencukupi untuk proses pertumbuhan tubuh.
Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kebutuhannya berbedabeda untuk masing-masing orang. Hal ini tergantung dari usia, berat badan, jenis kelamin, wanita hamil, kondisi kesehatan, iklim, dan lain-lain.
Pada dasarnya protein memiliki fungsi di dalam tubuh, antara lain:
a. menghasilkan energi dan kalori, kalori yang dihasilkan dari protein, yaitu setiap 1 gram menghasilkan 4,1 kalori;
b. sebagai unsur pembangun jaringan yang rusak;
c. untuk membantu pertumbuhan tubuh;
d. sebagai sistem buffer, artinya dapat menjaga keseimbangan asam dan basa;
e. dapat membentuk enzim, hormon, dan pigmen;
f. membantu proses metabolisme tubuh.
Unsur-unsur protein meliputi asam amino. Ada dua macam asam amino,
yaitu sebagai berikut.
a. Asam Amino Esensial
Asam amino esensial tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga dapat dicukupi dari makanan yang kita makan. Ada 10 macam asam amino esensial, antara lain: isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, treolin, fenilalanin, triptofan, histidin dan arginin. Arginin dan histidin esensial terutama dibutuhkan pada masa anak-anak.
b. Asam Amino Non-Esensial
Asam amino ini dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Golongan ini terdiri atas 11 asam amino, antara lain alanin, asparagin, asam aspartat, sistin, asam glutamat, sistein, glisin, glutamin, serin, prolin, dan tirosin.






Macam-Macam Asam Amino
no
Asam Amino Esensial
no
Asam Amino Non-Esensial
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
Isoleusin
Leusin
Lisin
Metionin
Valin
Treonin
Fenilalanin
Triptofan
Histidin
Arginin
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11.
12.
Alanin
Asparagin
Asam
Aspartat
Sistin
Asam glutamat
Sistein
Glisin
Glutamin
Serin
Prolin
Tirosin
                                                                                                       
Kekurangan protein pun tidak baik bagi tubuh. Gangguan kekurangan protein biasanya terjadi bersamaan dengan kekurangan karbohidrat. Gangguan tersebut dinamakan busung lapar atau Hunger Oedema (HO). Ada dua bentuk busung, yaitu kwashiorkor dan marasmus.




3.      Glukosa
Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.
Glukosa dan fruktosa diikat secara kimiawi menjadi sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida). Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen (“pati hewan”) dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi
4.      Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang mengandung unsur-unsur
C, H, O (karbon, hidrogen, dan oksigen) dan kadang-kadang P dan N (fosfor
dan nitrogen). Lemak tidak dapat larut alam air, melainkan larut dalam kloroform, eter, dan minyak tanah. Sumber lemak bisa berasal dari tumbuhan yang disebut lemak nabati. Lemak nabati bisa diperoleh dari makanan, antara lain kelapa, minyak kelapa, kacang-kacangan, kedelai, avokad, zaitun, dan lain-lain. Adapun sumber lemak yang berasal dari hewan disebut lemak hewani. Lemak hewani bisa diperoleh daging, susu, mentega, telur, ikan, dan sebagainya.
Lemak mempunyai peran, antara lain:
a. untuk menghasilkan kalori atau energi, bahkan energi yang dihasilkan lemak lebih tinggi dibandingkan karbohidrat;
b. sebagai pelarut vitamin dan zat-zat lain, vitamin yang dapat larut dalam lemak antara lain vitamin A, D, E dan K;
c. untuk membangun bagian-bagian tertentu dari sel. Bagian sel yang tersusun dari lemak adalah membran sel;
d. dapat melindungi tubuh dari suhu yang rendah;
e. sebagai bantalan lemak dan pelindung organ dalam, misalnya jantung dan lambung.
Jenis lemak dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Lemak Sederhana
Contoh lemak sederhana adalah minyak, lilin, dan lemak yang tersusun oleh trigliserida. Lemak sederhana ini bisa kita temukan pada lemak daging hewan. Trigliserida yang menyusun lemak ini meliputi gliserol dan tiga asam lemak. Asam lemak memiliki ikatan kimia yang berbeda-beda, ada yang memiliki ikatan rangkap tetapi ada juga yang tidak.
Berdasarkan hal itu, asam lemak dibedakan menjadi dua.
1) Asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Asam lemak jenuh disebut juga asam lemak nonesensial artinya asam lemak yang dapat disintesis sendiri oleh tubuh.
2) Asam lemak tak jenuh, yaitu asam lemak yang mempunyai ikatan
rangkap. Asam lemak ini disebut juga asam lemak esensial, artinya asam
lemak yang tidak dapat disintesis sendiri. Sumber asam lemak ini berasal dari tumbuhan.
5.      Vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, walaupun dalam jumlah yang sedikit, namun fungsinya sangat penting dan tidak dapat digantikan oleh unsur-unsur lain.
Vitamin berfungsi untuk memperlancar proses metabolisme tubuh dan tidak dapat menghasilkan energi. Di dalam tubuh, vitamin bekerja sebagai katalisator tubuh, yaitu mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Menurut sifat kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua.

a. Vitamin yang Larut dalam Air
Jenis vitamin ini, antara lain vitamin B dan C.
b. Vitamin yang Larut dalam Lemak
Jenis vitamin yang larut dalam lemak antara lain A, D, E, dan K.
6.      Mineral
Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh. Defisiensi mineral dalam tubuh
akan mengganggu proses metabolisme. Jenis mineral ada dua, yaitu
makroelemen dan mikroelemen.
a. Makroelemen
Makroelemen merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah
banyak. Unsur-unsur makroelemen, antara lain kalsium, natrium, magnesium,
kalium, fosfor, klor, dan belerang.
b. Mikroelemen
Jika makroelemen merupakan mineral yang banyak dibutuhkan tubuh,
maka mikroelemen merupakan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah
sedikit, tetapi defisiensinya dapat mengakibatkan proses metabolisme
terganggu. Unsur-unsur mikroelemen, antara lain besi, yodium, tembaga,
fluor, mangan, kobalt, kromium, dan selenium.
Untuk menguji kandungan zat karbohidrat, protein, glukosa dan lemak pada makanan biasanya dilakukan penelitian. Penelitiannya adalah dengan cara meneteskan larutan lugol, larutan biuret, larutan fehling dan untuk uji lemak biasanya memakai kertas minyak.
Uji Lugol
Uji lugol adalah salah satu cara pengujian kepada makanan yang mengandung zat karbohidrat, apabila zat makanan berubah warna menjadi kebiruan atau hitam, maka bahan makanan yang diuji mengandung karbohidrat.
Uji Biuret
Uji biuret adalah salah satu cara pengujian yang memberikan hasil positif pada senyawa-senyawa yang memiliki ikatan peptida. Oleh karena itu, uji Biuret ini sering digunakan untuk menunjukkan adanya senyawa protein. Pengujiannya dapat dilakukan dengan cara berikut. Larutan yang mengandung protein ditetesi larutan NaOH, kemudian diberi beberapa tetes larutan CuSO4 encer. Terbentuknya warna ungu, menunjukkan hasil positif adanya protein.
Uji Fehling
Uji Fehling digunakan untuk mengetahui zat makanan yang mengandung glukosa atau tidak. Uji fehling bertujuan untuk mengetahui adanya gugus aldehid. Reagent yang digunakan dalam pengujian ini adalah Fehling A (CuSO4) dan Fehling B (NaOH dan KNa tartarat).
Reaksi yang terjadi dalam uji fehling adalah :
Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat. Cu2O (endapan merah bata) yang terbentuk merupakan hasil sampingan dari reaksi pembentukan asam karboksilat.
Uji lemak
Uji lemak digunakan untuk mengetahui adanya kandungan lemak di dalam zat makanan tersebut. Biasanya untuk menguji lemak dengan menggunakan kertas minyak atau kertas buram. Apabila makanan yang mempunyai zat lemak diletakkan di atas kertas minyak ataupun kertas buram maka lemak akan terserap ke dalam kertas sehingga kertas menjadi terlihat transparan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
1.      Alat dan Bahan
·         Tabung reaksi
·         Pipet
·         Bunsen/ lampu spiritus
·         Mortar dan alat tumbuk
·         Kertas minyak
·         Biuret, lugol
·         Fehling A & B
·         Bahan makanan (nasi, tahu, tempe, pisang, mie, jagung, dll)
2.      Cara Kerja
1)      Nasi, tahu, tempe, pisang, mie, jagung masing-masing ditumbuk/digerus dan dilarutkan di dalam air.
a)      Uji karbohidrat
J  masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 2 tetes larutan lugol dan amati perubahan warna yang terjadi di dalam tabung.
J  apabila larutan berubah, warna menjadi kehitaman atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung karbohidrat
b)      Uji protein
J  masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi)
J  jika bahan makanan mengandung protein maka warna akhirnya adalah ungu
c)      Uji glukosa
J  masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi. Tambahkan masing-masing dua tetes larutan fehling A & B. Panaskan tabung di atas bunsen selama 3 menit, lalu dinginkan.
J  bila dalam makanan terdapat glukosa, larutan akan berwana kuning kehijauan sampai merah bata
d)     Uji lemak
J  buatlah kotak-kotak berukuran 5 x 5 cm pada kertas minyak.
J  oleskan bahan makanan yang sudah dihaluskan di atas kotak-kotak tersebut kemudian keringkan kertas tersebut
J  jika bahan makanan mengandung lemak, maka kertas minyak akan tampak transparan
2)      Setelah melakukan keempat macam uji makanan di atas, masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel.
3.      Waktu penelitian
Waktu penelitian ini dilakukan pada hari Rabu, 18 Januari 2012. Pada pelajaran Biologi waktu 3 x 45 jam di Laboratorium Biologi
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.      HASIL PENELITIAN
NO
Bahan Makanan
Kandungan Zat Makanan
karbohidrat
protein
glukosa
lemak
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Nasi
Roti
Telur
Mentega
Jagung
Susu
Tahu
Tempe
Tepung
Pisang
+3
+3
+1
-
+3
+1
+1
+1
+3
+2
+2
+2
+3
+1
+2
+3
+2
+2
+3
+3
+3
+3
+2
-
+2
+2
+1
+1
+3
+1
+1
+1
+3
+3
+1
+3
+2
+2
+1
+1

2.      PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan dengan melakukan penelitian dapat dilihat bahwa zat makanan yang banyak mengandung karbohidrat adalah nasi, roti  jagung dan tepung. Makanan yang mengandung sedikit karbohidrat adalah telur, susu, tahu tempe dan pisang. Bahan makanan yang banyak mengandung protein adalah telur, susu, tepung dan pisang. Makanan yang mengandung sedikit protein adalah nasi, roti, mentega , jagung, tahu dan tempe Bahan makanan yang banyak mengandung banyak glukosa adalah nasi, roti dan tepung. Bahan makanan yang mengandung sedikit glukosa adalah telur, mentega, jagung, susu, tahu, tempe dan pisang. Bahan makanan yang mengandung lemak paling tinggi adalah telur, mentega dan susu. Bahan makanan yang sedikit mengandung lemak adalah nasi, roti, tepung, tahu, tempe, pisang dan jagung.
 Namun pada percobaan ini ada beberapa sedikit kegagalan pada pengecekan zat makanan yang terkandung di dalamnya. Mungkin kegagalan ini disebabkan karena kekurangan cairan yang digunakan menguji zat makanan tersebut dan kurang telitinya mengecek perubahan warna pada makanan. Seharusnya .
1. Nasi
•  Nasi mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol, nasi berwarna biru tua.
•  Nasi mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict, nasi berwarna merah.
•  Nasi mengandung lemak namun kandungan lemak dalam nasi(beras) sangatlah sedikit.
• Nasi mengandung protein.

2. Roti
• Roti mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol, roti berwarna biru tua.
• Roti mengandung protein..
• Roti mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict, roti berwarna merah.
• Roti mengandung lemak, namun lemak yang dihasilkan roti sangatlah sedikit.

3. Tepung
• Tepung mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol, tepung berwarna biru tua.
• Tepung mengandung protein karena ketika ditetesi biuret, tepung berwarna ungu.
• Tepung mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict, tepung berwarna merah bata.
• Tepung tidak mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, tidak transparan.

4. Susu
• Susu mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol, susu berwarna merah. Namun karbohidrat yang terkandung dalam susu adalah karbohidrat dalam bentuk laktosa
• Susu mengandung protein karena ketika ditetesi biuret, susu berwarna ungu.
• Susu mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict, susu berwarna kuning.
• Susu mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas transparan.

5. Telur
• Telur tidak mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol, telur berwarna kuning.
• Telur mengandung protein karena ketika ditetesi biuret, telur berwarna ungu.
• Telur tidak mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict, telur berwarna kuning kecoklatan.
• Telur mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, transparan.

6. Tahu
• Tahu tidak mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol berwarna kuning.
• Tahu mengandung protein karena ketika ditetesi biuret berwarna ungu tua.
• Tahu tidak mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict berwarna ungu muda.
• Tahu tidak mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, tidak transparan.

7. Tempe
• Tempe tidak mengandung karbohidrat.
• Tempe mengandung protein karena ketika ditetesi biuret, tempe berwarna ungu.
• Tempe tidak mengandung glukosa.
• Tempe mengandung lemak namun lemak yang dihasilkan sangat sedikit

8. Mentega
• Mentega tidak mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol berwarna merah.
• Mentega tidak mengandung protein.
• Mentega tidak mengandung glukosa
• Mentega mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, transparan.

9. Pisang
• Pisang mengandung karbohidrat karena ketika ditetesi lugol berwarna biru tua
• Pisang mengandung protein namun proteinnya sangat sedikit.
• Pisang mengandung glukosa..
• Pisang mengandung lemak namun lemak yang dihasilkan pisang hanya 0,3 %

10. Jagung
• Jagung mengandung karbohidrat.
• Jagung mengandung protein. Ada 5 protein yang terdapat pada jagung.
• Jagung mengandung glukosa namun kadar glukosanya sangat sedikit, berkisar 1 – 3 %
• Jagung mengandung lemak.














BAB V
PENUTUP
·         Kesimpulan
 Dari percobaan di atas dapat kita ketahui bahwa untuk menentukan ada tidaknya kandungan zat karbohidrat, protein, glukosa dan lemak pada makanan dapat kita ketahui dengan menguji makanan dengan uji lugol, uji biuret, larutan fehling dan uji lemak dengan kertas minyak.

Nasi, roti, tepung, susu, jagung dan pisang mengandung karbohidrat karena berwarna biru sampai biru tua.
 Nasi, roti, tepung, susu, telur, tahu, tempe, pisang, dan jagung mengandung protein karena ketika ditetesi biuret berwarna ungu.
 Nasi, roti, tepung, telur,susu, pisang dan jagung mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict berwarna merah/merah bata.
 Nasi, roti, susu, telur, tempe, mentega dan jagung mengandung lemak karena ketika diuji di kertas, transparan.

Mengetahui  zat dalam makanan dapat membantu kita untuk mengatur pola makan yang sehat apalagi bagi orang yang sedang berdiet. Melalui penelitian ini kita juga bisa berbangga dengan ilmu pengetahuan yang semakin maju ini sehingga kita bisa mempelajari zat-zat yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari ini. Tak lupa juga kita mengucap syukur dan memuji kebesaran Allah SWT yang bisa menciptakan zat yang sangat bermanfaat dan diperlukan di dalam tubuh kita sehingga kita bisa mengatur pola makan hidup kita agar kita selalu sehat dan kebutuhan kita terpenuhi.

·         Saran
** sebaiknya tempat yang dipakai untuk uji makanan dicuci dahulu sebelum digunakan kembali, karena jika belum dicuci akan merusak hasil pengamatan berikutnya
** makanan yang dihaluskan harus benar-benar halus dan lembut supaya pada saat uji makanan, larutan yang dipakai dapat tercampur dengan sempurna.
** sebaiknya pada saat penelitian, perubahan warna yang terjadi pada zat makanan harus diperhatikan benar-benar sehingga tidak terjadi kesalahan pada hasil penelitian.

·   Daftar pustaka
BSE KELAS XI IPA









·   Lampiran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar